<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857</id><updated>2011-12-13T01:50:00.645-08:00</updated><category term='Palestina'/><category term='Umum'/><category term='TL:Sampah'/><category term='TL:Paldom'/><category term='TL'/><category term='kemahasiswaan'/><title type='text'>envist2</title><subtitle type='html'>Catatan Istimewa
Sri Rachmawati Hidayah Siregar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-1782887446976385661</id><published>2011-06-03T07:12:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T07:24:27.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Poster Pengelolaan Limpasan Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dtdoM9hf2SY/TejuVY4071I/AAAAAAAAAIQ/wXOEXZxRzSQ/s1600/Poster%2BKelompok%2BSalam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dtdoM9hf2SY/TejuVY4071I/AAAAAAAAAIQ/wXOEXZxRzSQ/s400/Poster%2BKelompok%2BSalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613998986742787922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-1782887446976385661?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/1782887446976385661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/06/poster-pengelolaan-limpasan-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1782887446976385661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1782887446976385661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/06/poster-pengelolaan-limpasan-hujan.html' title='Poster Pengelolaan Limpasan Hujan'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dtdoM9hf2SY/TejuVY4071I/AAAAAAAAAIQ/wXOEXZxRzSQ/s72-c/Poster%2BKelompok%2BSalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-7063954823439043149</id><published>2011-06-03T06:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T06:18:53.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Xylene</title><content type='html'>Xylene merupakan bahan kimia yang memiliki rumus C6H4(CH3)2. Nama lain dari xylene antara lain xylol, dan dimetilbenzene. Xylene memiliki berat molekul 106,17 gram/mol dengan komposisi karbon (C) sebesar 90,5% dan hidrogen (H) 9,5%. Xylene memiliki tiga isomer yaitu ortho-xylene, meta-xylene dan para-xylene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xylene merupakan cairan tidak berwarna yang diproduksi dari minyak bumi atau aspal cair dan sering digunakan sebagai pelarut dalam industri (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Xylene pada aspal cair pertama kali ditemukan pada pertengahan abad ke 19. Nama dari xylene berasal dari bahasa latin ”wood xulon” karena xylene dapat diperoleh dari hasil destilasi kayu tanpa kehadiran oksigen (Richard L. Myers, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xylene merupakan hidrokarbon aromatik yang secara luas digunakan dalam industri dan teknologi medis sebagai pelarut (Langman JM, 1994.). Xylene dapat digunakan sebagai bahan kimia dasar di industri. Xylene dapat teroksidasi dimana gugus methyl berubah menjadi gugus karboksilat. Ortho-xylene akan membentuk phthalic acid sedangkan para-xylene akan membentuk terephthalic acid. Terephthalic acid merupakan salah satu bahan dalam pembuatan polyesters. Terephthalic acid dapat bereaksi dengan ethylene glycol membentuk ester polyethylene terephthalate (PET). Bahan PET meerupakan bahan plastik yang digunakan sebagai wadah makanan. Perkiraan penggunaan xylene diseluruh dunia mencapai 30 juta ton pertahun (Richard L. Myers, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lembaga internasional telah menentukan nilai ukuran toksisitas untuk xylene. ACGIH menentukan nilai 100 ppm selama 8 jam untuk batas TWA dan 150 ppm selama 15 menit untuk STEL. Tidak jauh berbeda, NIOSH menetapkan angka yang sama untuk TWA yaitu 100 ppm atau sekitar 435 mg/m3 dan 150 ppm atau sekitar 655 mg/m3 untuk STEL. OSHA menetapkan hal senada untuk TWA yaitu 100 ppm atau sekitar 435 mg/m3.Kementrian tenaga kerja menetapkan nilai ambang batas sebesar 434 mg/m³ selama 8 jam. Nilai ambang batas (NAB) merupakan konsentrasi dari zat, uap, atau gas dalam udara yang dapat dihirup selama 8 jam per hari selama 5 hari/minggu, tanpa menimbulkan gangguan kesehatan yang berarti (Soemanto Imamkhasani, 1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xylene dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa jalur, seperti oral, inhalasi maupun dermal.&lt;br /&gt;Pemaparan melalui oral merupakan hal yang jarang terjadi untuk kasus bahan xylene. Pemaparan via oral untuk kasus xylene lebih dikarenakan kurang higienis para pekerja setelah menggunakan atau setelah terpapar xylene, seperti makan tanpa cuci tangan. Pemaparan via oral ini dapat langsung masuk ke dalam saluran pencernaan dan kemudian mengiritasinya. Namun sebagian besar akan bergerak menuju hati untuk dimetabolisis dan diekresikan.&lt;br /&gt;Pemaparan melalui inhalasi cukup sering terjadi, hal ini dikarenakan xylene memiliki karakteristik mudah menguap dan uap xylene dapat terabsorbsi dengan cepat melalui paru-paru (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Pemaparan via inhalasi ini akan mengiritasi saluran pernafasan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada dosis akut, xylene akan mengiritasi hidung, tenggorokan hingga paru-paru.&lt;br /&gt;Pemaparan melalui dermal menyebabkan kulit mengalami kerusakan berupa larutnya lemak oleh xylene. Hal tersebut dikarenakan karakteristik dari xylene yang mudah larut dalam lemak. Pemaparan xylene via dermal tidak sebanyak pemaparan via inhalasi hal tersebut dikarenakan xylene cair dan uap terabsorbsi lambat melalui kulit (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003). Xylene yang terabsorbsi kemudian diangkut oleh darah menuju hati untuk dimetabolisis dan diekresikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan xylene dalam tubuh manusia bergantung pada jalur masuk xylene, seperti yang telah dijelaskan pada mode of exposure. Tujuan akhir pengangkutan xylene berada di hati. Selama di hati xylene mengalami proses metabolisis dimana xylene yang terabsorbsi ke dalam tubuh, 95% dimetabolisme dalam hati menjadi methylhippuric acid (MHA) dan 70-80% hasil metabolisme dieksresikan melalui urin dalam jangka waktu 24 jam (G.A.Jacobson dan S. McLean, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil metabolisme dalam tubuh sebagai indikator paparan xylene yang direkomendasikan oleh American Cenference of Governmental Industrial Hygiensts (ACGIH) disebut biological exposure index (BEI) sebesar 2,0 gram MHA/L urin (Langman JM, 1994.).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-7063954823439043149?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/7063954823439043149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/06/xylene.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7063954823439043149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7063954823439043149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/06/xylene.html' title='Xylene'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-8932906035310177887</id><published>2011-05-16T11:26:00.001-07:00</published><updated>2011-05-16T12:16:46.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL:Paldom'/><title type='text'>Tugas : Pengolahan Air Limbah Domestik 1</title><content type='html'>Secara umum, pengolahan limbah cair dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pengolahan primer, pengolahan sekunder, dan pengolahan tersier. Pengolahan primer merupakan pengolahan secara fisika yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dalam air limbah. Pengolahan sekunder merupakan pengolahan secara biologis yang bertujuan untuk mengoksidasi sisa padatan tersuspensi organik dan padatan terlarut organik. Pengolahan tersier merupakan pengolahan yang bertujuan untuk menaikkan kualitas air efluen (Reynolds dan Richards.1996.”Unit Operations and Processes in Environmental Engineering; Second edition”.Boston: PWS Publishing Company.Hal. 119-120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengolahan Primer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengolahan primer yang akan didesain berupa penyaringan, dan pengendapan primer. Pengolahan ini bertujuan untuk memisahkan bahan inert seperti butiran pasir atau tanah. Penyaringan (screening) merupakan unit proses dimana memiliki tujuan untuk menghilangkan benda-benda berukuran besar seperti kertas, plastik, metal, dan sejenisnya. Benda-benda tersebut jika tidak dihilangkan akan merusakkan peralatan perpompaan dan penghilangan lumpur, pelimpah, katup dan perlengkapan lainnya (Syed, Qasim. Wastewater Treatment Plants: Planning, Design, and Operation. Hal. 155). Sedangakan pengendapan primer digunakan untuk memisahkan butiran pasir atau tanah yang merupakan bahan non-biodegradable dan dapat terakumulasi di dasar instalasi pengolahan limbah cair dari limbah cair yang akan diolah. Pengendapan primer ini umumnya dirancang untuk waktu tinggal sekitar 2 jam (Cleaner Production: Pengelolaan Limbah Industri Pangan. Direktorat Jendral Industri Kecil Menangah. Departemen Perindustrian. Jakarta 2007). Selain itu pengendapan primer ini digunakan sebagai bak ekualisasi yang bertujuan untuk meratakan debit aliran, sehingga pada unit instalasi selajutnya dapat digunakan desain dengan debit sesuai debit yang akan dipompakan kedalam pengolahan, yaitu debit maksimum harian.&lt;br /&gt;Pengolahan primer lainnya yang akan didesain adalah instalasi grit removal. Grit removal merupakan penghilang benda-benda kecil seperti pasir, biji, dan material sejenisnya. Grit removal sangat penting untuk menjaga perpindahan peralatan mekanik dan pompa dari abrasi, melindungi penyumbatan pipa, melindungi cementing effect pada bagian bawah pengolah limbah dan tangki pengendapan primer, serta mereduksi akumulasi bahan inert dalam bak aerasi (Syed, Qasim. Wastewater Treatment Plants: Planning, Design, and Operation. Hal. 238).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penyaring (Screening)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyaring berdasarkan tipe benda yang dihilangkan dibagi menjadi dua tipe, saringan kasar dan saringan halus. Saringan kasar menghilangkan benda-benda yang relatif lebih besar, sedangkan saringan halus menghilangkan benda-benda yang relatif lebih kecil. Berdasarkan cara pembersihan alat penyaring, saringan dibagi menjadi dua yaitu saringan yang dibersihkan secara manual dan saringan yang dibersihkan secara mekanik.&lt;br /&gt;Kriteria Desain (Syed, Qasim. Wastewater Treatment Plants: Planning, Design, and Operation. Hal.158)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-R5I-aPcTHHA/TdFxSL-VHVI/AAAAAAAAAHk/a7a6fkIzZ2M/s1600/kriteria%2Bdesain%2Bsaringan.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-R5I-aPcTHHA/TdFxSL-VHVI/AAAAAAAAAHk/a7a6fkIzZ2M/s200/kriteria%2Bdesain%2Bsaringan.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607387568318782802" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Grit Removal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Grit meliputi pasir, debu, abu, biji, dan bahan lain dalam air limbah yang bersifat nonputrescible dan lebih berat dari bahan organik. Grit removal dapat dikategorikan menjadi dua kategori umum, yaitu penghilangan selektif dari air limbah dan penghilangan diikuti bahan organik dengan degritting. Kriteria desain untuk pembuatan desain aerated grit chamber dapat dilihat pada tebel berikut (Syed, Qasim. Wastewater Treatment Plants: Planning, Design, and Operation. Hal.158): &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UexesEcECKE/TdF3QihUFcI/AAAAAAAAAIE/SNCF54mEBE4/s1600/grit.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UexesEcECKE/TdF3QihUFcI/AAAAAAAAAIE/SNCF54mEBE4/s200/grit.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607394137081124290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bak Ekualisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bak ekualisasi atau bak pengendapan primer dapat didesain untuk menghilangkan padatan organik yang dapat mengendap. Hal ini cukup menguntungkan dalam rangkaian sistem yang akan didesain. Karena beban dari pengolahan di instalasi selanjutnya dapat berkurang. Pada umumnya, fasilitas pengendapan primer ini dapat menghilangkan 50-70% total padatan tersuspensi dan 30-40% BOD5 (Syed, Qasim. Wastewater Treatment Plants: Planning, Design, and Operation. Hal.263).  &lt;br /&gt;Bak pengendapan primer berdasarkan tipe pembersihannya dapat dikategorikan menjadi tiga tipe yaitu tipe aliran horizontal, tipe kontak padatan dan tipe rentang permukaan. Tiap tipe bak pengendapan primer memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disesuaikan dengan desain yang akan dirancang.&lt;br /&gt;Bak ekualisasi atau bak pengendapan primer yang akan dirancang ini memiliki konsep desain dimana air limbah akan masuk setelah melewati unit penyaringan, dan kemudian akan tertahan selama beberapa saat sehingga terjadi pengendapan padatan yang dapat mengendap dan kemudian akan dipompakan menuju unit instalasi selanjutnya dengan debit pompa yang dibuat konstan.&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan tipe dan konsep desain yang akan dibangun, maka digunakan tipe aliran horizontal berbentuk persegi panjang dengan pompa di sisi bersembangan dari aliran masuk. Perlu disediakan fasilitas pembuangan lumpur yang telah mengendap, meskipun jumlah lumpur tidaklah signifikan banyaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-8932906035310177887?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/8932906035310177887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/05/tugas-pengolahan-air-limbah-domestik-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8932906035310177887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8932906035310177887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/05/tugas-pengolahan-air-limbah-domestik-1.html' title='Tugas : Pengolahan Air Limbah Domestik 1'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-R5I-aPcTHHA/TdFxSL-VHVI/AAAAAAAAAHk/a7a6fkIzZ2M/s72-c/kriteria%2Bdesain%2Bsaringan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-7715720542101708316</id><published>2011-04-26T21:25:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T21:28:13.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL:Sampah'/><title type='text'>Material Recovery Facility (MRF)</title><content type='html'>Material recovery facility merupakan subuah bangunan yang digunakan untuk menerima, memilah, memroses dan minyimpan bahan daur ulang untuk dibentuk dan dijual kembali. Pada dasarnya terdapat dua tipe MRF, yaitu MRF kotor dan MRF bersih. MRF kotor menerima limbah yang tercampur, sehingga dibutuhkan kegitan pemilahan bahan daur ulang dari limbah yang tercampur. MRF bersih menerima limbah dari sumber tertentu yang sudah terpilah.&lt;br /&gt;Berdasarkan kapasitasnya, MRF dibagi menjadi tiga jenis (Material Recovery Facility Handbook, 2003):&lt;br /&gt;1. MRF kecil&lt;br /&gt;MRF kecil mengolah limbah kurang dari 10 ton per hari. Pada umumnya MRF ini memiliki luas bangunan mencapai 15.000 ft2. Pemrosesan di MRF ini lebih bersifat manual, dengan tipe peralatan yang digunakan seperti forklift, glass crusher, can blower dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. MRF medium&lt;br /&gt;MRF medium mengolah limbah kurang dari 100 ton per hari. Pada umumnya MRF ini memiliki luas bangunan mencapai 20.000 ft2.&lt;br /&gt;3. MRF besar&lt;br /&gt;MRF besar mengolah limbah kurang dari 500 ton per hari. Proses pengoalahan limbah pada skala ini jarang sekali dilakukan oleh pihak swasta.&lt;br /&gt;Kebutuhan area MRF didesain sesuai dengan jumlah limbah yang akan diproses. Bagian dari MRF terdiri dari area tipping floor, yaitu area untuk menyimpan limbah yang akan diproses, area pemrosesan, dan area penyimpanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-7715720542101708316?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/7715720542101708316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/04/material-recovery-facility-mrf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7715720542101708316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7715720542101708316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/04/material-recovery-facility-mrf.html' title='Material Recovery Facility (MRF)'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-7237334245395527283</id><published>2011-02-13T10:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T10:08:23.