Selamat Datang :)

Blog ini merupakan catatan istimewa sri, ada opini, artikel, dan tugas kuliah yang ingin di share. Maaf kalo ada salah-salah tulis.. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat.. SEMANGAT!!

Sabtu, 24 Januari 2015

Pengingat diri dan hati sendiri...

Tidak ada komentar:

Apa kabar hati?
Masihkah ia embun,
Merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun.

Masihkah ia karang?
Berdiri tegar,
Menghadapi gelombang ujian.

Apa kabar iman?
Masihkah ia bintang,
Terang benderang menerangi kehidupan.

Apa kabar saudara-saudariku?
Di manapun engkau berada semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga dirimu, hatimu dan imanmu hari ini dan untuk selamanya.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah ketulusan..
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah keikhlasan..
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau belajar tentang memaafkan..
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau belajar tentang ketangguhan..
Ketika kau harus membayar sesuatu yang seharusnya tidak kau tanggung, maka saat itulah kau belajar tentang kemurahan hati..
Bersyukurlah karena Allah selalu memberikan terbaikNya tuk tiap kita..

Tersenyumlah dan dunia kan tersenyum padamu, temukan pelangi yang berarti senyum lingkungan yang menunjukkan bahwa kau telah bisa menyeimbangkan antara hati dan diri..

Batas kesabaran adalah rasa syukur, batas kesyukuran adalah rasa sabar, semua terangkum dalam tawakal pada-Nya.
 
Jangan pernah menyerah pada sebuah keadaan, akan selalu ada harapan baru selama kita berada di jalan-Nya dan mau terus belajar arti kehidupan.
 
Bismillahirrahmanirrahim...
Innallaha Ma'ana.

Minggu, 18 Januari 2015

Di Proyek ini Saya Belajar....

Tidak ada komentar:

Menjadi seorang Engineer. Insinyur. Ternyata memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Menjadi konsultan bidang MEP bukan perkara mudah. Tak ada dunia teknik yang mudah. Yang menurut saya paling rumit menjadi konsultan MEP adalah karena berbagai disiplin ilmu teknik yang berbeda: Mesin, Elektrikal, Elektronik, Sanitari, dan Pemadam kebakaran ada disini. Memang akan dibagi per divisi sesuai jurusan kita, tapi kita harus mencoba mempelajari dasar-dasar ilmu yang lainnya. Bukan apa dan mengapa harus mempelajarinya, ini lebih karena ketika kita mewakili rapat atas nama kantor, kita diharuskan bisa menjawab permasalahan-permasalahan terkait MEP, bukan sekedar divisi kita saja. Oke, disini saya mulai belajar.

Tidak ada senior yang tidak melewati tahap junior. Dulu di beberapa proyek sebelumnya saya suka ikut rapat untuk menjelaskan sistem yang saya dan tim buat untuk proyek. Hanya sebagai pelengkap. Tapi disini saya dituntut untuk tidak sekedar mengetahui sistem yang divisi saya buat, tapi seluruh divisi, seluruh MEP. Hmm... oke disini saya belajar. Meskipun terasa sangat berat, disertai tekanan dari berbagai macam pihak.

Semua rasa ada disini. Air mata sudah sekian kali jatuh membasahi kertas-kertas ini. Tapi tak jarang senyum dan tawa juga menghiasi perjalanan proses pembelajaran ini. Dan saya menikmatinya meskipun hanya sekedar memuaskan rasa penasaran akan dasar-dasar ilmu ME lainnya.

