Selamat Datang :)

Blog ini merupakan catatan istimewa sri, ada opini, artikel, tugas kuliah, dan pengalaman yang ingin di share. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat.. SEMANGAT!!

Senin, 10 April 2017

Memesona Itu Unik

Setiap wanita itu cantik, dengan segala apa adanya mereka. Iya. Dengan segala apa adanya mereka. Karena dengan apa adanya mereka, mereka akan berbeda dan memancarkan pesona yang ada dalam dirinya. Unik. Unik berarti khas untuk setiap individu. Tidak ada yang menyamai, bahkan pada pasangan kembarpun memiliki keunikan yang menjadi ciri khas tiap individunya.

Memesona itu unik. Pada setiap orang, khususnya wanita, ada pesona memancar yang berasal dari dalam dirinya. Pesona dari berbagai sisi kehidupan yang meliputi sisi kecerdasan, kemandirian, ketangguhan, hingga ketegasan dalam melewati berbagai macam kondisi. Wanita yang memesona pada sisi kecerdasan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi kemandirian, akan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi ketangguhan, dan akan berbeda pula dengan wanita yang memesona pada sisi ketegasan. Karena apa? karena memesona itu unik.

Pesona tidak terbatas pada satu sisi saja. Seseorang dapat memiliki pesona pada beberapa sisi sekaligus. Pesona itu terbentuk dari keseharian yang dilewati, ujian hidup yang dihadapi, serta dukungan lingkungan sekitar yang didapati.


#MemesonaItu tentang Kualitas Diri. Kualitas diri dilihat dari kepribadian dan keindahan. Kepribadian identik pada setiap diri seseorang. Seseorang yang memiliki prinsip akan menguatkan karakter pribadinya. Sedang keindahan tidak selalu mengenai tampilan fisik. Keindahan dapat disandingkan dengan kebersihan, kebugaran, dan kesesuaian. Menjaga kebersihan diri, melatih diri untuk tetap bugar, dan menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar akan menampilkan keindahan yang ada dari dalam diri seseorang. Kepribadian yang kuat dan keindahan yang terjaga akan membangkitkan pesona dalam diri.


#MemesonaItu tentang Kapasitas Diri. Kapasitas diri untuk menakar hal yang mampu dan tidak mampu dilakukan. Tingkatkan kapasitas diri dengan mengoptimalkan kemampuan diri. Pesona itu akan terlihat saat seseorang berjalan pada bidang yang mampu dilakukannya. Seperti pesona guru yang sedang mengajar, seperti pesona atlet yang sedang berlaga, hingga seperti pesona traveller yang sedang menjelajah. Setiap orang itu unik. Tak perlu melakukan sesuatu diluar kapasitas diri hanya untuk mendapat pengakuan semu. Cukup optimalkan kapasitas diri dan pesona itu akan memancar dari dalam diri.



  #MemesonaItu tentang Keberlanjutan Diri. Usia bisa membatasi hidup didunia ini, namun pesona yang melekat erat akan dapat hidup sepanjang waktu. Seperti pesona para pahlawan yang tetap hidup hingga hari ini. Keberlanjutan diri erat kaitannya dengan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Memesona diantara lingkungan yang memesona. Memesonakan lingkungan akan secara tidak langsung memesonakan diri.



Memesona itu unik tidak hanya pada individu, tetapi memesona itu juga unik terhadap dimensi waktu. Pesona gadis belia, wanita dewasa, ataupun nenek-nenek akan berbeda. Keseluruhannya memiliki pesonanya masing-masing. Pesona yang tak hilang dimakan zaman akan terpancar dari tutur kata, pemikiran, dan tatapan mata yang memesonakan lingkungan sekitar. Pandangan pertama merupakan bagian dari pancaran pesona bagi lingkungan sekitar yang belum pernah bertemu. Pancarkan pesona dengan kualitas diri yang sempurna, kapasitas diri yang optimal, dan diri yang bermanfaat bagi sekitar.

Pada akhirnya, bagiku memesona itu ialah dengan menjadi diri sendiri, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, serta sadar menempatkan diri dan terus berjuang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi sekitar. Memesona akan abadi ketika dalam setiap perjalanan hidup ditemani dengan senyum keikhlasan. Senyum keikhlasan yang terpancar dari tatapan mata akan menambah pesona diri.

Tersenyumlah. Pancarkan Pesona Unikmu.



Tulisan ini diikutsertakan pada lomba pancarkan pesona #MemesonaItu.



Rabu, 12 Oktober 2016

Bergerak

Ada yang datang, ada yang pergi
Ada yang senang, ada yang sedih
Kenangan yang takkan terganti.

Kenangan dan harapan
Masa lalu dan masa depan

Berhentilah memberi harapan, ketika harapan itu sudah terkunci
Cukuplah, biar ku cari harapan yang baru
Karena masih ada harapan yang terbuka
Yang terbaik untukku.

Pada akhirnya, semua akan menjadi ukiran kehidupan yang takkan terganti.

Rabu, 10 Agustus 2016

Proses Mewujudkan Impian - Bagian 1 Prolog

Mimpi, akhirnya saya putuskan untuk mewujudkan impian ini. Impian yang ditargetkan beroperasi di tahun 2020 (aamiin). Bismillahirrahmannirrahim.