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Tugas 1 Pencegahan Pencemaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WASTE MINIMIZATION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program waste minimization atau minimisasi limbah telah dimulai sejak tahun 1988 oleh US Environmental Protection Agency (US EPA). Minimisasi limbah merupakan pendekatan pengelolaan limbah yang berfokus pada pengurangan jumlah dan toksisitas limbah berbahaya yang dihasilkan pada suatu proses. Terdapat tiga metode umum minimisasi limbah yaitu:&lt;br /&gt;Pengurangan di Sumber (Source Reduction)&lt;br /&gt;Yaitu mengubah kegiatan dan proses untuk mengurangi atau menghilangkan timbulan limbah bahan berbahaya. Beberapa sumber yang biasanya diperhatikan antara lain substitusi bahan kimia, modifikasi proses, dan peningkatan prosedur operasi.&lt;br /&gt;Daur Ulang (Recycling)&lt;br /&gt;Yaitu ketika bahan limbah digunakan untuk tujuan lain, dirawat dan digunakan kembali dalam proses yang sama, atau direklamasi untuk proses lain.&lt;br /&gt;Pengolahan (Treatment)&lt;br /&gt;Yaitu mengolah limbah yang dihasilkan pada suatu proses sehingga limbah menjadi tidak berbahaya atau berkurang tingkat bahayanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;POLLUTION PREVENTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program pollution prevention atau pencegahan pencemaran merupakan program pengelolaan lingkungan dengan mengupayakan pencegahan pencemaran terhadap lingkungan dari setiap aktivitas, produk dan jasa di perusahaan. Pencegahan pencemaran menurut US EPA adalah teknologi produksi dan strategi yang menghasilkan pencegahan atau pengurangan terbentuknya limbah. Pencegahan pencemaran didefinisikan sebagai pemakaian bahan, proses, praktek yang dapat mengurangi atau menghilangkan timbulan pencemar atau limbah pada sumbernya. Termasuk praktek yang dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan berbahaya, energi, air, dan sumber daya lainnya dan praktek yang melindungi sumber daya alam melalui konservasi atau penggunaan yang lebih efisien.&lt;br /&gt;Pollution prevention dilakukan secara bertahap dengan tahapan:&lt;br /&gt;Environment Aspect Elimination (Process Re-Design)&lt;br /&gt;Melakukan perancangan ulang terhadap proses yang ada.&lt;br /&gt;Environment Aspect Substitution (Process Changes)&lt;br /&gt;Melakukan perubahan proses sehingga aspek lingkungan lama digantikan oleh aspek lingkungan yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;Environment Aspect Engineering (Process Modification)&lt;br /&gt;Modifikasi proses yang ada dengan tidak merubah proses yang ada.&lt;br /&gt;Environment Impact Engineering (Waste Utilization)&lt;br /&gt;Merupakan rekayasa pengendalian dampak lingkungan yang memanfaatkan limbah yang ditimbulkan melalui beberapa metoda antara lain Recycle (Daur Ulang), Recovery (Memanfaatkan Elemen Penting), Reuse (Penggunaan Ulang) dan Retreatment (Pengolahan Ulang).&lt;br /&gt;Pencegahan Pencemaran lebih ditekankan untuk tidak menimbulkan limbah dengan cara pencegahan dan pengurangan langsung dari sumbernya, sedangkan minimisasi limbah mencakup pencegahan pencemaran dan daur ulang serta cara lain untuk mengurangi jumlah limbah yang harus diolah atau ditimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CLEANER PRODUCTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program cleaner production atau produksi bersih diperkenalkan oleh United Nations Enviroment Program (UNEP) pada tahun 1989/1990. Cleaner production merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan untuk mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan. Cleaner Production berfokus pada usaha pencegahan terbentuknya limbah.&lt;br /&gt;Di Indonesia terdapat Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) yang memiliki prinsip-prinsip pokok dalam strategi produksi bersih yang dituangkan dalam 5R yaitu:&lt;br /&gt;RE-THINK&lt;br /&gt;Adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan beroperasi. Implikasi dari re-think adalah perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik pada proses maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur hidup produk. Upaya produksi bersih ini tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dalam pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak terkait baik pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia usaha.&lt;br /&gt;REUSE&lt;br /&gt;Adalah suatu teknologi yang memungkinkan suatu limbah dapat digunakan kembali tanpa mengalami perlakuan fisika atau kimia atau biologi. Implikasi dari re-use adalah penggunaan kembali un-treated water, pemakaian kemasan bahan kimia untuk bahan kimia sejenis.&lt;br /&gt;REDUCTION&lt;br /&gt;Adalah teknologi yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran diawal produksi. Implikasi dari reduction adalah mengurangi dan meminimisasi penggunaan bahan baku, air dan energi serta menghindari pemakaian bahan baku berbahaya dan beracun serta mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga mencegah dari atau mengurangi timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta resikonya terhadap manusia. &lt;br /&gt;RECOVERY&lt;br /&gt;Adalah teknologi untuk memuliakan suatu bahan atau energi dari suatu limbah untuk kemudian dikembalikan kedalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika atau kimia atau biologi.&lt;br /&gt;RECYCLING&lt;br /&gt;Adalah teknologi yang berfungsi untuk memanfaatkan limbah dengan memprosesnya kembali ke proses semula yang dapat dicapai melalui perlakuan fisika atau kimia atau biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RESOURCE EFFICIENT AND CLEANER PRODUCTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program resource efficient and cleaner production didasarkan pada keberhasilah dari program sebelumnya yaitu National Cleaner Production Centers (NCPCs) yang didirikan sejak tahun 1994. Program ini mengarahkan agar terciptanya “zero waste” pada proses suatu industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-7237334245395527283?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/7237334245395527283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/02/tugas-1-pencegahan-pencemaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7237334245395527283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7237334245395527283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2011/02/tugas-1-pencegahan-pencemaran.html' title='Tugas 1 Pencegahan Pencemaran'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-2619717438905541585</id><published>2010-10-30T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-10-30T06:43:16.351-07:00</updated><title type='text'>Penetapan Oksigen Terlarut dalam Sampel Air</title><content type='html'>Adanya oksigen terlarut di dalam air adalah sangat penting untuk menunjang kehidupan ikan dan organisme air lainnya. Kemampuan air untuk membersihkan pencemaran secara alamiah banyak tergantung kepada cukup tidaknya kadar oksigen terlarut. Oksigen terlarut di dalam air berasal dari udara dan dari proses fotosintesa tumbuh-tumbuhan air. Terlarutnya oksigen di dalam air tergantung kepada temperatur, tekanan barometrik udara dan kadar mineral di dalam air.&lt;br /&gt;Salah satu metode untuk menetapkan jumlah oksigen terlarut yang berada dalam air adalah Metode Winkler. Metode ini menggunakan prinsip titrasi yodometri, dimana thiosulfat menjadi bahan penitar.&lt;br /&gt;Oksigen di dalam sampel akan mengoksidasi MnSO4 yang ditambahkan ke dalam larutan pada keadaan alkalis, sehingga terjadi endapan MnO2&lt;br /&gt;MnSO4 + 2 KOH → Mn(OH)2 + K2SO4&lt;br /&gt;Mn(OH)2 + ½ O2 → MnO2 + H2O&lt;br /&gt;            pH rendah&lt;br /&gt;Dengan penambahan asamsulfat dan kalium iodida maka akan dibebaskan iodin yang ekuivalen dengan oksigen terlarut&lt;br /&gt;MnO2 + 2 KI + 2 H2O → Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH&lt;br /&gt;Iodin yang dibebaskan tersebut kemudian dititrasi dengan larutan standart tiosulfat dan indikator kanji&lt;br /&gt;I2 + 2 S2O32- → S4O6- + 2 I-&lt;br /&gt;Tahapan reaksi dan teknis yang harus diperhatikan dalam tiap tahap pekerjaan yaitu&lt;br /&gt;Pada proses pengambilan sampel ke dalam botol winkler harus benar-benar dilakukan tanpa adanya penambahan oksigen akibat turbulensi sampel. Adanya gelembung udara pada saat pengambilan sampel akan menambah jumlah oksigen yang terkandung dalam sampel dan mengakibatkan terjadinya kesalahan positif. Tidak terjadi reaksi kimia pada tahap ini.&lt;br /&gt;Selanjutnya ditambahkan MnSO4 dan alkali iodida azida yang akan bereaksi dengan oksigen yang ada dalam sampel air membentuk endapan mangan (IV) oksida (MnO2). Banyaknya endapan yang terbentuk setara dengan banyaknya oksigen yang ada dalam sampel air, karena seluruh oksigen dalam sampel telah bereaksi dengan mangan. Bila endapan tidak terbentuk mengindikasikan tidak adanya oksigen dalam sampel air. Mangan merupakan salah satu logam amfoter sehingga suasana akan menentukan reaksi yang terjadi, untuk mencapai endapan mangan (IV) oksida diperlukan suasana dengan pH rendah atau alkalis.&lt;br /&gt;Kemudian ditambahkan H2SO4 pekat yang akan melarutkan kembali endapan mangan yang sebelumnya terbentuk. Pada proses pelarutan endapan ini akan terbentuk iodin bebas. Iodin ini akan langsung direaksikan dengan thiosulfat secara titrasi dengan indikator amilum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-2619717438905541585?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/2619717438905541585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/10/penetapan-oksigen-terlarut-dalam-sampel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/2619717438905541585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/2619717438905541585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/10/penetapan-oksigen-terlarut-dalam-sampel.html' title='Penetapan Oksigen Terlarut dalam Sampel Air'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-9140633863491204356</id><published>2010-08-27T15:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-27T15:49:35.320-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Kerja Praktik di Proyek Pembangunan Bendungan Jatigede</title><content type='html'>Bendungan Jatigede merupakan bendungan yang berlokasi di Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Suatu desa yang amat indah. Dengan kondisi alam yang masih terbilang cukup asri. Bendungan ini membendung aliran Sungai Cimanuk. Sumber mata air aliran sungai ini berasal dari Gunung Papandayan di daerah Garut. Daerah aliran sungai ini memiliki perbedaan curah hujan yang signifikan antara bulan kering dan bulan basahnya. Signifikansi perbedaan curah hujan tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan pada bagian hilir bendungan, yaitu sering terjadi kebanjiran pada bulan basah namun seringpula terjadi kekeringan pada bulan kering. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah hilir sungai, maka dibangunlah Bendungan Jetigede ini. Selain itu pembangunan Bendungan Jatigede ini juga dibangun sebagai PLTA, sumber air baku dan sebagai daerah wisata.&lt;br /&gt;Bendungan pada dasarnya memiliki beberapa bagian penting, antara lain inti bendungan, bangunan pelimpah dan terowongan pengelak serta saluran-saluran lain yang berfungsi sesuai peruntukan bendungan, seperti saluran irigasi pada contoh kasus Bendungan Jatigede.&lt;br /&gt;Pada proses pembangunannya banyak aspek-aspek yang harus dipertimbangkan hingga pada akhirnya pembangunan dapat direalisasikan. Dimulai dari aspek teknis, sosial, kelembagaan hingga aspek pendanaan serta keberlangsungan dalam perawatannya. Suatu bangunan apapun akan sangat bermanfaat bila digunakan dengan perawatan yang sesuai sehingga dapat memperpanjang umur bangunan itu. Bila bangunan itu tidak dirawat ataupun tidak dioperasikan sebagaimana mestinya hanya akan menjadikan bangunan itu tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;Kerja praktik di Bendungan Jatigede sungguh menyenangkan. Banyak hal yang dapat dipelajari, dimulai dari aspek struktur, geologi teknik, manajemen konstruksi dan tidak lupa ialah keairan itu sendiri, semua disiplin ilmu terintegrasi menjadi satu sehingga menghasilkan diskusi-diskusi yang pada akhirnya saling menambah wawasan dan pengalaman bagi kita yang berdiskusi. Semakin banyak sudut pandang akan semakin mempertajam analisis serta menambah keakuratan dalam proses pendesainan suatu bangunan. Tidak hanya bidang ilmu teknik sipil, teknik-teknik yang lainpun dapat mengambil pelajaran dari pembangunan Bendungan Jatigede. Bahkan untuk disiplin ilmu sosialpun dapat mempelajarinya, seperti pola hidup masyarakat, hingga aspek kenegaraan yang ada di proyek ini. Hal tersebut dikarenakan pasti akan ada perubahan dalam pola hidup masyarakat sebelum dan sesudah pembangunan Bendungan Jatigede ini, dapat menjadi bahan kajian apakah perubahan tersebut kearah yang lebih baik atau sebaliknya. Selain itu pada proyek ini merupakan proyek kerjasama bilateral atau dua negara, Indonesia dengan China dalam hal konstruksinya. Sungguh luas sekali bahan pelajaran yang dapat diambil dari satu buah proyek yang memang terbilang besar.&lt;br /&gt;Perjalanan selama satu bulan yang memberikan sebuah pengalaman yang unik, karena dapat melihat dengan langsung suatu konstruksi dimana alam yang menjadi subjek studi. Dalam pembangunan bendungan ini, para pekerja khususnya pendesain harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Bukan lingkungan yang menyesuaikan dengan kemauan pendesain. Kondisi lingkungan akan sangat memberikan pengaruh meskipun yang berdampak setahun, sepuluh tahun, hingga seribu tahun sekali, semua harus diperhatikan dan diperhitungkan.&lt;br /&gt;Namun, sepertiya ada pertanyaan dasar yang sering terfikirkan oleh saya pribadi, ketika bendungan ini sudah mengalami ‘kematian’ atau tidak dapat difungsikan kembali, akan diapakan lahan yang telah tertimbun sedimen-sedimen yang mengendap itu???&lt;br /&gt;Aliran mata air tetap berjalan, apakah akan ada aliran baru, atau akan ada perubahan permukaan tanah secara signifikan dari zaman sebelum adanya pembangunan ke zaman setelah pembangunan???&lt;br /&gt;Entahlah, mungkin hanya waktu yang dapat menjawab semua itu.&lt;br /&gt;Jawaban yang sering saya temui dari pertanyaan itu hanyalah pencegahan dengan membangun dam pada bagian hulu serta pencegahan erosi dengan penanaman daerah sekitarnya. Yupz, suatu jawaban yang mudah tetapi tidak semudah pengerjaannya. Tetap harus ada yang menjaga, mengontrol hingga merawat bendungan ini.&lt;br /&gt;Alam semesta, lingkungan mengajarkan banyak hal yang semakin dikaji akan semakin menumbuhkan rasa penasaran dalam diri. Teknik lingkungan mengajarkan cara-cara memperbaiki kondisi alam, membantu alam memurnikan dirinya. Karena alampun hidup. Alampun dapat menjadi teman terbaik ketika kesepian dan kesendirian mendatangi. Bersahabat dengan lingkungan.&lt;br /&gt;Lingkungan telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, sedangkan apa yang telah dilakukan manusia untuk lingkungan sekitar??? Kebanyakan manusia yang mencemari lingkungan dengan sampah-sampah tidak terkelola dengan baik. Seperti apakah pengelolaan sampah yang baik di daerah pedesaan??? Limbah-limbah domestik yang mencemari tanah, serta permasalahan lingkungan yang mendasari perbaikan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;Seringkali karena menganggap tingkat self purificaton lingkungan masih tinggi maka masyarakat membuang sampah sembarangan. Pola itu dapat terbawa ketika desa ini telah maju bila dari sekarang tidak ada pencerdasan tentang pengelolaan lingkungan yang baik. Lingkunganpun bisa marah ketika tidak ada lagi yang menghargai kehidupan makhluk-makhluk hidup lingkungan. Tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan merupakan makhluk hidup yang harus manusia jaga. Tumbuhan memerlukan air, angin, tanah dan matahari, hewanpun demikian. Kenali lingkungan dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;Banyak hal yang menarik dalam perjalanan kerja praktik ini. Saat terindah adalah dapat melihat lingkungan tersenyum dengan memberikan pelangi dan hamparan bintang disertai terangnya bulan serta kehangatan penduduk sekitar.