Di proyek ini saya belajar. Bahwa diantara MEP, arsitek, dan struktur merupakan sebuah kesatuan dengan tujuan yang sama, membangun gedung. Tak ada yang utama dibandingkan yang lainnya, semua penting, meskipun pada akhirnya akan ada yang mengalah dalam sebuah permasalahan, namun disini saya belajar bahwa permasalahan akan cepat teratasi ketika kita mengoordinasikan dengan seluruh pihak dan perlunya sikap pengertian antar bidang.
Seperti contoh permasalahan tinggi bersih area parkir yang kurang akibat dimensi ducting yang besar dan balok yang besar juga. Berbagai macam opsi muncul, dari perubahan layout ducting hingga usulan ducting yang menembus balok. Bila tidak ada koordinasi maka akan ada masalah pada saat pembangunan. Di proyek ini saya belajar akan pentingnya koordinasi dan kejujuran akan prediksi masalah yang akan timbul. Serta cara terbaik mengatasi masalah yang ada.

Koordinasi akan sangat optimal ketika pihak owner ikut memahami permasalahan. Disini saya melihat pentingnya tim owner yang terdiri dari arsitek, struktur, dan MEP agar didapatkan hasil terbaik dari seluruh opsi-opsi yang ada. Disini saya belajar menghargai dan memahami bahwa ini adalah hasil bersama, bukan karena salah satu pihak, tapi seluruh pihak yang termasuk dalam tim yang terdiri dari pihak owner dan konsultan ikut terlibat. Koordinasi ini juga sangat erat kaitannya dengan metode komunikasi. Memang di awal terasa berlebihan ketika tim owner mengusulkan membuat grup whatsapp, tapi seiring berjalannya waktu, sangat terbukti efektif dalam mengoordinasikan masalah yang ada sehingga cepat selesai. Memang sebelumnya ada metode koordinasi yang menggunakan email, namun email lebih membutuhkan waktu untuk mengunggah, mengunduh, dan menjawab masalah yang disampaikan. Dibandingkan whatsapp yang tinggal langsung foto dan unggah, selain itu juga otomatis diketahui apakah pesan sudah dibaca atau belum. Memang dibeberapa waktu pernah mengganggu saat istirahat dan waktu libur. Apalagi ketika dateline penyerahan gambar, konsultan selalu diburu tim owner, haha... Disini saya belajar pentingnya komunikasi yang baik dan efektif serta bersahabat sehingga tidak menimbulkan kesan kaku tapi tetap saling menghargai.

Di proyek ini saya belajar, untuk berani berpendapat, berani berbicara. Karena sejujurnya dulu saya lebih suka bekerja dibalik layar, tapi sekarang saya menikmatinya meskipun Bahasa Inggris yang saya gunakan tidak sebaik orang lain.

Saat ini tahap desain sudah selesai. Sekarang kita bisa sedikit bernafas lebih tenang karena gedung ini sedang dibangun. Saat ini waktunya mengecek pekerjaan kontraktor, mengawal desain yang kita buat sebelumnya. Disini saya belajar mengecek tiap item yang diajukan kontraktor, mulai dari tipe, spesifikasi, surat dukungan, hingga distributor-distributor terkait.

Di proyek ini saya belajar, dan saya menikmati proses ini. Proses menjadi engineer seutuhnya.

Hal ini benar-benar akan menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk saya.

Tak lupa saya berharap gedung yang kami rancang ini memiliki manfaat yang besar bagi kebaikan lingkungan sekitar, sehingga ini jadi salah satu bentuk aplikasi ilmu yang bermanfaat.

Di proyek ini saya belajar. Ya, saya belajar di proyek ini. Proyek Lot 10.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Terima kasih tim Lot 10 atas kerjasama yang baik ini.

Tahun 2017, kita tunggu pembukaan gedung ini.

Minggu, 11 Januari 2015

Jika Aku Jatuh Cinta...

Tidak ada komentar:
 Puisi Sayyid Qutub

Ya Allah ... Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan
Cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin... Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah ... Jika aku jatuh cinta,
Ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak jatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana ... Jika aku jatuh cinta,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu

Ya Rabbul Izzati... Jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah... Jika aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalui aku merindui syurga-Mu.

Ya Allah... Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indanya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.

