Selamat Datang :)

Blog ini merupakan catatan istimewa sri, ada opini, artikel, tugas kuliah, dan pengalaman yang ingin di share. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat.. SEMANGAT!!

Rabu, 04 Maret 2015

Superman vs Superteam

Tidak ada komentar:
 
“Tidak ada yang namanya ‘Superman’ yang ada adalah ‘Superteam’.”
Kalimat yang selalu terlintas dibenakku, ketika memulai sebuah pekerjaan.
Kalimat yang berfungsi menyadarkanku, bahwa seluruh peran itu penting sekecil apapun peran itu.
Kalimat yang mengingatkanku, aku adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
Kalimat yang sering aku ucapkan kepada teman-teman kuliah angkatanku.
 
Untuk kondisi kerja terasa terlalu naif. Tapi...
Aku merindukan superteam yang senantiasa berdiri di sebelahku dan berkata ‘KITA BISA’
 

Kamis, 19 Februari 2015

Hobi: Panahan

Tidak ada komentar:
"Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah" (HR Bukhari&Muslim)

Panahan merupakan salah satu bentuk olah raga yang dianjurkan dalam Islam. Pada beberapa bulan terakhir ini, saya dan teman-teman mencoba menjadikan panahan sebagai salah satu hobi kita. :)

Kita bukan orang yang ahli dalam memanah, kita hanya mencoba mengambil pelajaran dari memanah. Banyak hal yang kita dapatkan, bukan sekedar teori tapi aplikasi. Dimana dibutuhkan konsentrasi, ketenangan, kekuatan, hingga analisa kondisi sekitar (terutama arah angin). Seringkali panah melesat jauh dari target, tapi ada juga panah yang sesuai target. Ini memang butuh latihan.

Ketika mulai panahan, ada beberapa kelengkapan yang perlu kita gunakan sebagai pelindung, seperti arm guard yang digunakan dilengan kanan dan berfungsi melindungi tangan dari hantaman senar yang ditarik. Ada juga pelindung jari (finger tab) yang berfungsi melindungi jari ketika menarik senar. Perlengkapan tersebut akan dipinjamkan ketika kita akan bermain panahan.





Menikmati hobi yang satu. Ingin punya perlengkapannya sendiri, biar bisa latihan kapanpun. Tapi karena belum punya, yaa sudahlah, dinikmati aja latihan dengan paket play and pay-nya. :)

Sabtu, 14 Februari 2015

Sepenggal Kisah Skripsi

Tidak ada komentar:

Kemarin bebenah lemari buku dan menemukan sebuah karya yang mengingatkanku akan sebuah pejuangan. Buku itu..... :)

 
 

SKRIPSI!
“Studi Timbulan dan Komposisi Sampah sebagai Dasar Usulan Desain Unit Pengolahan Sampah Jalan Raya Tajur, Kota Bogor”.
Entah dulu ketika zamannya saya lupa atau sangking sibuknya sampai tak sempat posting apa-apa tentang skripsi di blog saya ini.

Awal pencarian judul saya mengambil tema tentang sampah. Mengapa sampah? Karena sampah selalu dan akan selalu ada, dan masih cukup jarang orang yang peduli dengan masalah ini, meskipun saat ini kepedulian tentang sampah menunjukkan tren yang cukup baik.

Perjalanan mengambil sampah, memisahkan sampah, mengukur sampah sungguh sangat membekas dalam ingatan. Dari perlakuan yang ramah hingga perlakuan yang meremehkan semua harus dilalui. Karena ini realita, bahwa tidak semua orang peduli dengan sampah.

Saya sangat bersyukur karena dapat bekerja sama dan dibantu oleh Dinas Kebersihan Kota Bogor. Sangat membantu sekali khususnya dalam proses pengambilan sampah dan pemilahan sampah. Karena area studi yang cukup luas dan berjauhan serta dibutuhkan tempat dan tenaga untuk memilah sampah yang cukup banyak. Meskipun hujan dan bau sampah yang beraneka ragam. Huff...