&lt;br /&gt;Berjalan diantara pembangunan konstruksi ditemani debu-debu bertebrangan. Pendakian batu-batu ditemani aliran air yang membawa mineral. Desiran angin dan derasnya hujan tidak kalah menemani perjalanan selama berada di area pembangunan hingga sepatu ini terasa berat diangkat. Matahari terbit dan terbenam diiringi dengan kicauan burung bernyanyi memberikan semangat baru dalam menjalani proses pembelajaran ini.&lt;br /&gt;Pembangunan masih akan terus berlangsung hingga tahun 2013. Akankah senyum lingkungan masih dapat terlihat nanti?? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumedang,12 Agustus 2010, disaat tiba-tiba merasakan bosan dengan yang namanya LAPORAN.. hehehe... ya sudahlah...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-9140633863491204356?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/9140633863491204356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/08/perjalanan-kerja-praktik-di-proyek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/9140633863491204356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/9140633863491204356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/08/perjalanan-kerja-praktik-di-proyek.html' title='Perjalanan Kerja Praktik di Proyek Pembangunan Bendungan Jatigede'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-7699605962463041811</id><published>2010-07-07T19:33:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T19:56:10.410-07:00</updated><title type='text'>Makna Menunggu Sesungguhnya…</title><content type='html'>Lingkungan mengajarkan kita banyak hal. Hal-hal sederhana yang membuat kita harus berfikir mencari makna dari setiap kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan, jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang.&lt;br /&gt;Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.&lt;br /&gt;Anak panah jika tinggalkan busur tak akan kena sasaran.&lt;br /&gt;Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.&lt;br /&gt;Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum di gali dari tambang.&lt;br /&gt;Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Air menunggu kita untuk dijernihkan&lt;br /&gt;Udara menunggu kita untuk dibersihkan&lt;br /&gt;Sampah menunggu kita untuk diolah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal di lingkungan kita yang menunggu untuk kita bergerak. Tapi pergerakan kita harus didasarkan pada teori dan pengalaman. Bahkan sampahpun menunggu kita untuk dibuang di tempat sampah. Bumi kita bukanlah tempat sampah. Bumi kita perlu ditata sedemikian rupa hingga semua seimbang. Karena pada dasarnya setiap komponen lingkungan memiliki kemampuan memperbaiki dirinya sendiri (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;self purification&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Menunggu, sungguh terasa lama ketika kita menunggu hal yang kita inginkan. Tapi isilah waktu-waktu penantian itu dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena bias jadi orang lain membuat kita menunggu karena kita telah membuat orang yang lain menunggu. Tak peduli siapa orangnya, lakukan yang terbaik yang bias kita lakukan.&lt;br /&gt;Demi lingkungan yang lebih baik. Tetap semangat!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-7699605962463041811?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/7699605962463041811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/07/makna-menunggu-sesungguhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7699605962463041811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7699605962463041811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/07/makna-menunggu-sesungguhnya.html' title='Makna Menunggu Sesungguhnya…'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-1743094629670912029</id><published>2010-05-12T23:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T23:44:30.739-07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN DEWAN PENGARAH MUSYAWARAH KERJA KE VII IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA</title><content type='html'>Musyawarah Kerja Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang biasa disingkat MUKER IKM FTUI merupakan forum pengambil keputusan tertinggi di fakultas teknik Universitas Indonesia. MUKER IKM FTUI dilaksanakan setiap empat tahun sekali atau bila dianggap perlu. MUKER memiliki wewenang untuk membekukan, mengaktifkan kembali dan membubarkan IKM serta meninjau atau menyempurnakan peraturan-peraturan yang telah ada di IKM FTUI.&lt;br /&gt;MUKER ke-I pada tanggal 14 September 1971 di Tugu, Puncak, Jawa Barat menghasilkan peraturan rumah tangga IKM FTUI. Selanjutnya diubah dan disempurnakan kembali pada MUKER ke-II hingga terakhir pada MUKER ke-VI. MUKER ke-VI dilaksanakan pada tanggal 10-26 Januari 2007.&lt;br /&gt;Pelaksanaan MUKER bukanlah sesuatu yang dianggap mudah. Perlu persiapan yang sangat matang untuk dapat memperbaiki keberlangsungan IKM FTUI. Dalam pelaksanaannya MPM FTUI sebagai lembaga tertinggi di IKM FTUI membentuk dewan pengarah yang bertugas untuk membuat materi MUKER. Dewan pengarah MUKER atau biasa disingkat DP MUKER terdiri atas satu perwakilan tiap lembaga IKM FTUI dan anggota IKM aktif yang mendaftar.&lt;br /&gt;Pada saat ini, menjelang MUKER ke-VII, MPM FTUI periode 2010 telah membentuk DP MUKER. DP MUKER VII tercatat memiliki anggota sebanyak 50 orang terdiri atas 24 perwakilan lembaga dan 26 anggota IKM aktif yang mendaftar. Khusus untuk DP MUKER ke-VII ini memiliki tugas tambahan yaitu rekomendasi waktu pelaksanaan MUKER VII ke MPM FTUI 2010 paling lambat 15 April 2010.&lt;br /&gt;Perjalanan DP MUKER VII dimulai dari pertemuan pertama pada tanggal 4 Maret 2010, bertempat di Ruang BEM Pusgiwa FTUI. Pertemuan pertama ini sebagai wadah perkenalan, penyamaan persepsi mengenai MUKER hingga tata tertib dalam ruang lingkup DP MUKER itu sendiri.&lt;br /&gt;Pertemuan kedua pada tanggal 9 Maret 2010 di tempat yang sama dilakukan pembahasan mengenai alur yang akan dilakukan. Setelah melewati proses dan berbagai pertimbangan, akhirnya dicapai sebuah kesepakatan alur. Kesepatakan alur yang akan digunakan sebagai kerangka kerja DP MUKER yaitu penentuan masalah, pengelompokkan masalah, pemprioritaskan masalah, pengkajian masalah, solusi masalah, dampak solusi masalah dan terakhir alternatif solusi.&lt;br /&gt;Pertemuan ketiga pada tanggal 11 Maret 2010 dilakukan pembahasan mengenai sumber informasi yang dapat diambil sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan MUKER VII serta metode penentuan informasi yang akan dilakukan. Sumber informasi meliputi mahasiswa termasuk DP MUKER dan warga teknik, BPH dan BP lembaga, dosen, alumni, birokrat, warga kutek, pedagang kantek, satpam dan karyawan. Sedangkan metode penentuan informasi dilakukan dengan cara bertukar wawasan dan melalui polling.&lt;br /&gt;Pertemuan keempat pada tanggal 17 Maret 2010 dilakukan pembahasan mengenai list masalah yang berasal dari DP MUKER melewati esai yang dibuat ketika hendak masuk sebagai DP MUKER. Masalah-masalah yang muncul cukup banyak, namun dalam pembahasan ini dilakukan pemilihan masalah yang disepakati bersama untuk dikaji lebih mendalam. Kesepatan akan masalah yang ada yaitu periodisasi, keanggotaan IKM, Badan Otonom (BO) / Badan Semi Otonom (BSO) / Klub Peminatan Departemen (KPD), kelas paralel, Proses Pembekalan Anggota Muda (PPAM), Keuangan, Pemilu, Demisioner, Proker turunan, rangkap jabatan, BPH kepanitian, dan Badan Khusus Kerohanian (BKK).&lt;br /&gt;Pertemuan kelima pada tanggal 25 Maret 2010 dilakukan pembahasan pada tahap pengelompokkan masalah. Tahap ini merupakan tahap kedua dari alur yang telah disepakati. Pada tahap ini dilakukan pengelompokkan masalah dari list permasalahan yang sudah muncul pada pertemuan sebelumnya. Setelah melewati proses dan pertimbangan didapatkan pembagian kelompok masalah adalah pemilu dan periodisasi (meliputi periodisasi, pemilu dan demisioner), keanggotaan IKM (meliputi kelas paralel), Klub (meliputi BO, BSO dan KPD), kelembagaan (meliputi proker turunan, BPH kepanitiaan, rangkap jabatan dan BKK), keuangan dan pembinaan (meliputi PPAM). Kelompok masalah yang telah disepakati akan diberikan ke warga teknik untuk kemudian dikomentari dan diprioritaskan melalui media polling.&lt;br /&gt;Pertemuan keenam pada tanggal 6 April 2010 dilakukan penyepakatan dan penyebaran polling kepada warga departemen. Polling yang disebar disesuaikan dengan metode pengambilan sample, yaitu 30% dari total seluruh warga yang ada. Pada pertemuan ini dibahas akan teknis penyebaran polling.&lt;br /&gt;Pertemuan ketujuh tanggal 13 April 2010 seharusnya telah dapat disimpulkan hasil polling dan prioritas masalah yang muncul dari warga. Namun terdapat beberapa kekeliruan teknis dilapangan pada saat penyebaran polling, sehingga pada pertemuan ini dilakukan evaluasi dan perbaikan akan polling serta penyebaran polling yang kurang untuk dapat melengkapi syarat pengambilan sampel sebanyak 30% warga teknik.&lt;br /&gt;Pertemuan kedelapan pada tanggal 15 April 2010 merupakan tanggal dimana rekomendasi waktu untuk pelaksanaan MUKER VII harus sudah ada. Perkembangan hingga sampai tahap ini merupakan perkembangan yang baik dan sesuai dengan alur yang telah disepakati. Pada tanggal ini dilakukan rapat DP MUKER kerja hingga pukul 21.10. Akhir rapat ini menyepakati bahwa rekomendasi waktu dari DP MUKER kepada MPM FTUI 2010 ialah musyawarah kerja ikatan keluarga mahasiswa fakultas teknik universitas Indonesia sebaiknya diadakan pada bulan Januari 2011 pada masa liburan. Namun, keputusan akhir mengenai pelaksanaan MUKER akan disepakati di tingkat MPM FTUI 2010.&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 Mei 2010 sidang pleno MPM FTUI 2010 telah menetapkan bahwa pelaksanaan MUKER IKM FTUI akan dilaksanakan pada bulan Januari 2011 dengan menyepakati bahwa program kerja dapat terus berjalan. Sehingga permasalahan akan adanya proker turunan dapat teratasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-1743094629670912029?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/1743094629670912029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/05/perjalanan-dewan-pengarah-musyawarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1743094629670912029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1743094629670912029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/05/perjalanan-dewan-pengarah-musyawarah.html' title='PERJALANAN DEWAN PENGARAH MUSYAWARAH KERJA KE VII IKATAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-8267650253624789564</id><published>2010-05-12T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T23:35:34.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Kritisisasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008  Tentang Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>Pengelolaan sampah di Indonesia pada saat ini telah menjadi sebuah permasalahan Negara. Hal ini menyebabkan munculnya sebuah undang-undang yang menjadi dasar akan adanya peraturan serta kebijakan tentang pengelolaan sampah. Permasalahan yang telah mencapai tingkat Negara akan meliputi banyak pihak. Oleh karena itu peran serta pihak-pihak yang terkait akan sangat membantu keberlangsungan sistem.&lt;br /&gt;Pengelolaan sampah mencakup sistem secara keseluruhan. Pengelolaan sampah dimulai dari penanganan asal-muasal timbulan sampah hingga pemprosesan sampah akhir. Keadaan ditiap tahap akan menentukan keberhasilan sistem pengelolaan ini.&lt;br /&gt;Undang-undang nomor 18 tahun 2008 merupakan sebuah keberhasilan pemerintah sebagai wujud nyata dari perhatian pemerintah kepada lingkungan khususnya persampahan. Undang-undang ini menjelaskan akan beberapa hal yang menjadi dasar pembuatan kebijakan lainnya di tingkat daerah. Melihat dari keberadaannya, undang-undang ini sangatlah penting dan akan menimbulkan dampak yang besar terhadap perubahan lingkungan saat ini, khususnya apabila pelaksanaan undang-undang ini berjalan sesuai dengan semestinya.&lt;br /&gt;Undang-undang nomor 18 tahun 2008 merupakan undang-undang baru, bukan revisi atas undang-undang sebelumnya. Isi dari undang-undang inipun masih berkesan jauh dari realita. Hal ini memang membutuhkan proses yang cukup panjang, dimana proses itulah yang akan melingkupi seluruh pihak hingga pada akhirnya sistem idealis yang ada dalam undang-undang dapat berjalan sempurna.&lt;br /&gt;Kritisisasi undang-undang yang penulis sampaikan lebih pada penekanan akan pentingnya kontrolisasi pelaksanaan dan sosialisasi undang-undang. Secara isi, undang-undang ini telah bagus sebagai cita-cita atau idealisme pengelolaan sampah. Bukan hal yang tidak mungkin untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang sesuai dengan sistem undang-undang ini. Pada saat ini yang dibutuhkan ialah pemahaman untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik, lebih dari sekedar kebijakan semata. Pemahaman akan adanya cita-cita lingkungan yang lebih baik dan realita keadaan saat ini akan membuat kita sebagai masyarakat seharusnya menjadi sadar dan mengetahui proses yang harus dijalankan.&lt;br /&gt;Sampah bukanlah hanya masalah negara, tetapi lebih dari itu. Sampah ialah permasalahan seluruh masyarakat bersama. Oleh karena itu keterlibatan seluruh pihak sangat dibutuhkan. Masyarakat pun tidak boleh hanya menuntut hak kepada negara tanpa menjalankan kewajibannya. Peran serta tiap aspek telah baik dijelaskan dalam undang-undang ini.&lt;br /&gt;Langkah pasti untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dalam sistem pengelolaan sampah ialah dengan bersama-sama dari seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Masyarakatpun akhirnya harus disadari akan makna dari ”Think Globally, Act Locally”&lt;br /&gt;Tanpa masyarakat, pemerintah bukanlah apa-apa. Tanpa pemerintah, masyarakat juga bukan siapa-siapa. Kerjasama antar keduanya sangat diperlukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-8267650253624789564?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/8267650253624789564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/05/kritisisasi-undang-undang-republik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8267650253624789564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8267650253624789564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/05/kritisisasi-undang-undang-republik.html' title='Kritisisasi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008  Tentang Pengelolaan Sampah'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3970664824550117200</id><published>2010-03-21T06:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T06:37:30.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Bab 6  Bangunan Sadap Air Baku, Screen dan Aerasi</title><content type='html'>6.1 Pendahuluan&lt;br /&gt;Bangunan sadap air baku mengambil air dari sungai, danau atau reservoir yang mencukupi ketinggian airnya. Screen menghilangkan objek yang melayang berukuran besar dalam air, selain itu untuk melindungi proses pompa sebelum aliran masuk dalam rumah pompa. Aerasi merupakan unit proses yang dapat menghilangkan gas dan organik mudah menguap yang dapat menyebabkan bau dan rasa dalam penyediaan air. Aerasi digunakan juga untuk mengoksidasi logam terlarut menjadi bentuk oksida tidak larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2 Struktur Bangunan Sadap Air Baku&lt;br /&gt;Struktur bangunan sadap air baku digunakan untuk mengontrol ketinggian air baku dari sumber air permukaan. Tujuan utamanya ialah untuk memisahkan air dengan zat dalam air seperti partikel, benda melayang, hingga melindungi dari masuknya ikan ke dalam sistem saluran. &lt;br /&gt;Kelengkapan bangunan sadap air baku antara lain:&lt;br /&gt;• Pipa intake&lt;br /&gt;• Pintu air&lt;br /&gt;• Bar screen&lt;br /&gt;• Fine screen&lt;br /&gt;• Pompa&lt;br /&gt;• Bak penampung air baku&lt;br /&gt;• Alat ukur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.2.2 Pemilihan Bentuk Bangunan Sadap&lt;br /&gt;Pemilihan bangunan sadap didasarkan atas beberapa hal yaitu: &lt;br /&gt;• Kualitas air&lt;br /&gt;Seberapa baik atau buruk kualitas air yang akan diolah, sehingga dapat dikendalikan melalui proses instalasi.