Ya Allah... Jika aku jatuh hati pada kekasih-mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
Perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah... Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi
Hanya kepada-Mu

Ya Allah... Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa
Dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syari’at –Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatanya, kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah padam.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan
Keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu......


semoga tahun ini semua tak lagi menjadi misteri di kehidupan ini.
Bismillah, Luruskan niat, dan....
"Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama"
Innallaha Ma'ana

Minggu, 28 September 2014

Menanti...

Tidak ada komentar:

 sebut saja ini curahan hati saya, silahkan...

Entah harus darimana tulisan ini kumulai,
Hanya ingin mengungkapkan beberapa permintaan dari hati yang mulai resah.
Tentang siapa dirimu, dimana dirimu, dan kapan dirimu akan hadir.

Aku hanya seorang wanita yang berharap
Engkau adalah salah satu dari orang yang ada didekatku saat ini,
Sehingga aku tak perlu memulai dari nol proses mengenal dirimu.

Aku juga berharap
Engkau katakan apa yang menjadi harapanmu padaku,
Sehingga aku bisa berusaha menjadi seperti yang kau mau
Selama tak bertentangan dengan perintah-Nya.

Aku pun berharap
Kita belajar bersama membentuk keluarga yang telah (akan) kita sepakati bersama
Sehingga keluarga ini bisa menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak.

ya itu harapan utamaku...

Aku bukanlah manusia yang sempurna.
Akupun tak mencari kesempurnaan dari dirimu.
Yang kuharap dari ketidaksempurnaan ini adalah saling melengkapi antara kita menuju kesempurnaan.

Siapa dirimu?

Kamis, 31 Juli 2014

Pintar dan (atau) Beruntung

Tidak ada komentar:
"Lu itu pinter, tapi ga beruntung.kebalikan ama dia, dia itu ga pinter, tapi beruntung."

Kata-kata yang sampai hari ini masih terngiang dibenakku. padahal kalimat itu diungkap hampir beberapa tahun yang lalu. Pertama diungkapkan di selasar ketika kami sedang berkumpul.

Pernyataan yang membuatku sadar akan arti kepintaran dan keberuntungan.
Kepintaran yang hanya terisolasi pada kepuasan diri sendiri untuk menemukan suatu jawaban atas segala pertanyaan.
Kepintaran yang hanya dipendam sendiri untuk idealisme pribadi.
Kepintaran yang hanya dibagi pada yang bertanya saja.
Kepintaran yang pada akhirnya sedikit mendatangkan keberuntungan.
Yang akhirnya terungkap kalimat "sombong", "naif", hingga "aneh".
Ya aneh, berbeda dengan unik.

Mungkin disitulah letak ketidakberuntungan itu.

Pintar tapi jarang mendapatkan nilai sempurna, karena idealismenya, karena kenaifannya.
Pintar tapi tidak memiliki teman untuk sekedar makan siang bersama, karena kesombongannya,.
Berbeda dengannya, dia yang beruntung itu.

Tapi biarlah itu menjadi masa lalu.

Beribu terimakasih kuucapkan pada teman unik yang bisa dengan jujur membuka mata ini, menyadari masalah ini.
Terima kasih pula pada dia yang selalu beruntung, yang bisa menjadi cermin untukku berbuat lebih baik.

Sesungguhnya pada saat-saat ini kejujuran, keterbukaan, hingga ketegasan sangat kubutuhkan.
Saat ini ditengah hiruk pikuk dunia dengan segala topeng monotonnya, sebuah 'tamparan' akan rutinitas ini sungguh dinantikan.

Entah dimana akan kutemukan teman seperti mereka lagi.
Satu hal, ketika kita bertemu lagi aku sudah tak se-aneh dulu, sedang berusaha menjadi unik. Aku berusaha mengejar keberuntungan itu, menjadi beruntung sepertimu. Semoga.

Merindukan kejujuran dari sebuah kenyataan.
Bogor, kontemplasi libur lebaran 1435 H