Sampah. Bagi saya, sampah merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Tapi ke-kompleks-an sampah dapat diuraikan menjadi benda-benda yang sangat sederhana. Karena pada dasarnya, sampah merupakan hasil samping dari proses produksi. Selain itu, sampah juga tercipta dari faktor waktu. Benda yang saat ini dianggap berharga, bisa jadi benda yang tidak berharga dikemudian hari.

Instalasi pengolahan sampah atau bahasa asingnya Material Recovery Facilities. Bagi saya, instalasi ini merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan. Kreatifitas dan inovasi akan selalu dibutuhkan untuk dapat mengelola sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai. Bukan hal mudah, tapi bukan berarti tak bisa dilakukan. Terlebih lagi skala pengolahan akan sangat memengaruhi bentuk kreasi yang akan diwujudkan. Pengembangan ini merupakan wujud nyata dari slogan "Think Globally, Act Locally".

Keinginan memiliki, mengembangkan, serta menyebarkan instalasi pengolah sampah menjadi target pencapaian yang ingin saya raih. Tapi saya sadar bila ilmu mengolah tiap bentuk sampah itu perlu. Karena dengan mengetahui bentuk akhir sampah yang akan diolah, termasuk melihat dan membaca pangsa pasar, maka pengolahan sampah terpadu akan lebih teratur dan optimal.

Dalam perjalanan menuntut ilmu, mencari inspirasi, serta membaca situasi sangat diperlukan diskusi, kritik, dan saran untuk kemajuan pengolahan ini. Karena garda terdepan dari pengolahan sampah adalah masyarakatnya. Secara masyarakatnya-lah penghasil sampah utama. Bila masyarakat sudah terbiasa dengan pengelolaan sampah, maka pengolahan sampah akan menjadi kebiasaan yang baik.

Tulisan disini akan menjadi teman perjalanan saya serta wadah diskusi yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi yang sejalan.
Mari mengolah sampah...

Minggu, 24 Juli 2016

Anak-ku

Seorang anak tak memilih dimana ia dilahirkan
Seorang anak pun tak memilih orang tua yang akan membesarkan
Orang tua pun seperti itu...

Seorang anak dibentuk oleh orang tua
Anak merupakan cerminan orang tua
Cerminan keluarga yang ia tinggali
Arti awal baik dan buruk yang ia ketahui

Ketika mulutnya belum berbicara,
Kau harus membaca tangisnya,
Kau harus membaca matanya,
Kau harus membaca gerak tubuhnya,
Dan kau akan tau apa yang diinginkannya

Terkadang dari tangisnya kau lihat emosi yang tak tertahan
Terkadang dari matanya kau lihat kerinduan yang tak bisa diucapkan
Terkadang dari gerakannya kau lihat penerimaan ataupun penolakan akan suatu hal

Setiap anak sama
Mereka terlahir polos
Seperti kertas putih
Orang tua dan lingkunganlah yang akan membentuk dirinya

Teruntuk semua orang tua
Bersyukurlah memiliki anak yang merupakan titipan dari Sang Maha Pencipta
Jangan pernah sia-siakan mereka

Teruntuk semua anak
Jadilah anak yang dapat membanggakan orang tuamu
Yang kelak dapat memberikan amalan yang tak akan putus hingga orang tuamu tiada
Jadilah generasi penerus bangsa yang dapat memberikan pengaruh positif untuk keberlangsungan hidup manusia

Tetaplah ceria, tetaplah tersenyum, dan tetaplah bersinar
Selamat Hari Anak Nasional.

Minggu, 17 April 2016

Tetap Seorang Analis

"Warga analis semua bersatu
Yang lama, yang baru semuanya sama
Guna meraih hidup sederhana
Semua sama pelajar analis
Pelajar pelajar analis"
-Mars Analis-

Dulu, laboratorium merupakan lokasi favorit. Dimana banyak suka dan duka didalamnya, termasuk cinta.
Dulu, bahan kimia merupakan teman sehari-hari. Dari asam basa pekat pro analisis hingga asam basa sintetis.
Dulu, alat gelas dan instrumen selalu menemani setiap langkah. Dari piala gelas, labu ukur, gelas ukur, buret, spektrometer, hingga AAS.

Kini, melangkah ke laboratorium saja hampir tak pernah.
Kini, makanan sehari-hari hanyalah desain bangunan.
Kini, teman setia adalah komputer dan autocad.

Tapi, saya tetap seorang analis.
Dan akan tetap menjadi analis.
Meski kompetensi di laboratorium semakin pudar.
Namun pola pikir analis akan tetap ada dalam jiwa.

Disini, disekolah ini, terlalu banyak hal yang takkan dilupakan. Karna semua kenangan telah bersatu merangkai hidup saya. Disini saya belajar bukan hanya materi semata, namun lebih dari itu.
Ada pelajaran tentang arti kehidupan, arti persahabatan, dan arti cinta sejati. Karena semua aspek hidup perlu analisis untuk menentukan kualitasnya, kualitas hidup.

Lustrum. Temu alumni akbar yang selalu diadakan setiap 5 tahun sekali. Lustrum XIII menjadi kali kedua saya ikut hadir di acara ini. Acara yang selalu membangkitkan semangat analis dalam jiwa, meskipun kini tidak terjun dalam dunia industri.

Segala kenangan bersekolah disini menyadarkan saya bahwa saya tetap seorang analis.