&lt;br /&gt;• Kedalaman air&lt;br /&gt;Pada kedalaman tertentu air memiliki tingkat yang lebih baik. Disesuaikan dengan kemampuannya merehabilitasi badan air tersebut. Serta dengan bantuan faktor lingkungan luar. &lt;br /&gt;• Kecepatan aliran&lt;br /&gt;Perlu diketahui alirasn pada bangunan sadap yang akan didesain karena dapat jadi mengganggu kehidupan alami air. &lt;br /&gt;• Kestabilan pondasi&lt;br /&gt;Pondasi sangat penting untuk menopang bangunan yang ada di atasnya. &lt;br /&gt;• Kemudahan pencapaian&lt;br /&gt;Akses masuk dari intake ke dalam instalasi&lt;br /&gt;• Ketersediaan energi&lt;br /&gt;Dalam proses menggerakkan pompa di bangunan sadap&lt;br /&gt;• Kedekatan dengan instalasi pengolah air&lt;br /&gt;Dikhawatirkan terjadi dekomposisi sehingga dapat ditentukan apakah perlu ditambahkan preliminary di sekitar bangunan sadap&lt;br /&gt;• Dampak lingkungan&lt;br /&gt;• Bahaya navigasi&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan lingkungan sekitar apakah badan air yang akan disadap digunakan untuk transportasi air atau rekreasi dan sebagainya. &lt;br /&gt;6.2.3 Pertimbangan Desain Bangunan Sadap&lt;br /&gt;Dalam mendesain bangunan sadap beberapa hal spesifik yang harus telah diketahui adalah&lt;br /&gt;• Kecepatan bangunan sadap&lt;br /&gt;• Lokasi bangunan sadap&lt;br /&gt;• Pintu air&lt;br /&gt;• Kontrol es&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3970664824550117200?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3970664824550117200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/03/bab-6-bangunan-sadap-air-baku-screen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3970664824550117200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3970664824550117200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/03/bab-6-bangunan-sadap-air-baku-screen.html' title='Bab 6  Bangunan Sadap Air Baku, Screen dan Aerasi'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3982089263513664144</id><published>2010-02-15T18:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T18:05:16.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemahasiswaan'/><title type='text'>Lebih dari Sekedar Mahasiswa</title><content type='html'>Mahasiswa. Suatu masa dimana seseorang dapat merasakan pendidikan yang lebih di bangku perguruan tinggi. Suatu masa dimana seseorang menjadi bernilai lebih di mata masyarakat. Suatu masa dimana seseorang menjadi penyambung antara pemerintah dengan rakyat. Suatu masa dimana seseorang dengan lantang dapat menyerukan kritikan hingga menjatuhkan suatu rezim pemerintah. Itulah sedikit gambaran akan mahasiswa.&lt;br /&gt;Kemahasiswaan merupakan segala sesuatu yang berkenaan dengan mahasiswa. Berdasarkan kewajiban sesorang mahasiawa, kemahasiswaan dapat dibagi menjadi dua; kewajiban secara akademis dan kewajiban secara non akademis. Kedua hal ini menjadi suatu kewajiban yang ada pada seorang mahasiswa yang berlandaskan pada kebutuhan pasar di persaingan dunia nyata. Kedua hal ini merupakan hal penting dan utama yang dapat menumbuhkan suatu kreatifitas maupun inovasi kemajuan perkembangan negeri.&lt;br /&gt;Kenyataannya yang terjadi saat ini, pelaksanaan kewajiban mahasiswa hanya terarah pada kewajiban akademis saja. Tidak dapat disalahkan jua, beban-beban akademis yang dirasakan semakin berat serta pembatasan masa belajar di perguruan tinggipun menuntut agar mahasiswa lebih fokus pada kewajiban akademisnya saja. Namun itulah seharusnya yang menjadi tantangan zaman ini. Mahasiswa saat ini dituntut agar dapat menyeimbangkan antara kewajiban akademis maupun non akademisnya. Kenapa tidak, mahasiswa haruslah tetap memiliki kemampuan hingga keahlian dalam bidang non akademis, seperti kemampuan manajemen waktu hingga kepemimpinan. Keahlian seperti itu tidak didapatkan secara teori saja, namun didapatkan dengan pengalaman dalam berorganisasi.&lt;br /&gt;Perguruan tinggi dimana lembaga kemahasiswaannya mati hanya akan mencetak para pekerja yang hanya bekerja saja tanpa mempedulikan lingkungan sekitar, tanpa peduli akan kejadian disekelilingnya. Adanya lembaga kemahasiswaan menjadikan mahasiswa belajar untuk peduli pada keadaan sekitar yang sedang terjadi. Kepedulian itulah yang kini mulai hilang.&lt;br /&gt;Universitas Indonesia yang dulu terkenal akan Kampus Perjuangan, dimana pejuang-pejuang kemahasiswaan terlahir dari kampus ini kini telah menurun kemampuannya dalam mencetak generasi pejuang. Benarkah itu? Buktikan bahwa kampus ini masih memiliki generasi pejuang yang dapat membangkitkan kembali kemahasiswaan demi mewujudkan perbaikan negeri kedepannya.&lt;br /&gt;Jadilah saksi hidup perjuangan bangkitnya negeri ini. Hidup Mahasiswa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3982089263513664144?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3982089263513664144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/02/lebih-dari-sekedar-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3982089263513664144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3982089263513664144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/02/lebih-dari-sekedar-mahasiswa.html' title='Lebih dari Sekedar Mahasiswa'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-4900904456340872467</id><published>2010-02-15T17:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T18:02:16.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Evolusi Managemen Limbah Padat</title><content type='html'>1.1 Limbah Padat Konsekuensi Hidup&lt;br /&gt;Dahulu ketika penduduk atau masyarakat sedikit, limbah tidak menjadi sebuah permasalahan. Permasalahan mengenai limbah mulai muncul ketika manusia berada di suatu kelompok atau komunitas dimana akumulasi limbah akan menjadi konsekuensi dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Fenomena ekologi seperti polusi udara dan air dianggap berasal dari penanganan limbah padat yang salah serta rekayasa landfill yang buruk, sehingga mengontaminasi air permukaan dan air tanah. Daerah pertambangan menghasilkan leachet yang mengandung bahan beracun yang dapat mengontaminasi sumber air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Timbulan Limbah dalam Masyarakat Berteknologi&lt;br /&gt;Perkembangan masyarakat berteknologi di United States dimulai pada saat Revolusi Industri di Eropa, mengakibatkan penaikan pada permasalahan pengelolaan limbah padat. Untuk memahami permasalahan secara alami dapat ditinjau dari skema bahan dan membentuk kelompok angkatan penghasil limbah dalam masyarakat teknologi serta memandang efek atau dampak langsung akibat kecanggihan teknologi pada desain fasilitas limbah padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema Bahan dan Pembentukan Timbulan Limbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/S3n74iGk9hI/AAAAAAAAAG8/cwBzU3Fatho/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/S3n74iGk9hI/AAAAAAAAAG8/cwBzU3Fatho/s200/1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438654973672224274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Skema 1. Skema Bahan dan Pembentukan Timbulan Limbah&lt;br /&gt;Sebuah jalan terbaik untuk mereduksi sejumlah limbah padat yaitu dengan membatasi penggunaan bahan baku serta menaikkan rata-rata daur ulang dan penggunaan kembali bahan limbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Kecanggihan Teknologi&lt;br /&gt;Teknologi modern dalam pengepakan dapat merubah parameter-parameter dalam mendesain fasilitas limbah padat. Respon teknis untuk mendesain fasilitas limbah padat harus memperhatikan trend. Prediksikan seluruh perubahan teknologi yang dapat berakibat pada perubahan karakteristik limbah padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Perkembangan Managemen Limbah Padat&lt;br /&gt;Solid Waste Management atau Manajemen Limbah Padat didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang dapat mengontrol generasi, penyimpanan, pengoleksian, pemindahan dan pengalihan, pemprosesan dan pengolahan limbah padat dalam berbagai cara yang didasarkan pada prinsip dasar kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik, konservasi, estetika, dan kondisi lingkungan lainnya dan dapat dilihat dari respon tingkah laku masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen Fungsi dari Sistem Manajemen Limbah&lt;br /&gt;Terdapat enam fungsi elemen dalam sistem manajemen limbah yaitu generasi penghasil limbah, pembagian dan penanganan, penyimpanan dan pemprosesan di sumber, pengumpulan, pembagian dan pemprosesan serta transformasi limbah padat, pemindahan dan pengangkutan serta pembuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antaran keenam fungsi elemen ditunjukkan pada skema dibawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/S3n8Mj29QnI/AAAAAAAAAHE/196dcTBrQ2Q/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/S3n8Mj29QnI/AAAAAAAAAHE/196dcTBrQ2Q/s200/2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438655317740962418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema 2. Hubungan Tiap Fungsi Elemen dalam Sistem Manajemen Limbah&lt;br /&gt;Dengan memahami tiap fungsi elemen, hal ini memungkinkan untuk dapat mengidentifikasi aspek fundamental dan hubungan tiap elemen serta dapat dilakukan pengembangan jika kondisi memungkinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Integrated Solid Waste Management (ISWM) &lt;br /&gt;Integrated Solid Waste Management atau disingkat menjadi ISWM dapat didefinisikan sebagai teknik, teknologi dan program manajemen untuk mengumpulkan limbah spesifik secara lebih menyeluruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hirarki Integrated Solid Waste Management(ISWM) &lt;br /&gt;Hirarki yang diadopsi dari United States Environmental Protection Agency (EPA) mengandung beberapa elemen, yaitu sumber pengurangan, daur ulang, perubahan limbah dan landfill. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Operasi Sistem Managemen Limbah Padat&lt;br /&gt;Perencanaan teknik manajemen limbah padat meliputi aspek sosial, politik dan factor teknis. Beberapa manajemen isu limbah padat dan pilihan masa depan serta tantangannya antara lain: &lt;br /&gt;Manajemen isu meliputi standar peraturan pengamanan, improvisasi metode untuk interpetasi data, identifikasi bahaya dan racun, pembayaran untuk inprovisasi unit manajemen limbah, desain unit pengolahan lahan, dan perawatan untuk pengembangan dan operasi unit manajemen limbah. &lt;br /&gt;Pilihan dan tantangan masa depan meliputi perubahan pola konsumsi di masyarakat, pengurangan volume limbah dari sumber, pembuatan pengaman landfill serta pengembangan teknologi baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-4900904456340872467?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/4900904456340872467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/02/evolusi-managemen-limbah-padat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/4900904456340872467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/4900904456340872467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/02/evolusi-managemen-limbah-padat.html' title='Evolusi Managemen Limbah Padat'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/S3n74iGk9hI/AAAAAAAAAG8/cwBzU3Fatho/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3087509329476159206</id><published>2010-01-11T19:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T19:07:54.261-08:00</updated><title type='text'>Keberuntungan itu masih ada</title><content type='html'>Tak ada manusia yang tak beruntung&lt;br /&gt;Lihatlah matamu, masih bisa melihat&lt;br /&gt;Lihatlah hidungmu, masih bisa bernafas&lt;br /&gt;Lihatlah bibirmu, masih dapat berucap&lt;br /&gt;Jangan kau katakan dirimu tak beruntung&lt;br /&gt;Karena keberuntungan sejati tak dilihat dari&lt;br /&gt;Seberapa besar nilaimu&lt;br /&gt;Seberapa besar penghasilanmu&lt;br /&gt;Seberapa tinggi jabatanmu&lt;br /&gt;Kebetuntungan sejati ialah&lt;br /&gt;Seberapa besar dirimu bermanfaat&lt;br /&gt;Seberapa besar dirimu berkontribusi&lt;br /&gt;Seberapa banyak orang bersyukur atas keberadaanmu&lt;br /&gt;Manusia paling beruntung ialah manusia yang paling bermanfaat untuk sekitar&lt;br /&gt;Manusia yang melakukan perbaikan bukan hanya untuk dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari ini lebih baik dari kemarin&lt;br /&gt;Kita termasuk orang yang beruntung&lt;br /&gt;Jika hari ini sama dengan kemarin&lt;br /&gt;Kita termasuk orang yang merugi&lt;br /&gt;Jika hari ini lebih buruk dari kemarin&lt;br /&gt;Celakalah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjadi orang yang beruntung cukuplah dengan menjadi lebih baik dari kemarin!!!&lt;br /&gt;Jangan khawatir keberuntungan itu masih ada...&lt;br /&gt;Bersemangatlah menjadi manusia yang lebih baik...&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3087509329476159206?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3087509329476159206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/01/keberuntungan-itu-masih-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3087509329476159206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3087509329476159206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2010/01/keberuntungan-itu-masih-ada.html' title='Keberuntungan itu masih ada'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-2038900781546044702</id><published>2009-11-14T09:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T09:59:39.097-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Hubungan Jar Test dengan Unit Operasi dan Proses</title><content type='html'>Secara garis besar, mekanisme koagulasi dan flokulasi adalah : &lt;br /&gt;1. Destabilisasi muatan negatip partikel oleh muatan positip dari koagulan&lt;br /&gt;2. Tumbukan antar partikel&lt;br /&gt;3. Adsorpsi&lt;br /&gt;Selain tumbukan antar partikel terdestabilisasi/mikroflok yang bertujuan membentuk flok dengan ukuran yang relatif besar (makroflok), adsorpsi merupakan mekanisme flokulasi diantaranya dilakukan oleh Al(OH)3, aluminium hidroksida yaitu bentuk hidroksida Al, hasil reaksi hidrolisa Al dengan air. Senyawa ini berbentuk agar-agar (jelly) yang mempunyai sifat “adsorpsi (menyerap di permukaan).&lt;br /&gt;Jika kekuatan ionik di dalam air cukup besar, maka keberadaan koloid di dalam air sudah dalam bentuk terdestabilisasi. Destabilisasi disini disebabkan oleh ion monovalen (valensi 1) dan divalen (valensi 2) yang berada di dalam air. Kejadian ini dinamakan “Koagulasi elektrostatik”, sedangkan koagulasi kimiawi adalah suatu proses dimana zat kimia seperti garam Fe dan Al, ditambahkan ke dalam air untuk merubah bentuk (transformasi) zat-zat kotoran. Zat-zat tersebut akan bereaksi dengan hidrolisa garam-garam Fe atau Al menjadi flok dengan ukuran besar yang dapat dihilangkan secara mudah melalui sedimentasi dan filtrasi.&lt;br /&gt;Pada sistem pengolahan air, koagulasi terjadi pada unit pengadukan cepat (flash mixing), karena koagulan harus tersebar secara cepat dan reaksi hidrolisa hanya terjadi dalam beberapa detik, jadi destabilisasi muatan negatip oleh muatan positip harus dilakukan dalam perioda waktu hanya beberapa detik&lt;br /&gt;Nilai gradien kecepatan (G), waktu tinggal/detensi (td) dan kecepatan aliran air adalah jarang berubah selama instalasi pengolahan air berjalan.&lt;br /&gt;Koagulasi&lt;br /&gt;Penambahan bahan kimia (koagulan) pada proses koagulasi dengan pengadukan cepat, memberikan kesempatan kepada koagulan untuk membentuk inti flok yang berasal dari partikel koloid yang ada dalam contoh air. Proses koagulasi kemudian dilanjutkan dengan proses pengadukan lambat (flokulasi), dengan tujuan memberikan kesempatan bagi inti flok untuk saling bersentuhan sehingga terbentuk flok yang lebih besar yang siap untuk diendapkan. Proses berikutnya adalah pengendapan (sedimentasi) yang bertujuan untuk mengendapkan flok yang sudah terbentuk.