Hasil akhir skripsi ini mendesain sebuah unit pengolahan sampah dengan tata letak dan kebutuhan area dilengkapi sebuah model sketch up sederhana unit pengolahan sampah. Menarik sekali ketika menganalisa hasil data penelitian dan menuangkannya dalam bentuk gambar 3D membentuk area-area untuk mengolah sampah. Entah bagian mengolah data atau ‘bermain’ dengan sketch up yang menyenangkan, namun ingatan keseluruhan proses pembuatan skripsi ini membuat saya ingin kuliah lagi. Hehe....

Sekarang, meskipun saya tidak bergelut tentang persampahan, tetapi rasa untuk kembali berfikir, menganalisa, mencoba memberi solusi, dan ikut bergerak itu tetap ada. Tahun lalu saya membuat proposal sebagai salah satu bentuk solusi tentang persampahan, sebagai pengumpul dan penjual. Sebagai pihak kedua yang mengumpulkan sampah dari pihak pertama untuk diolah oleh pihak ketiga menjadi barang yang dapat dijual. Tetapi saya terkendala mencari pihak ketiga yang bisa mengolah sampah itu :(. Haruskah saya merangkap menjadi pihak kedua dan ketiga? Mungkin iya bila hingga target tahun tertentu saya belum menemukannya. Bila ada yang punya kontaknya, bolehlah dibagi.... :)

Sabtu, 24 Januari 2015

Pengingat diri dan hati sendiri...

Tidak ada komentar:

Apa kabar hati?
Masihkah ia embun,
Merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun.

Masihkah ia karang?
Berdiri tegar,
Menghadapi gelombang ujian.

Apa kabar iman?
Masihkah ia bintang,
Terang benderang menerangi kehidupan.

Apa kabar saudara-saudariku?
Di manapun engkau berada semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga dirimu, hatimu dan imanmu hari ini dan untuk selamanya.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah ketulusan..
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah keikhlasan..
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau belajar tentang memaafkan..
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau belajar tentang ketangguhan..
Ketika kau harus membayar sesuatu yang seharusnya tidak kau tanggung, maka saat itulah kau belajar tentang kemurahan hati..
Bersyukurlah karena Allah selalu memberikan terbaikNya tuk tiap kita..

Tersenyumlah dan dunia kan tersenyum padamu, temukan pelangi yang berarti senyum lingkungan yang menunjukkan bahwa kau telah bisa menyeimbangkan antara hati dan diri..

Batas kesabaran adalah rasa syukur, batas kesyukuran adalah rasa sabar, semua terangkum dalam tawakal pada-Nya.
 
Jangan pernah menyerah pada sebuah keadaan, akan selalu ada harapan baru selama kita berada di jalan-Nya dan mau terus belajar arti kehidupan.
 
Bismillahirrahmanirrahim...
Innallaha Ma'ana.

Minggu, 18 Januari 2015

Di Proyek ini Saya Belajar....

Tidak ada komentar:

Menjadi seorang Engineer. Insinyur. Ternyata memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Menjadi konsultan bidang MEP bukan perkara mudah. Tak ada dunia teknik yang mudah. Yang menurut saya paling rumit menjadi konsultan MEP adalah karena berbagai disiplin ilmu teknik yang berbeda: Mesin, Elektrikal, Elektronik, Sanitari, dan Pemadam kebakaran ada disini. Memang akan dibagi per divisi sesuai jurusan kita, tapi kita harus mencoba mempelajari dasar-dasar ilmu yang lainnya. Bukan apa dan mengapa harus mempelajarinya, ini lebih karena ketika kita mewakili rapat atas nama kantor, kita diharuskan bisa menjawab permasalahan-permasalahan terkait MEP, bukan sekedar divisi kita saja. Oke, disini saya mulai belajar.

Tidak ada senior yang tidak melewati tahap junior. Dulu di beberapa proyek sebelumnya saya suka ikut rapat untuk menjelaskan sistem yang saya dan tim buat untuk proyek. Hanya sebagai pelengkap. Tapi disini saya dituntut untuk tidak sekedar mengetahui sistem yang divisi saya buat, tapi seluruh divisi, seluruh MEP. Hmm... oke disini saya belajar. Meskipun terasa sangat berat, disertai tekanan dari berbagai macam pihak.

