Selamat Datang :)

Blog ini merupakan catatan istimewa sri, ada opini, artikel, tugas kuliah, dan pengalaman yang ingin di share. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat.. SEMANGAT!!

Rabu, 12 Oktober 2016

Bergerak

Ada yang datang, ada yang pergi
Ada yang senang, ada yang sedih
Kenangan yang takkan terganti.

Kenangan dan harapan
Masa lalu dan masa depan

Berhentilah memberi harapan, ketika harapan itu sudah terkunci
Cukuplah, biar ku cari harapan yang baru
Karena masih ada harapan yang terbuka
Yang terbaik untukku.

Pada akhirnya, semua akan menjadi ukiran kehidupan yang takkan terganti.

Rabu, 10 Agustus 2016

Proses Mewujudkan Impian - Bagian 1 Prolog

Mimpi, akhirnya saya putuskan untuk mewujudkan impian ini. Impian yang ditargetkan beroperasi di tahun 2020 (aamiin). Bismillahirrahmannirrahim.

Sampah. Bagi saya, sampah merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Tapi ke-kompleks-an sampah dapat diuraikan menjadi benda-benda yang sangat sederhana. Karena pada dasarnya, sampah merupakan hasil samping dari proses produksi. Selain itu, sampah juga tercipta dari faktor waktu. Benda yang saat ini dianggap berharga, bisa jadi benda yang tidak berharga dikemudian hari.

Instalasi pengolahan sampah atau bahasa asingnya Material Recovery Facilities. Bagi saya, instalasi ini merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan. Kreatifitas dan inovasi akan selalu dibutuhkan untuk dapat mengelola sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai. Bukan hal mudah, tapi bukan berarti tak bisa dilakukan. Terlebih lagi skala pengolahan akan sangat memengaruhi bentuk kreasi yang akan diwujudkan. Pengembangan ini merupakan wujud nyata dari slogan "Think Globally, Act Locally".

Keinginan memiliki, mengembangkan, serta menyebarkan instalasi pengolah sampah menjadi target pencapaian yang ingin saya raih. Tapi saya sadar bila ilmu mengolah tiap bentuk sampah itu perlu. Karena dengan mengetahui bentuk akhir sampah yang akan diolah, termasuk melihat dan membaca pangsa pasar, maka pengolahan sampah terpadu akan lebih teratur dan optimal.

Dalam perjalanan menuntut ilmu, mencari inspirasi, serta membaca situasi sangat diperlukan diskusi, kritik, dan saran untuk kemajuan pengolahan ini. Karena garda terdepan dari pengolahan sampah adalah masyarakatnya. Secara masyarakatnya-lah penghasil sampah utama. Bila masyarakat sudah terbiasa dengan pengelolaan sampah, maka pengolahan sampah akan menjadi kebiasaan yang baik.

Tulisan disini akan menjadi teman perjalanan saya serta wadah diskusi yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi yang sejalan.
Mari mengolah sampah...

Minggu, 24 Juli 2016

Anak-ku

Seorang anak tak memilih dimana ia dilahirkan
Seorang anak pun tak memilih orang tua yang akan membesarkan
Orang tua pun seperti itu...

Seorang anak dibentuk oleh orang tua
Anak merupakan cerminan orang tua
Cerminan keluarga yang ia tinggali
Arti awal baik dan buruk yang ia ketahui

Ketika mulutnya belum berbicara,
Kau harus membaca tangisnya,
Kau harus membaca matanya,
Kau harus membaca gerak tubuhnya,
Dan kau akan tau apa yang diinginkannya

Terkadang dari tangisnya kau lihat emosi yang tak tertahan
Terkadang dari matanya kau lihat kerinduan yang tak bisa diucapkan
Terkadang dari gerakannya kau lihat penerimaan ataupun penolakan akan suatu hal

Setiap anak sama
Mereka terlahir polos
Seperti kertas putih
Orang tua dan lingkunganlah yang akan membentuk dirinya

Teruntuk semua orang tua
Bersyukurlah memiliki anak yang merupakan titipan dari Sang Maha Pencipta
Jangan pernah sia-siakan mereka

Teruntuk semua anak
Jadilah anak yang dapat membanggakan orang tuamu
Yang kelak dapat memberikan amalan yang tak akan putus hingga orang tuamu tiada
Jadilah generasi penerus bangsa yang dapat memberikan pengaruh positif untuk keberlangsungan hidup manusia

Tetaplah ceria, tetaplah tersenyum, dan tetaplah bersinar
Selamat Hari Anak Nasional.