&lt;br /&gt;Faktor–faktor yang mempengaruhi koagulasi : &lt;br /&gt;(1) Pemilihan bahan kimia&lt;br /&gt;Pemilihan koagulan dan koagulan pembantu, merupakan suatu program lanjutan dari percobaan dan evaluasi yang biasanya menggunakan Jar test. Seorang operator dalam pengetesan untuk memilih bahan kimia, biasanya dilakukan di laboratorium. Untuk melaksanakan pemilihan bahan kimia, perlu pemeriksaan terhadap karakteristik air baku yang akan diolah yaitu :&lt;br /&gt;• Suhu &lt;br /&gt;• pH&lt;br /&gt;• Alkalinitas&lt;br /&gt;• Kekeruhan&lt;br /&gt;• Warna&lt;br /&gt;Efek karakteristik tersebut terhadap koagulan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Suhu rendah berpengaruh terhadap daya koagulasi/flokulasi. Suhu dan memerlukan pemakaian bahan kimia berlebih, untuk mempertahankan hasil yang dapat diterima. Nilai ekstrim baik tinggi maupun rendah, dapat berpengaruh pH terhadap koagulasi/flokulasi, pH optimum bervariasi tergantung jenis koagulan yang digunakan Alum sulfat dan ferri sulfat berinteraksi dengan zat alkalinitas kimia pembentuk alkalinitas dalam air, membentuk senyawa aluminium atau ferri hidroksida, memulai proses koagulasi. Alkalinitas yang rendah membatasi reaksi ini dan menghasilkan koagulasi yang kurang baik, pada kasus demikian, mungkin memerlukan penambahan alkalinitas ke dalam air, melalui penambahan bahan kimia alkali/basa (kapur atau soda abu). Makin rendah kekeruhan, makin sukar pembentukkan flokKekeruhan yang baik. Makin sedikit partikel, makin jarang terjadi tumbukan antar partikel/flok, oleh sebab itu makin sedikit kesempatan flok berakumulasi. Operator harus menambah zat pemberat untuk menambah partikel-partikel untuk terjadinya tumbukan. Warna berindikasi kepada senyawa organik, dimana zat warna organik bereaksi dengan koagulan, menyebabkan proses koagulasi terganggu selama zat organik tersbut berada di dalam air baku dan proses koagulasi semakin sukar tercapai. Pengolahan pendahuluan terhadap air baku harus dilakukan untuk menghilangkan zat organik tersebut, dengan penambahan oksidan atau adsorben (karbon aktif).&lt;br /&gt;Keefektifan koagulan atau flokulan akan berubah apabila karakteristik air baku berubah. Keefektifan bahan kimia koagulan/koagulan pembantu, dapat pula berubah untuk alasan yang tidak terlihat atau tidak diketahui, oleh karena itu ada beberapa faktor yang belum diketahui yang dapat mempengaruhi koagulasi–flokulasi. Untuk masalah demikian operator harus memilih bahan kimia terlebih dahulu, dengan menggunakan jar test dengan variasi bahan kimia, secara tunggal atau digabungkan atau dikombinasikan.&lt;br /&gt;Jar–test secara subyektif masih merupakan uji yang paling banyak digunakan dalam mengontrol koagulasi dan tergantung semata-mata kepada penglihatan kita (secara visuil) untuk mengevaluasi suatu interpretasi/tafsiran. Selain itu seorang Operator juga harus melakukan pengukuran pH, kekeruhan, bilamana mungkin harus melakukan uji “filtrabilitas” dan “potensial zeta”.&lt;br /&gt;(2) Penentuan dosis optimum koagulan&lt;br /&gt;Untuk memperoleh koagulasi yang baik, dosis optimum koagulan harus ditentukan. Dosis optimum mungkin bervariasi sesuai dengan karakteristik dan seluruh komposisi kimiawi di dalam air baku, tetapi biasanya dalam hal ini fluktuasi tidak besar, hanya pada saat-saat tertentu dimana terjadi perubahan kekeruhan yang drastis (waktu musim hujan/banjir) perlu penentuan dosis optimum berulang-ulang.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa hasil jar test tidak selalu sama dengan operasional di IPA, jadi harus dibuat koreksi dosis yang dihasilkan jar test dengan aplikasi dosis di IPA.&lt;br /&gt;Seorang operator perlu membuat suatu grafik hubungan antara nilai kekeruhan vs dosis koagulan, melalui percobaan jar test untuk variasi nilai kekeruhan (rendah, sedang, tinggi) selama periode waktu minimal satu tahun atau dari data– data yang lalu selama beberapa tahun untuk sumber air baku yang sama. Sehingga dengan adanya grafik ini mempermudah penentuan dosis secara cepat jika ada perubahan kekeruhan secara tiba–tiba. Selanjutnya penentuan dosis dilanjutkan dengan melakukan jar test.&lt;br /&gt;(3) Penentuan pH optimum&lt;br /&gt;Penambahan garam aluminium atau garam besi, akan menurunkan pH air, disebabkan oleh reaksi hidrolisa garam tersebut, seperti yang telah diterangkan di atas. Koagulasi optimum bagaimanapun juga akan berlangsung pada nilai pH tertentu (pH optimum), dimana pH optimum harus ditetapkan dengan jar-test.&lt;br /&gt;Untuk kasus tertentu (pada pH air baku rendah dan pada dosis koagulan yang relatif besar) dan untuk mempertahankan pH optimum, maka diperlukan koreksi pH pada proses koagulasi, dengan penambahan bahan alkali seperti : soda abu (Na2CO3), kapur (CaO) atau kapur hidrat {Ca(OH)2}. Dilakukan penentuan dosis alkali pada dosis optimum koagulan yang digunakan.&lt;br /&gt;Flokulasi&lt;br /&gt;Setelah proses koagulasi partikel-partikel terdestabilisasi dapat saling bertumbukan membentuk agregat sehingga terbentuk flok, tahap ini disebut ” Flokulasi “. Flokulasi adalah suatu proses aglomerasi (penggumpalan) partikel-partikel terdestabilisasi menjadi flok dengan ukuran yang memungkinkan dapat dipisahkan oleh sedimentasi dan filtrasi. Dengan kata lain proses flokulasi adalah proses pertumbuhan flok (partikel terdestabilisasi atau mikroflok) menjadi flok dengan ukuran yang lebih besar (makroflok).&lt;br /&gt;Terdapat 2 (dua) perbedaan pada proses flokulasi yaitu :&lt;br /&gt;1. Flokulasi Perikinetik adalah aglomerasi partikel-partikel sampai ukuran μm dengan mengandalkan gerakan Brownian. Biasanya koagulan ditambahkan untuk meningkatkan flokulasi perikinetik.&lt;br /&gt;2. Flokulasi Ortokinetik adalah aglomerasi partikel-partikel sampai ukuran di atas 1μm dimana gerakan Brownian diabaikan pada kecepatan tumbukan antar partikel, tetapi memerlukan pengaduk buatan (artificial mixing)&lt;br /&gt;Setelah destabilisasi selesai mulai terbentuk agregasi partikel yang mana diameternya lebih kecil dari 1 mikrometer untuk sementara cuma bergerak berdasarkan difusi dan akan terjadi agregasi antar mereka. Dengan ukuran flok dan partikel yang semakin besar semakin penting terjadi agregasi yang disebabkan oleh ortokinetik, maka perbedaan kecepatan diantara partikel semakin besar, akan terjadi pembentukan flok. Dilain pihak jika flok terlalu besar tidak bisa menahan tekanan abrasi didalam air, artinya dengan nilai gradien kecepatan (G value) yang semakin besar ukuran flok rata-rata akan menurun. Untuk mempertahankan nilai G yang berhubungan dengan ukuran partikel, pada prakteknya dilakukan semacam pengadukan pendahuluan (premixing) dengan nilai G yang tinggi, kalau sudah terjadi flok, nilai G diturunkan. Semakin lama agregat akan menumpuk semakin banyak, tahap berikutnya nilai G diturunkan. Dalam beberapa instalasi, misalnya dari nilai G = 100/dt diturunkan menjadi 10/dt. Dengan demikian ada kesempatan untuk menentukan daya enersi yang akan dimasukkan ke dalam masing-masing tahap sesuai dengan kondisi air baku dan sesuai dengan sistem pemisahan yang akan dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;Jika ditinjau dari mekanisme tersebut di atas, maka pada proses flokulasi memerlukan waktu (yang dinyatakan oleh waktu tinggal/detensi = td, dalam detik) yaitu waktu untuk memberi kesempatan ukuran flok menjadi lebih besar dengan berbagai cara yang sudah diterangkan di atas. Disamping memperhatikan waktu, pada proses flokulasi diperhatikan pula kecepatan pengadukan (yang dinyatakan oleh gradien kecepatan = G, dalam dt−1). Kombinasi dari kedua hal penting tersebut, yaitu nilai G x td merupakan kriteria penting yang harus dipenuhi pada proses flokulasi. Nilai spesifik adalah : 104 − 105. Jika nilai spesifik G td dilampaui, maka flok yang sudah terbentuk akan pecah kembali, sebaliknya jika kurang dari nilai spesifik, maka flok tidak akan terbentuk seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan flokulasi yang baik, maka perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;Nilai G : 20 – 70 dt−1&lt;br /&gt;Waktu tinggal (waktu ditensi) : 20 – 50 menit.&lt;br /&gt;Karena proses flokulasi ini memerlukan waktu, dan kecepatan yang relatif rendah, maka flokulasi dilakukan pada unit yang disebut “Pengadukan lambat” atau biasa disebut “Flokulator” dimana jenis pengadukan bisa berupa pengaduk mekanis atau hidraulik.&lt;br /&gt;Dengan dosis koagulan/flokulan pembantu (0,1–1 mg/l) kestabilan flok bisa dipertahankan terhadap abrasi yang menjadi lebih besar dengan adanya flokulan pembantu. Penambahan koagulan/flokulan pembantu yaitu jenis polimer, flok yang terbentuk akan lebih besar pada nilai G (gradien kecepatan) yang sama. Harus ada selisih waktu antara pembubuhan koagulan/flokulan pembantu dengan pembubuhan koagulan (misalnya Al3+ atau Fe3+). Pembubuhan koagulan/flokulan pembantu paling sedikit 30 dtk setelah pembubuhan koagulan.&lt;br /&gt;Jika polimer dibubuhkan terlalu awal, kebutuhannya bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan adanya selisih waktu diantara kedua pembubuhan tersebut di atas. Jika dicampur dengan efisien, pemakaian koagulan/flokulan pembantu akan lebih baik.&lt;br /&gt;Efisiensi dari proses flokulasi pada prakteknya seringkali dapat dilihat dari kualitas air setelah dilakukan pemisahan flok secara mekanik. Dengan demikian, cara pemisahan zat padat atau flok sangat penting dan sangat dipengaruhi oleh bentuk flok yang ada, misalnya untuk melakukan flotasi diperlukan bentuk flok yang lain berbeda dengan flok untuk sedimentasi. Jika dipakai sedimentasi diperlukan flok dengan berat jenis dan diameter yang besar. Pada proses flotasi dibutuhkan flok yang lebih kecil dan mempunya berat jenis yang lebih ringan tetapi mempunyai sifat untuk bergabung dengan gelembung udara. Untuk filtrasi dibutuhkan flok yang kompak yang cukup homogen dengan struktur yang kuat terhadap abrasi dan dengan sifat mudah melekat diatas partikel media penyaring (filter) untuk menjamin pemisahan yang efisien dan operasional penyaringan yang ekonomis.&lt;br /&gt;Untuk efek penjernihan air secara keseluruhan, belum cukup apakah flok bisa dipisahkan dari air secara efektif, karena belum dapat menjamin dengan pasti apakah kualitas air yang diinginkan bisa tercapai hanya dengan kondisi ini saja. Selain itu dibutuhkan bahwa semua zat yang akan dihilangkan dari air juga melekat pada flok.&lt;br /&gt;Untuk mencapai kondisi flokulasi yang dibutuhkan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, seperti misalnya :&lt;br /&gt;1. Waktu flokulasi,&lt;br /&gt;2. Jumlah energi yang diberikan&lt;br /&gt;3. Jumlah koagulan&lt;br /&gt;4. Jenis dan jumlah koagulan/flokulan pembantu&lt;br /&gt;5. Cara pemakaian koagulan/flokulan pembantu&lt;br /&gt;6. Resirkulasi sebagian lumpur (jika memungkinkan)&lt;br /&gt;7. Penetapan pH pada proses koagulasi&lt;br /&gt;Sedimentasi&lt;br /&gt;Pada pengolahan air, proses sedimentasi normal tidak selalu menurunkan partikel secara efisien. Khususnya pada kasus percobaan untuk menghilangkan partikel dengan diameter kurang dari 50μm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-2038900781546044702?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/2038900781546044702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/11/hubungan-jar-test-dengan-unit-operasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/2038900781546044702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/2038900781546044702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/11/hubungan-jar-test-dengan-unit-operasi.html' title='Hubungan Jar Test dengan Unit Operasi dan Proses'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-5376805484449375068</id><published>2009-10-31T06:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T07:08:33.550-07:00</updated><title type='text'>Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(Resume Bab I Buku AMDAL)</title><content type='html'>Analisis mengenai dampak lingkungan atau biasa disingkat dengan AMDAL lahir dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika Serikat, National Environmental Policy Act (NEPA), pada tahun1969. NEPA 1969 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970.&lt;br /&gt;NEPA 1969 merupakan suatu reaksi terhadap kerusakan lingkungan oleh aktifitas manusia yang semakin meningkat. Beberapa kasus misalnya:&lt;br /&gt;Tahun 1950-an Los Angeles di negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat, telah terganggu oleh asap-kabut atau asbut (smog=smoke+fog), yang menyelubungi kota, mengganggu kesehatan dan merusak tanaman. Asbut berasal dari gas limbah kendaraan dan pabrik yang mengalami fotooksidasi dan terdiri atas ozon, peroksiasetil nitrat (PAN), nitrogen oksida, dan zat lainnya.&lt;br /&gt;Tahun 1962 terbit buku yang ditulis oleh Rachel Carson yang berjudul The Silent Spring (Musim Semi yang Sunyi). Buku ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas, baik awam, ilmiah, maupun politik, terhadap permasalahan lingkungan.&lt;br /&gt;Tahun 1953 di bagian bumi lain, Jepang, terjadi malapetaka yang mengerikan diantara penduduk nelayan dan keluarganya di sekitar Teluk Minamata di wilayah barat daya Pulau Kyushu, tejdai wabah neurologis yang tidak menular. Perkembangan penyakit itu baru diketahui penyebabnya pada tahun 1959. Penyebab penyakit itu adalah konsumsi ikan yang mengandung Hg dari beberapa pabrik kimia milik Chisso Co. Yang memproduksi plastik (PVC). Limbah tersebut dibuang ke Teluk Minamata selama beberapa tahun sebelum1953. Metilmerkuri itu terbentuk dari asetaldehide dan air raksa anorganik yang digunakan sebagai katalisator.&lt;br /&gt;Tahun 1964-1965 muncul kembali penyakit minamata di sekitar Niigata yang terletak di pantai Laut Jepang di utara Tokyo.&lt;br /&gt;Tahun 1973 muncul untuk yang ketiga kalinya di Goshonoura di Pulau Amakusa yang berhadapan dengan Minamata.&lt;br /&gt;Peningkatan kadar suatu zat melalui rantai makanan disebut pelipatan biologik (biological magnification). Walaupun logam penyebab penyakit tersebut atau raksa terdapat dalam alam namun dalam dosis yang rendah. Organisme tertentu dapat menimbun air raksa yang diserapnya dari lingkungan ke dalam tubuhnya, peristiwa ini disebut bioakumulasi.&lt;br /&gt;Adanya perristiwa-peristiwa yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan ditambah dengan buku Carson melahirkan organisasi-organisasi yang fokus terhadap permasalahan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pandangan 1 : Pembangunan versus lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1968 di Amerika Serikat diadakan sebuah konferensi yang berjudul The Careless Technology (Teknologi yang tak peduli) mengkritik pembangunan yang tidak mempedulikan lingkungan serta berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan. Risalah konferensi ditulis oleh Commoner (1973) dengan judul On the meaning of ecological failures in international development (Arti kegagalan ekologi dalam pembangunan internasional).&lt;br /&gt;Tahun 1972 The Club of Rome mengeluarkan laporan yang berjudul The limits to growth (Batas pertumbuhan). Laporan ini merupakan faktor penting gerakan zero growth (pertumbuhan nol).&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan lainnyapun bermunculan dan pada akhirnya muncullah konferensi Stockholm pada tahun 1972.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pandangan 2 : Penbangunan dan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara umum keadaan di negara yang sedang berkembang sangatlah berbeda dengan di negara maju. Tingkat hidup masih rendah, produksi bahan makanan masih belum cukup, sehingga menjadikan pembangunan merupakan hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena tanpa pembangunan akan terjadi penurunan kesejahteraan yang akhirnya akan membawa pada kehancuran. Mengingat sebagian dari pembangunan itu memerlukan teknologi tinggi, maka tidak pulalah secara a priori menolak penggunaan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembangunan Berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walupun pembangunan diperlukan untuk mengatasi masalah, termasuk lingkungan, namun pembangunan dapat dan telah memiliki dampak negatif. Oleh karena itu diperlukan keseimbangan antara pembangunan serta lingkungan itu sendiri. Dimana pembangunan yang mempertimbangkan aspek-aspek ketersediaan dan keberlangsungan lingkungan seperti pembangunan berkelanjutan. Analisis mengenai dampak lingkungan merupakan salah satu alat dalam upaya dapat melakukan pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan pada hakekatnya merupakan permasalahan ekologi, khususnya ekologi pembangunan, yaitu interaksi antara pembangunan dan lingkungan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-5376805484449375068?