Semua rasa ada disini. Air mata sudah sekian kali jatuh membasahi kertas-kertas ini. Tapi tak jarang senyum dan tawa juga menghiasi perjalanan proses pembelajaran ini. Dan saya menikmatinya meskipun hanya sekedar memuaskan rasa penasaran akan dasar-dasar ilmu ME lainnya.

Di proyek ini saya belajar. Bahwa diantara MEP, arsitek, dan struktur merupakan sebuah kesatuan dengan tujuan yang sama, membangun gedung. Tak ada yang utama dibandingkan yang lainnya, semua penting, meskipun pada akhirnya akan ada yang mengalah dalam sebuah permasalahan, namun disini saya belajar bahwa permasalahan akan cepat teratasi ketika kita mengoordinasikan dengan seluruh pihak dan perlunya sikap pengertian antar bidang.
Seperti contoh permasalahan tinggi bersih area parkir yang kurang akibat dimensi ducting yang besar dan balok yang besar juga. Berbagai macam opsi muncul, dari perubahan layout ducting hingga usulan ducting yang menembus balok. Bila tidak ada koordinasi maka akan ada masalah pada saat pembangunan. Di proyek ini saya belajar akan pentingnya koordinasi dan kejujuran akan prediksi masalah yang akan timbul. Serta cara terbaik mengatasi masalah yang ada.

Koordinasi akan sangat optimal ketika pihak owner ikut memahami permasalahan. Disini saya melihat pentingnya tim owner yang terdiri dari arsitek, struktur, dan MEP agar didapatkan hasil terbaik dari seluruh opsi-opsi yang ada. Disini saya belajar menghargai dan memahami bahwa ini adalah hasil bersama, bukan karena salah satu pihak, tapi seluruh pihak yang termasuk dalam tim yang terdiri dari pihak owner dan konsultan ikut terlibat. Koordinasi ini juga sangat erat kaitannya dengan metode komunikasi. Memang di awal terasa berlebihan ketika tim owner mengusulkan membuat grup whatsapp, tapi seiring berjalannya waktu, sangat terbukti efektif dalam mengoordinasikan masalah yang ada sehingga cepat selesai. Memang sebelumnya ada metode koordinasi yang menggunakan email, namun email lebih membutuhkan waktu untuk mengunggah, mengunduh, dan menjawab masalah yang disampaikan. Dibandingkan whatsapp yang tinggal langsung foto dan unggah, selain itu juga otomatis diketahui apakah pesan sudah dibaca atau belum. Memang dibeberapa waktu pernah mengganggu saat istirahat dan waktu libur. Apalagi ketika dateline penyerahan gambar, konsultan selalu diburu tim owner, haha... Disini saya belajar pentingnya komunikasi yang baik dan efektif serta bersahabat sehingga tidak menimbulkan kesan kaku tapi tetap saling menghargai.

Di proyek ini saya belajar, untuk berani berpendapat, berani berbicara. Karena sejujurnya dulu saya lebih suka bekerja dibalik layar, tapi sekarang saya menikmatinya meskipun Bahasa Inggris yang saya gunakan tidak sebaik orang lain.

Saat ini tahap desain sudah selesai. Sekarang kita bisa sedikit bernafas lebih tenang karena gedung ini sedang dibangun. Saat ini waktunya mengecek pekerjaan kontraktor, mengawal desain yang kita buat sebelumnya. Disini saya belajar mengecek tiap item yang diajukan kontraktor, mulai dari tipe, spesifikasi, surat dukungan, hingga distributor-distributor terkait.

Di proyek ini saya belajar, dan saya menikmati proses ini. Proses menjadi engineer seutuhnya.

Hal ini benar-benar akan menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk saya.

Tak lupa saya berharap gedung yang kami rancang ini memiliki manfaat yang besar bagi kebaikan lingkungan sekitar, sehingga ini jadi salah satu bentuk aplikasi ilmu yang bermanfaat.

Di proyek ini saya belajar. Ya, saya belajar di proyek ini. Proyek Lot 10.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Terima kasih tim Lot 10 atas kerjasama yang baik ini.

Tahun 2017, kita tunggu pembukaan gedung ini.