Minggu, 17 April 2016

Tetap Seorang Analis

"Warga analis semua bersatu
Yang lama, yang baru semuanya sama
Guna meraih hidup sederhana
Semua sama pelajar analis
Pelajar pelajar analis"
-Mars Analis-

Dulu, laboratorium merupakan lokasi favorit. Dimana banyak suka dan duka didalamnya, termasuk cinta.
Dulu, bahan kimia merupakan teman sehari-hari. Dari asam basa pekat pro analisis hingga asam basa sintetis.
Dulu, alat gelas dan instrumen selalu menemani setiap langkah. Dari piala gelas, labu ukur, gelas ukur, buret, spektrometer, hingga AAS.

Kini, melangkah ke laboratorium saja hampir tak pernah.
Kini, makanan sehari-hari hanyalah desain bangunan.
Kini, teman setia adalah komputer dan autocad.

Tapi, saya tetap seorang analis.
Dan akan tetap menjadi analis.
Meski kompetensi di laboratorium semakin pudar.
Namun pola pikir analis akan tetap ada dalam jiwa.

Disini, disekolah ini, terlalu banyak hal yang takkan dilupakan. Karna semua kenangan telah bersatu merangkai hidup saya. Disini saya belajar bukan hanya materi semata, namun lebih dari itu.
Ada pelajaran tentang arti kehidupan, arti persahabatan, dan arti cinta sejati. Karena semua aspek hidup perlu analisis untuk menentukan kualitasnya, kualitas hidup.

Lustrum. Temu alumni akbar yang selalu diadakan setiap 5 tahun sekali. Lustrum XIII menjadi kali kedua saya ikut hadir di acara ini. Acara yang selalu membangkitkan semangat analis dalam jiwa, meskipun kini tidak terjun dalam dunia industri.

Segala kenangan bersekolah disini menyadarkan saya bahwa saya tetap seorang analis.


Sabtu, 02 April 2016

Karna Waktu akan terus Berlalu

Kumulai tulisan ini dengan basmalah.
Bismillahirrahmannirrahim..

Tepat sepuluh tahun yang lalu. Senin, 3 April 2006.

Secara fisik, hari itu adalah hari terakhir aku yang dulu.
Karena esok aku mencoba menjadi aku yang baru.
Perubahan itu bukan sebatas keinginan. Perubahan itu melalui sebuah proses yang panjang. Perubahan yang membutuhkan kemantapan hati, persiapan jiwa, serta adaptasi lingkungan sekitar.

Butuh keberanian ketika aku menyatakan keinginan itu. Dan butuh waktu untuk mempersiapkan segala keperluan itu.

Kuingat saat aku menyatakan keinginanku pada orang tuaku. Tak sanggup aku menatap matanya. Cara aku nyatakan ialah dengan memeluk ibuku. Cara paling terakhir untuk membujuk dan menunjukkan keseriusanku.

Bukan mereka melarang, tapi pada saat itu banyak contoh kurang baik tentang keputusan serupa yang tidak konsisten. Mereka tidak ingin aku melakukan hal serupa. Mereka hanya meminta aku tetap dalam keputusanku.
Pada dasarnya mereka menyetujuinya.

Perubahan itu butuh persiapan. Dari pernyataanku hingga akhirnya terwujud, butuh persiapan. Karena perubahan ini bukan hanya untuk satu hari atau beberapa saja, namun perubahan ini untuk selamanya.

Sepuluh tahun yang lalu. Selasa, 4 April 2006.

Kumantapkan hati mulai mengenakannya untuk berangkat menuju sekolah. Banyak teman terkejut melihatnya, menyangka hari itu adalah hari jum'at. Namun, banyak pula teman yang langsung mendo'akan.

Hari itu mulai aku lewati dengan ketenangan. Hari itu adalah hari pertama aku menjalani keputusanku.
Keputusan menggunakan jilbab.

Bukan jilbab fashion, bukan jilbab lebar, bukan jilbab langsung. Jilbab yang kukenakan ialah sebuah kain segiempat sederhana. Karna itu yang nyaman bagiku. Dan bagiku yang terpenting adalah sesuai dengan syariatnya.

Jilbab tidak menunjukkan ilmu agama seseorang. Jilbab adalah kewajiban setiap muslimah.
"Orang yang berjilbab tidak selalu muslimah yang taat, namun muslimah yang taat pasti berjilbab."

Saya hanya berusaha tidak menjadi orang yang fasik, mengetahui tapi tidak mengamalkan. Saya sadar ilmu yang saya miliki masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Masih harus banyak belajar.

Tak terasa sepuluh tahun saya lalui. Semoga saya tetap istiqomah untuk menjalani hari-hari dalam keputusan ini.

Tulisan ini dibuat dalam rangka menunaikan nazar agar dapat menginspirasi muslimah lainnya. :)