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/5376805484449375068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/analisis-mengenai-dampak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5376805484449375068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5376805484449375068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/analisis-mengenai-dampak.html' title='Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(Resume Bab I Buku AMDAL)'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-166061682969781841</id><published>2009-10-31T06:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T06:40:57.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>• Hubungan Total Solid dengan Unit Operasi dan Produksi pada Pengolahan Air</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pra-Sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses pra-sedimentasi adalah sebuah proses dimana sebelum air baku masuk dalam pengolahan lebih lanjut, air diendapkan secara gravitasi untuk menghilangkan partikel diskrit yang terdapat dalam air.&lt;br /&gt;Penetapan total padatan dilakukan pada air setelah melewati proses pra-sedimentasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kualitas air sebelum dan sesudah proses pengolahan air, selain itu dapat diketahui efisiensi pengolahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koagulasi dan Flokulasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koagulasi adalah panambahan dan pengadukan cepat koagulan menghasilkan koloid yang tidak stabil dan padatan tersuspensi halus membentuk partikel yang tidak stabil. Flokulasi adalah pengadukan lambat atau penyempurna pembentukan partikel yang tidak stabil membentuk flok endapan. Prinsip koagulasi dan flokulasi yang digunakan pada pengolahan air adalah untuk mengumpulkan padatan yang terbentuk menjadi endapan. (Reynolds/Richards.1996.Unit Operations and Processes in Environmental Engineering Second edition.Boston:PWS Publishing Company.hal.166.)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sedimentasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedimentasi adalah pemisahan padatan dan cairan menggunakan proses gravitasi untuk menghilangkan padatan tersuspensi. Dalam pengolahan air, sedimentasi dapat diaplikasikan pada: (Reynolds/Richards.1996.Unit Operations and Processes in Environmental Engineering Second edition.Boston:PWS Publishing Company.hal.219.)&lt;br /&gt;1. Pengendapan sederhana dari air permukaan untuk pengolahan menggunakan instalasi saringan pasir cepat.&lt;br /&gt;2. Pengendapan dengan koagulasi dan fitrasi sebelumnya pada saringan pasir cepat.&lt;br /&gt;3. Pengendapan dengan koagulasi dan fitrasi pada lime-soda tipe instalasi pelunakan kesadahan.&lt;br /&gt;4. Pengendapan komponen air pada instalasi penghilang besi dan mangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Desinfeksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hubungan total padatan pada proses desinfeksi akan mempengaruhi konsentrasi desinfektan yang ditambahkan. Total padatan berbanding lurus dengan konsentrasi desinfektan yang harus ditambahkan Hal ini disebabkan karena keberadaan mikroorganisme yang akan dimatikan oleh desinfektan terhalangi oleh keberadaan partikel-partikel padatan. Sehingga sebelum proses desinfeksi akan terdapat nilai maksimum padatan &lt;br /&gt;Dalam air, material tersuspensi tidak disenangi karena materi tersuspensi ini dia akan menyerap agen bilogis dan kimia, penyerapan ini akan menghalangi migroorganisme untuk klorinasi. (Spellman, Frank R. 2003.Handbook of Water and Wastewater Treatment Plant Operations.United States of America:Lewis Publishers.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-166061682969781841?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/166061682969781841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/hubungan-total-solid-dengan-unit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/166061682969781841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/166061682969781841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/hubungan-total-solid-dengan-unit.html' title='• Hubungan Total Solid dengan Unit Operasi dan Produksi pada Pengolahan Air'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3124650551205765532</id><published>2009-10-09T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-09T20:48:38.264-07:00</updated><title type='text'>Teknologi Pengkontrolan Pencemaran Udara</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Absorption&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Mengabsorpsi merubah pencemar dari fase gas menjadi fase cair. Struktur absorpsi terdiri atas spray chamber dan tower or columns (gambar diatas). Scrubbers merupakan salah satu tipe spray chamber, tetesan cairan digunakan untuk mengadsorb gas-gas. Pada tower, lapisan tipis suatu cairan digunakan sebagai media adsorpsi. Scrubbers relative tidak efisien tetapi memiliki keuntungan untuk dapat menghilangkan partikel secara simultan. Tower lebih efisien tetapi dapat tersumbat oleh partikel-partikel.&lt;br /&gt;Tahap : Difusi pencemar gas pada permukaan cairan&lt;br /&gt;   Dissolution &lt;br /&gt;   Difusi gas terlarut dari permukaan menjadi cairan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adsorption&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Gas terpenetrasi ke dalam pori padatan (adsorben). Teknologi ini efektif untuk pencemar hidrokarbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Combustion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Teknologi ini dapat diterapkan bila kontaminan pada aliran gas dapat dioksidasi menjadi gas inert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Flue Gas Desulfurization (FGD)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Teknologi untuk menghilangkan atau mendaur ulang sulfur. Mekanisme kerja dengan mengabsorbsi secara keringg menggunakan batu kapur atau material lain. FGD terbagi atas dua kategori yaitu non-regenerative dan regenerative. Non-regenerative digunakan untuk menghilangkan oksida sulfur dari aliran gas. Regenerative digunakan untuk memulihkan dan menggunakan kembali oksida sulfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cyclones&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Cyclones mengumpulkan partikel dengan ukuran diameter lebih besar dari 10µm. Partikel gas bergerak masuk kedalam cyclone secara sentrifugal sehingga terjadi pemisahan antara partikel dengan udara bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Electrostatic Precipitation (ESP)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Prinsip :&lt;br /&gt;Pengumpulan secara kering partikel dari aliran gas panas merupakan kondisi yang membuat efisiensi tertinggi. Partikel aliran gas melewati kawat dan lempengan , ion-ion mengikat partikel, memberikan partikel muatan negative. Partikel negative kemudian berpindah ke lempengan bermuatan positif. Lempengan positif dibersihkan secara berkala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3124650551205765532?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3124650551205765532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/teknologi-pengkontrolan-pencemaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3124650551205765532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3124650551205765532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/10/teknologi-pengkontrolan-pencemaran.html' title='Teknologi Pengkontrolan Pencemaran Udara'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3074888826625954419</id><published>2009-05-26T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T21:30:20.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Filtrasi</title><content type='html'>Filtrasi adalah proses penyaringan air melalui media pasir atau bahan sejenis untuk memisahkan partikel flok atau gumpalan yang tidak dapat mengendap, agar diperoleh air yang jernih. &lt;br /&gt;Penyaring adalah pengurangan lumpur tercampur dan partikel koloid dari air limbah dengan melewatkan pada media yang porous. Kedalaman penyaringan menentukan derajat kebersihan air yang disaringnya pada pengolahan air untuk minum. &lt;br /&gt;Mekanisme yang dilalui pada filtrasi: &lt;br /&gt;1. Air mengalir melalui penyaring glanular&lt;br /&gt;2. Partikel-partikel tertahan di media penyaring&lt;br /&gt;3. Terjadi reaksi-reaksi kimia dan biologis&lt;br /&gt;Berdasarkan jenisnya filter terbagi menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Particle Removal (Penghilang Partikel)&lt;br /&gt;Partikel-partikel menempel pada butiaran media penyaring karena sifatnya yang lengket (Sticky) sehingga cairan yang dilewatkan penyaring ini akan menghasilkan air yang lebih jernih.&lt;br /&gt;2. BioFiltrasi&lt;br /&gt;Kondisi di dalam suatu penyaring yang mendorong dan menstimulasi mikroorganisma sehingga mampu melenyapkan senyawa terlarut. Seperti membiakkan mikroorganisme yang dapat menghilangkan besi atau mangan.&lt;br /&gt;Berdasarkan desainnya, filter dapat memiliki berbagai macam desain antara lain:&lt;br /&gt;1. Penyaring terbuka&lt;br /&gt;Penyaring terbuka mengalirkan air melalui media penyaring dengan gravitasi. Laju penyaringannya dibatasi oleh hilang tekanan. Pada penyaring terbuka ini air yang akan dialirkan harus memiliki rentang kekeruhan tertentu. Tidak terlalu besar atau terlalu rendah. Bila kekeruhan tinggi maka proses penyaringan akan sangat berlangsung lambat, dan bila kekeruhan rendah maka proses yang terjadi akan berubah menjadi pencucian filter. Sehingga biasanya rentang kekeruhan sebelum dialirkan dalam penyaring berkisar di 10 NTU. Penyaringan ini telah diterapkan pada instalasi pengolahan air di Rio de Janiero, Brazil.&lt;br /&gt;2. Penyaring tertutup&lt;br /&gt;Pada penyaringan tertutup ini tekanan yang digunakan lebih besar. Tekanan ini dihasilkan oleh pompa untuk meningkatkan laju penyaringan sehingga menyebabkan laju alir lebih tinggi dan lapisan penyaring material lebih tinggi, membuat usia pemakaian penyaring lebih panjang. Penyaringan ini telah diterapkan pada instalasi pengolahan air di Jerman.&lt;br /&gt;3. Penyaring lamban&lt;br /&gt;Penyaring lamban ini terdiri dari lapisan gravel dengan tebal 0,3 meter dan pasir setebal 0,6-1,2 meter dengan diameter pasir sekitar 0,2-0,35 milimeter. Dari penyaringan ini akan dihasilkan kecepatan pengaliran sebanyak 0,034-0,10 liter/m3/detik. Apabila air limbah mulai menggenang sedalam 1,5-3 meter maka air limbah tersebut perlu dikeringkan dan permukaan pasir perlu dilakukan pengerukan, sedangkan waktu pengerukan ini dilakukan setiap 30-150 hari. &lt;br /&gt;Dari literatur yang berbeda disebutkan bahwa pada dasar saringan adalah tangki empat persegi panjang yang kedap air atau tempat penyimpanan yang ditata berdampingan dijaga terbuka. Ukurannya adalah kedalaman 2,7 – 3,6 m dan memiliki permukaan air yang konstan dari dasar pasir. Dasar pasir terdiri dari dua lapisan dari batu bata (bricks) ditempatkan di atas salah satu tepinya, dibentuk saluran dan terusan untuk jalan air yang 86 disaring. Lapisan ke dua terdiri dari batu kerikil (gravel) dengan tinggi 15-30 cm, diikuti lapisan pasir kasar (coarse sand) 15 – 30 cm. Di atasnya adalah 90 cm pasir halus (fine sand) dan permukaan air 90 cm dari tangki pengendapan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengoperasian dan perawatan instalasi saringan pasir lambat memiliki beberapa ketentuan, antara lain: &lt;br /&gt;1. Kecepatan penyaringan 0,1-0,4 m/jam; luas permukaan bak maksimum 200 m2; jumlah bak saringan minimum 2 buah&lt;br /&gt;2. Kedalaman bak saringan adalah jumlah tinggi bebas, tinggi air diatas media pasir, tebal pasir penyaring dan tebal karikil penahan.&lt;br /&gt;3. Media penyaring berupa pasir yang mengandung kadar SiO2 90%. Ukuran efktif butiran 0,2-0,4 mm, keseragaman butiran 2-3 berat jenid pasir 2,55-2,65 gr/cm3. Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam &lt; 3 % beratnya.&lt;br /&gt;4. Pengolahan pendahuluan diperlukan untuk penurunan kekeruhan, penambahan oksigen terlarut, penurunan algae dan bakteri koli.&lt;br /&gt;4. Penyaring cepat&lt;br /&gt;Penyaring ini berisikan 0,4-0,7 meter pasir dengan diameter 0,4-0,8 milimeter dan gravel setebal 0,3-0,6 meter. Adapun kecepatan aliran penyaringan yang dihasilkan sebesar 1,3-2,7 liter/m3/detik. &lt;br /&gt;5. Penyaring lapisan tunggal&lt;br /&gt;6. Penyaring lapis ganda&lt;br /&gt;Penyaringan lapis ganda ini menggunakan saringan yang berbeda granulanya misalnya 0,5 meter antrasit dengan diameter 1 milimeter pada bagian atas, 0,3 meter pasir silika dengan diameter 0,5 meter. Satu set penyaringan menghasilkan 2,7-5,4 liter/m3/detik. &lt;br /&gt;7. Penyaring Up-Stream&lt;br /&gt;8. Penyaring Down-Stream&lt;br /&gt;9. Penyaring Basah&lt;br /&gt;10. Penyaring Kering&lt;br /&gt;Pada setiap proses operasional harus disertai dengan proses perawatan. Pada penyaringan proses perawatan dinamakan proses backwashing, yaitu proses dimana filter dalam penyaring dicuci untuk meningkatkan kinerja filter kembali.&lt;br /&gt;Pada proses backwashing laju alir backwashing seharusnya cukup tinggi sehingga semua butiran penyaring dalam kondisi bergerak. Laju ini bergantung pada berat jenis bahan dan ukuran butiran. Pada penyaring lapis ganda laju yang diperlukan jauh lebih tinggi. Selain menggunakan air pencuci dapat juga digunakan udara dengan menggunakan kompresor. Namun, bila jenis filter yang digunakan adalah biofiltrasi maka pada saat pencucian tidak boleh menggunakan air yang mengandung bahan kimia, karena dapat mematikan bakteri yang membantu proses filtrasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3074888826625954419?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3074888826625954419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/filtrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3074888826625954419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3074888826625954419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/filtrasi.html' title='Filtrasi'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-5131186753172298448</id><published>2009-05-26T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T21:28:20.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Flokulasi</title><content type='html'>Flokulasi adalah proses pengadukan lambat agar campuran koagulan dan air baku yang telah merata membentuk gumpalan atau flok dan dapat mengendap dengan cepat. &lt;br /&gt;Tujuan utama flokulasi adalah membawa partikel ke dalam hubungan sehingga partikel-partikel tersebut saling bertabrakan, kemudian melekat, dan tumbuh mejadi ukuran yang siap turun mengendap. Pengadukan lambat sangat diperlukan untuk membawa flok dan menyimpannya pada bak flokulasi. &lt;br /&gt;Sebelum tiba di bak flokulasi, air sudah dikoagulasikan, dan sudah memiliki inti flok (microflocs). Sehingga kini saatnya mendorong inti flok menjadi kumpulan dan membentuk flok yang lebih besar. Waktu penahanan sekitar 20 sampai 60 menit dibutuhkan, oleh karena itu bak flokulasi harus 50 kali lebih besar dari unit kecepatan pengadukan. Pergejolakan yang lembut diperlukan pada unit ini untuk menaikkan pengadukkan dengan seksama. Meskipun pengadukan seharusnya tidak terlalu keras karena akan menyebabkan rusaknya flok yang sudah terbentuk. Bak flokulasi dikategorikan menjadi tipe aliran mendatar (axial flow type/hydraulic) atau tipe aliran melintang (cross flow type/mechanical).  Kategori tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/ShzBAzg2UXI/AAAAAAAAAGw/QsQc1D2cgVA/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/ShzBAzg2UXI/AAAAAAAAAGw/QsQc1D2cgVA/s200/1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340355477726712178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7. Kategori Bak Flokulasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-5131186753172298448?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/5131186753172298448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/flokulasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5131186753172298448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5131186753172298448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/flokulasi.html' title='Flokulasi'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/ShzBAzg2UXI/AAAAAAAAAGw/QsQc1D2cgVA/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-8517101980704655788</id><published>2009-05-26T20:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T20:50:39.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Koagulasi</title><content type='html'>Koagulasi adalah sebuah metode untuk mengubah koloid sehingga mereka mendekat dan melekat satu sama lain membentuk partikel flok yang lebih besar. (  Mackenzie L. Davis dan David A. Cornwell. 1998. Introduction to Environmental Engineering third edition. Singapore:WCB/McGraw Hill.)&lt;br /&gt;Koagulan adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pengikat partikel penyebab keruh terhadap air agar terjadi gumpalan atau flok yang mudah diendapkan. (  Anonim. SNI 19-6784-2002. Metode Pengujian Koagulasi, Flokulasi dan Filtrasi Bertekanan)&lt;br /&gt;Koagulan adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam air menyempurnakan proses koagulasi. Terdapat tiga kunci sifat koagulan, yaitu: (  Mackenzie L. Davis dan David A. Cornwell. 1998. Introduction to Environmental Engineering third edition. Singapore:WCB/McGraw Hill.)&lt;br /&gt;1. Kation bervalensi tiga (Trivalent cation)&lt;br /&gt;Koloid biasanya ditemukan dialam dalam bentuk negatif, oleh karena itu diperlukan kation untuk menetralkan bentuknya. Kation bervalensi tiga ini merupakan kation yang paling efektif.&lt;br /&gt;2. Tidak beracun (Nontoxic)&lt;br /&gt;Hal ini merupakan syarat yang jelas untuk memproduksi air yang aman.&lt;br /&gt;3. Tidak dapat dilarutkan pada pH netral.&lt;br /&gt;Koagulan yang ditambahkan harus mengendap diluar dari larutan sehingga konsentrasi yang tinggi dari ion-ionnya tidak tertinggal dalam air. Pengendapan sangat membantu proses penghilangan koloid.&lt;br /&gt;Dua jenis koagulan yang sering digunakan adalah aluminium (Al3+) dan besi (Fe3+). Faktor panting lainnya pada penambahan koagulan adalah pH dan dosis. Untuk aluminium memiliki rentang pH efektif diantara 5 sampai 8, sedangkan untuk besi lebih luas, yaitu 4 sampai 9.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan dosis yang efektif dalam proses koagulasi perlu dilakukan suatu test laboratorium, yaitu jar test. Jar test merupakan suatu percobaan dimana digunakan rentang konsentrasi tertentu sehingga didapat konsentrasi koagulan terbaik yang menghasilkan air yang lebih jernih.&lt;br /&gt;Jadi koagulasi adalah suatu proses dimana ditambahkan suatu zat yang disebut koagulan kedalam badan air yang akan merubah koloid-koloid dalam air menjadi partikel yang lebih besar. Proses koagulasi ini terjadi dalam bak pencampur disertai dengan proses pengadukan cepat, agar koagulan dapat bertemu dengan koloid.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-8517101980704655788?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/8517101980704655788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/koagulasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8517101980704655788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/8517101980704655788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/05/koagulasi.html' title='Koagulasi'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-7201300683548754268</id><published>2009-03-28T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T05:55:47.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>AIR RAKSA (MERCURY)</title><content type='html'>Air Raksa atau Mercury merupakan satu-satunya logam berbentuk cairan, berwarna abu-abu keperakan, mudah menguap pada suhu kamar, dan tidak berbau. Air raksa dapat dijumpai dalam bentuk logam, senyawa turunan anorganik dan organik.&lt;br /&gt;Bahaya Utama Terhadap Kesehatan &lt;br /&gt;Semua bentuk air raksa berpotensi menimbulkan keracunan tetapi toksisitasnya sangat beragam. Senyawa air raksa anorganik adalah yang paling tidak beracun karena tidak mudah diserap. Uap air raksa sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan otak. Senyawa alkyl air raksa adalah yang paling beracun dari semua bentuk air raksa yang dikenal karena merupakan racun bagi semua sel dalam tubuh. Senyawa air raksa dan logam air raksa dapat mengakibatkan antara lain:&lt;br /&gt;- kerusakan susunan saraf pusat (otak). &lt;br /&gt;- kerusakan ginjal. &lt;br /&gt;- kerusakan hati. &lt;br /&gt;- gangguan mental. &lt;br /&gt;- kebutaan. &lt;br /&gt;- gangguan pada system reproduksi (perkembangan janin). &lt;br /&gt;Di lingkungan, air raksa akan dirubah menjadi metil air raksa oleh bakteri dan biasanya terakumulasi dalam tubuh ikan. Bila terpapar air raksa dalam waktu lama (kronis) dapat menyebabkan keracunan merkuri (merkurialism) yaitu tremor pada muka, lengan dan kaki. Pad a kasus yang lebih berat terjadi halusinasi, kehilangan daya ingat, kemerosotan mental, gangguan pada hati dan ginjal. Paparan berulang-ulang dari air raksa dapat menimbulkan sensitisasi. Pada binatang dilaporkan dapat menimbulkan kerusakan pada sistem reproduksi (perkembangan janin). Makanan yang sering tercemar Mercury, misalnya : kerang, ikan dari perairan yang tercemar limbah Mercury serta penggunaan fungisida yang tidak sesuai petunjuk penggunaan. &lt;br /&gt;Tanda &amp; gejala Akut Bila Terpapar Air Raksa :&lt;br /&gt;- Jika terkena mata dapat menyebabkan iritasi dan mata merah. &lt;br /&gt;- Jika terkena kulit dapat menyebabkan iritasi, kemerahan. Dapat diserap melalui kulit dan terjadi reaksi alergi seperti radang kulit (dermatitis), radang otak (encephalitis).&lt;br /&gt;- Jika tertelan dapat menyebabkan rasa logam, rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, haus, mual, muntah, pengeluaran air liur secara berlebihan (salivasi), diare, anemia, kerusakan hati dan ginjal.&lt;br /&gt;- Jika uap air raksa terhirup dapat menyebabkan rasa logam, batuk, demam, mual, muntah, diare, sakit kepala, salvias, penurunan berat badan, depresi, mudah tersinggung, berkurangnya selera makan, cemas dan gangguan mental.&lt;br /&gt;Tindakan Yang Dapat Dilakukan Bila Terpapar Air Raksa &lt;br /&gt;Bila terhirup uap air raksa, korban segera dipindahkan ke tempat yang berudara segar, istirahatkan, pasang masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan. Bila perlu, hubungi dokter terdekat. &lt;br /&gt;Bila terkena kulit, segera lepaskan pakaian, perhiasan, sepatu penderita yang terkontaminasi cuci/bilas dengan sabun dan air mengalir sampai bersih dari air raksa, selama kurang lebih 15 sampai 20 menit. Bila perlu, hubungi dokter. &lt;br /&gt;Bila terkena mata, bilas dengan air mengalir atau larutan garam normal, sambil mata dikedip-kedipkan sampai dipastikan air raksa sudah tidak ada lagi atau sudah bersih. Bila perlu, hubungi dokter. &lt;br /&gt;Bila tertelan, jika terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah agar muntahan tidak masuk ke saluran pernafasan. &lt;br /&gt;Bila korban tidak sadar, miringkan kepala ke sam ping atau ke satu sisi. Segera korban bawa ke dokter &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menggunakan Raksa dengan Aman&lt;br /&gt;-Hindari kontak langsung ketika bekerja dengan raksa, gunakanlah selalu sarung tangan.&lt;br /&gt;-Simpanlah raksa selalu dalam tempat yang tertutup rapat (bukan wadah dari Aluminum).&lt;br /&gt;-Selalu tambahkan air di atas cairan raksa, kecuali pada raksa yang sudah didaur ulang.&lt;br /&gt;-Jangan sampai menumpahkan raksa. Akan sangat sulit untuk membersihkannya. Gunakanlah raksa sesedikit mungkin.&lt;br /&gt;-Jangan makan atau merokok ketika menggunakan raksa. &lt;br /&gt;-Jangan membakar raksa atau amalgam di dalam kamar atau ruangan tertutup.&lt;br /&gt;-Ketika membakar amalgam (raksa yang bercampur dengan emas (pentol emas)), lakukanlah di luar atau diruangan yang memiliki ventilasi yang baik.&lt;br /&gt;-Ambil posisi berlawanan dengan arah angin ketika membakar amalgam. Jangan menghirup asapnya.&lt;br /&gt;-Informasikan kepada yang lain tentang apa yang boleh dan tidak boleh ketika menggunakan raksa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-7201300683548754268?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/7201300683548754268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/03/air-raksa-mercury.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7201300683548754268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/7201300683548754268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/03/air-raksa-mercury.html' title='AIR RAKSA (MERCURY)'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-9146738828583806969</id><published>2009-03-28T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T05:50:34.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Perkembangan Pengolahan Limbah Domestik (Black Water)</title><content type='html'>Jenis-jenis pengolahan limbah domestik antara lain:&lt;br /&gt;1. Kakus cemplung&lt;br /&gt;Sarana MCK (Mandi cuci kakus) ini merupakan sarana yang paling sederhana dan murah, serta banyak dipergunakan di daerah pedesaan. Selain itu jenis ini cocok untuk daerah yang sulit memperoleh air bersih untuk penggelontoran.&lt;br /&gt;Namun untuk menggunakan jenis pengolahan limbah domestik ini memiliki beberapa persyaratan, antara lain:&lt;br /&gt; Berada untuk daerah dengan tingkat kepadatan rendah&lt;br /&gt; Permukaan air tanah tidak tinggi&lt;br /&gt; Jauh dari sumber air atau sumur&lt;br /&gt;2. Bore Hole Latrine (cubluk)&lt;br /&gt;Tahap perkembangan kakus cemplung adalah cubluk. Perbedaan pengolahan antara cubluk dengan kakus cemplung berada pada bagian pembuangannya, pada kasus kakus cemplung, pembuangan langsung kedalam badan air, sedangkan pada kasus cubluk pembuangan dimasukkan ke dalam tanah.&lt;br /&gt;Bentuk cubluk terdiri atas lubang dengan diameter 30-40 cm dengan kedalaman 4-8 m, dan diberi plat dengan lubang di bagian tengah guna sebagai pijakan dan penutup. Namun perkembangan siste pengolahan limbah domestik ini pun masih kurang baik, terutama untuk dilakukan pada tempat dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Selain itu cubluk ini dapat menyebabkan tercemarnya sumber air tanah.&lt;br /&gt;3. Dug Well (pit latrine)&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya dari sistem pengolahan limbah domestik ini adalah dug well. Tidak berbeda jauh dengan cubluk, namun telah lebih dilengkapi dengan penambahan plat sebagai pijakan serte dilengkapi dengan super structure (rumah-rumahan), sehingga tingkat harkat masyarakat tersebut dapat dilihat lebih meningkat dengan sistem sanitasi yang berkembang.&lt;br /&gt;Kedua jenis sanitasi (cubluk dan dug well) menggunakan tanah sebagai mediator pengolahan limbah domestik. Pada prinsipnya kedua jenis ini adalah sama, yaitu limbah domestik tersebut dimasukkan ke dalam tanah sehingga akan terjadi proses pengomposan limbah secara alami, sehingga dapat digunakan sebagai kompos setelah rentang waktu tertentu. Namun kedua jenis ini masih terdapat kekurangan antara lain lokasinya yang berada di luar rumah serta cukup membahayakan, karena lubang yang berada tepat dibawah akan membuat tingkat kepadatan tanah berkurang sehingga bila terjadi suatu guncangan akibat gempa atau tekanan berlebih dari bagian atas dapat menyebabkan keruntuhan tanah tersebut. Sehingga pada perkembangan selanjutnya, lubang pembungan dan sistem pengolahan dibuat terpisah dengan penambahan sistem penghubung antara keduanya.&lt;br /&gt;4. WaterSeal Type of Latrine&lt;br /&gt;Pembuatan water seal type of latrine merupakan perkembangan tahap selanjutnya setelah dug well. Water seal type of latrine ini menggunakan sistem penampung air pada bagian lubang pembuangan sehingga bau dari sistem pengolahan tidak tercium. Penampungan air ini dibuat dengan menggunakan sifat air yang selalu datar. Sehingga air akan berada pada bagian lubang pembuangan.&lt;br /&gt;Jenis ini telah mengalami perkembangan yang baik, karena dilihat dari segi keamanan jenis ini aman karena sistem pengolahan tidak berada langsung dibagian atas lubang pembuangan. Selain itu sistem ini dapat ditempatkan di dalam rumah sehingga dapat lebih praktis pada saat menggunakannya.&lt;br /&gt;5. Ventilated Improved Pit Latrine&lt;br /&gt;Jenis ini tidak berbeda jauh dengan jenis water seal type of latrine, namun pada jenis ini ditambahkan ventilasi atau lubang udara pada sistem pengolahan limbahnya.&lt;br /&gt;6. Septic Tank&lt;br /&gt;Jenis ini merupakan jenis dengan tingkat pengolahan yang baik serta tingkat pencemaran yang rendah karena sistem ini memiliki beberapa bagian yang terdapat proses pemisahan antara padatan dan cairan, serta terjadi pula penguraian secara mikrobiologis secara anaerob, bagian cair disalurkan ke bidang resapan sehingga air hanya memiliki kemungkinan yang rendah untuk mencemari air tanah.&lt;br /&gt;7. Aqua Privy&lt;br /&gt;8. Vaccum Closet&lt;br /&gt;Kedua jenis terakhir merupakan pengembangan jenis-jenis sebelumnya juga namun masih jarang digunakan atau hanya digunakan pada kalangan terbatas.&lt;br /&gt;Jenis pengolahan limbah domestik di masyarakat lebih sering disebut dengan tangki septik, namun sebenarnya bentuk tangki septik yang mereka buat bukanlah tangki septik yang sebenarnya, melainkan berjenis ventilated improved pit latrine. Ventilated improved pit latrine memiliki bentuk yang hampir sama dengan tangki septik namun perbedaannya berada pada pengolahan air limbahnya, pada tangki septik yang sebenarnya terdapat sistem pengolahan dimana terjadi pemisahan secara fisika antara padatan, air serta scum yang masuk ke dalam tangki septik. Pada ventilated improved pit latrine tidak terjadi pemisahan karena wadah hanya berupa lubang vertikal kebawah, dalam wadah tersebut terjadi proses pembusukan secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat, dan bisa diterapkan di rumah kita, sehingga dapat meminimalisir pencemaran air tanah akibat rembesan dari septic tank dengan membangun septic tank yang benar dan sesuai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-9146738828583806969?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/9146738828583806969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/03/perkembangan-pengolahan-limbah-domestik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/9146738828583806969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/9146738828583806969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/03/perkembangan-pengolahan-limbah-domestik.html' title='Perkembangan Pengolahan Limbah Domestik (Black Water)'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3846794216030271645</id><published>2009-01-12T05:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T05:57:11.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>SEDIKIT UNTUKMU</title><content type='html'>Sungguh telah nyata dihadapan kita&lt;br /&gt;Kekejaman Israel pada Palestina&lt;br /&gt;Apa yang akan kau lakukan&lt;br /&gt;Tidakkah kau sadar&lt;br /&gt;Mereka membutuhkan kita&lt;br /&gt;Bukan hanya secara fisik&lt;br /&gt;Bukan hanya secara materiil&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Yang lebih mereka butuhkan adalah&lt;br /&gt;DO’A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a kita yang menguatkan mereka&lt;br /&gt;Do’a kita kepada Allah&lt;br /&gt;Do’a yang sungguh dari hati kita&lt;br /&gt;Sudahkah kita berdo’a untuk saudara kita disana???&lt;br /&gt;Do’a kan mereka karena kita bersaudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Allahumma unsur ikhwanaalmujahidina fii falestin, Allahumma anshiril muslimina wal mushtadhafiina fii falestin, Allahummanhsurhum’alaa’adaaihim, wahaqiqlimujahidiina aamaalahum, wamakkin hum fii tathbiiqi syaretuka fii ardhi bilaadihim, wastabbithum wawahhidsufufahum, wa allif qulubahum ya rabbal’alamiin”&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3846794216030271645?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3846794216030271645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/sedikit-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3846794216030271645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3846794216030271645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/sedikit-untukmu.html' title='SEDIKIT UNTUKMU'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-5169202869482073105</id><published>2009-01-03T07:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T08:46:51.264-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Berkuda...</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Tanggal 29 Desember 2008&lt;br /&gt;Pertama-tama reny yang naek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-FbUoCDGI/AAAAAAAAADk/uuEousLpjiM/s1600-h/IMG_1699.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287091191995829346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-FbUoCDGI/AAAAAAAAADk/uuEousLpjiM/s200/IMG_1699.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287093211460007842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-HQ3tz96I/AAAAAAAAADs/V0pHgpotXbA/s200/IMG_1700.JPG" border="0" /&gt;  &lt;div&gt;Abis itu ratih (sri)&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-KP_8tvtI/AAAAAAAAAEE/1CMMMPhBZOk/s1600-h/IMG_1702.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287096495025012434" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-KP_8tvtI/AAAAAAAAAEE/1CMMMPhBZOk/s200/IMG_1702.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-IN4_ZIRI/AAAAAAAAAD0/ne9jFge0-hQ/s1600-h/IMG_1704.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287094259774202130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-IN4_ZIRI/AAAAAAAAAD0/ne9jFge0-hQ/s200/IMG_1704.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287095419154395474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-JRYBK8VI/AAAAAAAAAD8/bOWEybPnpV0/s200/IMG_1705.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Diatas kuda yang lain ada risda&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-LPgy_uuI/AAAAAAAAAEM/vrQnedivnFY/s1600-h/IMG_1708.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287097586174376674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-LPgy_uuI/AAAAAAAAAEM/vrQnedivnFY/s200/IMG_1708.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287109255135813618" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-V2vEM3_I/AAAAAAAAAFc/IgYEo1L1NI8/s200/IMG_1709.JPG" border="0" /&gt; &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;n Yuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-MaU_4erI/AAAAAAAAAEc/-By5hFRoQSQ/s1600-h/IMG_1714.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287098871497390770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-MaU_4erI/AAAAAAAAAEc/-By5hFRoQSQ/s200/IMG_1714.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287099671689038418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-NI58cClI/AAAAAAAAAEk/_KPMB9OqDsE/s200/IMG_1715.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada Yeri juga sich&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-OEcJYvSI/AAAAAAAAAEs/aRLqaroFoMA/s1600-h/IMG_1718.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287100694482435362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-OEcJYvSI/AAAAAAAAAEs/aRLqaroFoMA/s200/IMG_1718.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287102720689986386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-P6YW6W1I/AAAAAAAAAE0/pEOcZxQSy5k/s200/IMG_1720.JPG" border="0" /&gt;n yang dah pasti ada, Andri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-QfxSxP3I/AAAAAAAAAE8/iMVSMnztcvY/s1600-h/IMG_1721.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287103363038658418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-QfxSxP3I/AAAAAAAAAE8/iMVSMnztcvY/s200/IMG_1721.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287104519545466946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-RjFnesEI/AAAAAAAAAFE/sJdbPugtNhE/s200/IMG_1722.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutin tanggal 3 Januari 2009 Pas Reunian&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada Miya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-S1kaamnI/AAAAAAAAAFM/n7lvjK1ih40/s1600-h/IMG_1753.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287105936561445490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-S1kaamnI/AAAAAAAAAFM/n7lvjK1ih40/s200/IMG_1753.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287107949442091826" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-Uqu-jyzI/AAAAAAAAAFU/AHour2307Rs/s200/IMG_1754.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yaaaah hanya segitu aja foto2 yang berkuda...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;foto reuni ntar ya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;In The Next Article...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-5169202869482073105?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/5169202869482073105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/berkuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5169202869482073105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/5169202869482073105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/berkuda.html' title='Berkuda...'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SV-FbUoCDGI/AAAAAAAAADk/uuEousLpjiM/s72-c/IMG_1699.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-4997219384342770115</id><published>2009-01-03T06:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T07:00:37.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>SIAPAKAH AKU??</title><content type='html'>Hidup di dunia memang tidak mudah, banyak rintangan dan hambatan yang harus kuhadapi. Bukan untuk kuhindari tetapi harus kuhadapi dengan seluruh kekuatanku. Hidup akan terasa sepi bila hati ini tak terisi. Pengisi hati banyak macamnya, harta, wanita dan tahta. Namun apakah yang akan terjadi bila hati ini terisi oleh hal-hal duniawi saja??&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HATI INI TERISI OLEH HARTA&lt;/strong&gt;. Aku fikir: aku kaya, aku memiliki segalanya, aku dapat membeli segalanya dengan segala kekayaan yang aku miliki. Tapi mengapa hati ini terasa sunyi?? Aku masih mencari sesuatu, aku masih belum menemukan sesuatu yang aku butuhkan. Aku masih merasa kesepian, kehampaan, aku membutuhkan orang-orang untuk mengisi hati ini, hingga kusadari &lt;strong&gt;TAK SEMUA ORANG MAU DENGAN HARTAKU&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HATI INI TERISI OLEH WANITA&lt;/strong&gt;. Aku fikir: aku tampan, aku digemari banyak orang, aku mudah mendapatkan orang yang kusukai. Namun mengapa aku tak tenang dengan hati ini?? Aku mendapatkan sebuah kenyataan bahwa &lt;strong&gt;TERNYATA ORANG YANG TULUS KUCINTAI TAK MENCINTAIKU&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HATI INI TERISI OLEH TAHTA&lt;/strong&gt;. Aku fikir: aku mapan, aku telah memiliki pekerjaan yang strategis, aku dihormati banyak orang. Namun mengapa aku masih memiliki kekhawatiran akan ada yang menggulingkan aku dari pekerjaanku sekarang, akan ada orang yang merebut posisi strategisku?? Aku stress, hingga kutemui seorang yang lebih dihormati melebihi aku walau dia tak lebih tinggi derajatnya dibandingkan diriku.Aku pun menyadari &lt;strong&gt;TAK SELAMANYA TINGGINYA TAHTA MEMBUAT AKU DIHORMATI ORANG&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hatiku gundah, hatiku kosong, terkadang aku mengabaikan panggilan hati kecilku, namun itu membuat aku lebih gundah, lebih tak nyaman.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya aku menemukan bahwa aku harus &lt;strong&gt;SEIMBANG ANTARA KETIGANYA&lt;/strong&gt;, aku jalani hari-hariku dengan menyeimbangkan ketiga aspek itu. Namun mengapa masih ada yang kurang??? Aku masih merasa &lt;strong&gt;TAKUT KEHILANGAN KETIGANYA&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasa takut itu mendorongku untuk tetap meneruskan pencarian hati ini. Kucoba mencari, dan terus mencari, meski dalam pencarian ini ada rasa pemberontak yang mengikutiku. Hingga suatu hari kutemui klimaks hidupku.&lt;br /&gt;Aku tahu, aku mulai mengerti, aku mencobai memahami, bahwa &lt;strong&gt;AKU ADALAH SEORANG MANUSIA LEMAH DAN HANYA ALLAH SWT YANG DAPAT MENOLONGKU&lt;/strong&gt;. Baru kusadari aku bukanlah apa-apa, aku bukanlah siapa-siapa dihadapan Allah swt. Allah-lah yang telah mengatur segalanya, Allah tak akan lupa dengan hamba-hambaNya, Allah tak akan menelantarkan hamba-hamba yang mencintaiNya. Mudah bagi Allah untuk mewujudkan segala kegiatan. Kun Fayakun terjadilah apa yang Dia kehendaki. Dan suatu saat nanti &lt;strong&gt;AKU AKAN KEMBALI MENGHADAPNYA, AKU HARUS MEMPERTANGGUNGJAWABKAN SEGALA TINGKAH LAKUKU PADANYA&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Setelah kumangerti kucoba mendekatiNya, memang tak mudah untuk mengubah pola hidupku yang dulu. Namun aku percaya Allah tidak hanya melihat hasil akhir hambanya, tetapi Allah juga melihat proses perubahanku menjadi lebih baik, tak akan kusia-siakan segala yang kumiliki sekarang. &lt;strong&gt;AKU HARUS LEBIH BAIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan kini hidupku pun lebih tenang dengan adanya Allah dihatiku&lt;span style="font-size:78%;"&gt;.(RHS)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-4997219384342770115?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/4997219384342770115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/siapakah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/4997219384342770115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/4997219384342770115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2009/01/siapakah-aku.html' title='SIAPAKAH AKU??'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-1175233740443712207</id><published>2008-12-31T07:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T08:16:52.817-08:00</updated><title type='text'>PRA-REUNI SD AMALIAH 99/00</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Hari senin tanggal 29 Desember 2008 kita, panitia reunian survey ke tempat reunian di daerah Cipayung, Cisarua. Kita terdiri dari Reni, Risda, Yuni, Aji, n gw (sri/ratih). Disana kita liat-liat villanya, setelah itu kita jalan-jalan keliling area. Disana sudah ada Andri yang menunggu kita dan jadi pemandu survey kita. Ditengah survey kita, Yeri datang jadi kita bertambah jumlahnya jadi bertujuh.&lt;br /&gt;Pertama kita diajak Andri melihat kuda-kudanya. Ada banyak kudanya, liat aja fotonya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuTpngOizI/AAAAAAAAAB8/G9VEwsAotT0/s1600-h/IMG_1665.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285980930837482290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuTpngOizI/AAAAAAAAAB8/G9VEwsAotT0/s200/IMG_1665.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuUPH4tRsI/AAAAAAAAACE/sCxL-eT6v3w/s1600-h/IMG_1666.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285981575185254082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuUPH4tRsI/AAAAAAAAACE/sCxL-eT6v3w/s200/IMG_1666.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285983140334102562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuVqOhRaCI/AAAAAAAAACM/lBCTJAuYnW8/s200/IMG_1664.JPG" border="0" /&gt; Suasananya juga enak, adem, tapi karena sedikit hujan jadi kerasa dingin. Setelah itu kita ke sungai ciliwung. Subhanallah sungaiya masih bersih, beda banget dengan Ciliwung yang sudah sampai di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285983780517799458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuWPfY9ZiI/AAAAAAAAACU/E2VsK1iELLw/s200/IMG_1673.JPG" border="0" /&gt;  &lt;div&gt;Bagus banget kan, masih jernih lagi airnya, beda bengat kalau sudah sampai Jakarta. Karena sudah lama kita-kita tidak ketemu sama sungai jadi nostalgia waktu SD, kayak waktu menjelajah pramuka SD. Ya pada akhirnya kita main-main dulu di sungai, dan narsis dulu ya...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285984731017390066" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuXG0RuJ_I/AAAAAAAAACc/OtUpEuxpHzQ/s200/IMG_1674.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285985298093761650" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuXn0zQ5HI/AAAAAAAAACk/v7DozQ_wP5Y/s200/IMG_1677.JPG" border="0" /&gt;  &lt;div&gt;Foto-fotonya ga semua di tampilin disini, soalnya jadi lama ngeuploadnya... Tapi jadi keinget masa-masa SD, karena kita dari TK sampai SD di sekolah yang sama total 8 tahun bersama, dan sudah 9 tahun yang lalu bareng-barengnya.&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285988161048129778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuaOeIxsPI/AAAAAAAAAC0/tR2vwyS0nco/s200/IMG_1679.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah dari sungai kita naik kuda... Seru banget.... Ini baru pra-reunian, semoga reuni kita bisa lebih menarik lagi. Satu lagi semoga teman-teman kita bisa berkumpul semua. Sabtu depan kita juga mengndang wali kelas kita, Pa Ichsan dan Pa Jarkasih...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semangat ya teman....&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285986798842320770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuY_Lhml4I/AAAAAAAAACs/odjCEn9oZ50/s200/IMG_1672.JPG" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-1175233740443712207?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/1175233740443712207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2008/12/pra-reuni-sd-amaliah-9900.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1175233740443712207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/1175233740443712207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2008/12/pra-reuni-sd-amaliah-9900.html' title='PRA-REUNI SD AMALIAH 99/00'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D1ZSxNG2SOU/SVuTpngOizI/AAAAAAAAAB8/G9VEwsAotT0/s72-c/IMG_1665.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2927238622106533857.post-3376512983241998071</id><published>2008-12-20T05:15:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T05:19:22.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TL'/><title type='text'>Behind the Engineering, What is that???</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 204, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena saya di teknik lingkungan &lt;i style=""&gt;so &lt;/i&gt;sebelumnya saya mau jelasin tentang teknik lingkungan. Teknik lingkungan merupakan sebuah program studi yang bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang professional dan cakap yang berkarya dalam perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan pengelolaan pada bidang-bidang terkait lingkungan. Teknik lingkungan ini berada di bawah fakultas teknik dan pada umumnya akan belajar mengenai dasar-dasar keteknikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 204, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Fakultas teknik akan mengajarkan kita berfikir untuk membawa suatu konsep menuju aplikasinya dalam tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Para &lt;i style=""&gt;engineer &lt;/i&gt;membuat sesuatu yang menjadikan lingkungan sekitarnya bergerak menuju hasil akhir yang telah diperkirakan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 204, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Analogi seorang &lt;i style=""&gt;engineer&lt;/i&gt; dapat dicontohkan pada kegiatan buang sampah. Misalkan untuk membuat sampah tidak berserakan seorang &lt;i style=""&gt;engineer&lt;/i&gt; menginginkan sampah terkumpul di suatu tempat bernama tempat sampah. Bagaimana masyarakat sekitar &lt;b style=""&gt;mau&lt;/b&gt; melakukan itu adalah hal yang harus difikirkan oleh seorang &lt;i style=""&gt;engineer.&lt;/i&gt; Seorang &lt;i style=""&gt;engineer&lt;/i&gt; menganalisis dengan memulainya dari segi hasil. &lt;i style=""&gt;Think from the end&lt;/i&gt;. Dimana dari hasil yang direncanakan akan membuat &lt;i style=""&gt;engineer&lt;/i&gt; mengetahui tujuan akhir perbuatannya. Sehingga dalam pelaksanaannya akan lebih terarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2927238622106533857-3376512983241998071?l=envist2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://envist2.blogspot.com/feeds/3376512983241998071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2008/12/behind-engineering-what-is-that.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3376512983241998071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2927238622106533857/posts/default/3376512983241998071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://envist2.blogspot.com/2008/12/behind-engineering-what-is-that.html' title='Behind the Engineering, What is that???'/><author><name>EnvIst2</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03874949009795960956</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-louAE2DwvjQ/Tj68QTqx5jI/AAAAAAAAAIk/P2FkqyV1VYk/s220/IMG_5835.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
