Senin, 31 Maret 2025

Energi (kehidupan)

 Apa yang kita ketahui tentang definisi energi? 

Secara terminologi, banyak definisi energi yang bisa kita ambil. Seperti yang saya ambil dari sumber online, energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau energi adalah sesuatu yang digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. 

Tapi yang saya percayai adalah hukum kekekalan energi, dimana energi tidak dapat diciptakan, tetapi hanya dapat diubah bentuknya. 

Setiap orang memiliki energi. Energi tersebut berasal dari 'apa yang dimakan', 'apa yang didengar', 'apa yang dilihat', dan 'apa yang dirasakan'. 

Apa yang dimakan menunjukkan secara fisik. Makanan dengan segala nilai kandungan gizinya secara nyata akan memberikan energi pada tubuh untuk melakukan sesuatu. Energi dari makanan menjadi salah satu sumber energi. 

Apa yang didengar menunjukkan secara psikologi. Terkadang kita mendengar sesuatu yang dapat membangkitkan kita melakukan suatu kegiatan. Ibarat kita mendengar suara dari supporter yang menambab energi kita dalam suatu kompetisi. Suara-suara positif yang memberikan energi positif. Tapi tidak jarang juga (namanya juga hidup) akan ada suara-siara negatif yang bisa memberikan energi, bisa tetap negatif atau berubah menjadi positif. Energi negatif yang disetujui akan menjadi kegiatan negatif. Namun ketika energi negatif tersebut kita tolak dan kita jadikan bentuk lain maka akan berubah menjadi energi positif. Ibarat seseorang yang melempar batu kepada kita. Ketika kita menyetujui tanpa perlawanan, maka kita akan terluka akibat baru tersebut. Tetapi bila kita melakukan sesuatu, seperti menangkap batu dan mengumpulkannya, maka batu itu akan bisa kita gunakan untuk hal yang lebih positif. Secara matematis, ketika negatif (-) dikalikan dengan positif (+) maka hasilnya akan negatif (-). Tapi ketika negatif (-) dikalikan dengan negatif (-) maka hasilnya akan berubah menjadi positif (+). Maka tolaklah segala energi negatif (-) sehingga kita tetap bisa melakukan kegiatan positif (+). 

Apa yang kita lihat juga memiliki konteks yang sama dengan apa yang kita dengar. Hanya perbedaan nyata ada di panca indra yang digunakan. Dalam ilmu cara belajar ada istilah, kamu dengar, kamu lupa; kamu lihat, kamu ingat; kami melakukan, kamu mengerti. Hal inilah yang membuat apa yang kita lihat akan memiliki durasi energi yang lebih panjang. Tapi pada prinsipnya dalam kehidupan, kita harus bisa untuk menolak energi negatif tersebut untuk tetap dapat melakukan kerja positif. 

Apa yang kita rasakan memiliki konteks yang lebih spiritual. Karena ini semua tentang rasa. Dan rasa tidak pernah salah. Namun penyikapan akan rasa yang timbul dari rasa sekitar itu yang seringkali disalah artikan. Yang harus dipastikan adalah rasa yang tidak boleh menjadikan kita tidak berfikir logis. Rasa harus sejalan dengan logika, meskipun seringkali orang yang sedang jatuh cinta itu tidak berfikir logis. Secara matematis, ketika rasa yang merupakan energi positif (+) sejalan dengan pikiran logis (+) maka akan tetap menjadi kegiatan positif (+). Namun kalau rasa yang positif (+) ini tidak sejalan dengan pikiran logis (-), maka yang terjadi adalah kegiatan negatif (-). Oleh karena itu, kendalikan perasaan agar tetap berkegiatan positif (+). 

Ada yang hal yang saat ini sering saya lakukan, yaitu berkomunikasi dengan alam diatas gunung. Mempelajari alam secara makro. Dari situ banyak sekali apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, dan apa yang kita rasakan bertukar dengan kegiatan menaiki gunung. Dari atas kita akan bisa mendengar suara yang tenang, melihat banyak hal, dan merasakan kekuatan alam yang bisa kita pinjam untuk melanjutkan kehidupan. Alam selalu memberikan yang terbaik di kehidupan ini. Bahkan dalam setiap bencana itu menjadi pembelajaran tersendiri tentang sebab-akibat. Pada intinya energi dari alam adalah sesuatu yang harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat positif. Tolak segala kondisi negatif agar apapun energi yang datang tetap menghasilkan kegiatan positif. Karena Allah tidak tidur, dan ini tentang pembelajaran untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi. Stay safe. 


Foto saat berada di Pos 3 Gunung Sumbing


Ditulis dini hari, ketika energi dalam kepala butuh disalurkan tanpa suara. 

Kamis, 13 Maret 2025

Hai

Sudah lama tidak menulis. 

Sudah banyak hal-hal yang terjadi selama jeda menulis ini.

Banyak pula yang sebenarnya ingin saya tulis, tapi belum sempat untuk bisa menyusun tulisan dengan baik dan benar secara formal. Banyak pula pikiran-pikiran atau ide-ide yang sejatinya ingin saya kembangkan. Tapi lagi-lagi tenaga saja cukup terkuras di kehidupan nyatanya. 

Hanya karena sayang bila ide dan pikiran ini tidak tersampaikan, mungkin saya akan tetap mencoba menulis, hanya mohon dimaklumi ya bila gaya penulisan saya akan berbeda dengan gaya penulisan pada artikel-artikel sebelumnya. 

Semoga dengan tulisan singkat ini bisa mengembalikan semangat yang sedang turun saat ini. Saat ini saya hanya ingin melepaskan semua titel yang melekat pada diri ini, hanya ingin jadi manusia biasa saja. 


Salam, 

Tulisan diatas bis, perjalanan menuju kampus atau kantor, saya belum menentukan. 

Senin, 27 Juni 2022

Disewakan Khusus Untuk Mahasiswa

 Berawal dari kebutuhan survei suatu lokasi, saya membeli beberapa alat, antara lain:

1. Alat pengukur curah hujan NETA 250

2. Thermometer, Hygrometer, Humidity UNI-T UT333

Saat ini kondisi alat masih berfungsi dengan baik dan terawat.

Mengingat ketika menjadi mahasiswa dulu seringkali kesulitan mendapatkan akses alat ukur untuk menyelesaikan tugas akhir, maka saya berencana menyewakan alat-alat pengukuran yang saya miliki khusus untuk kalangan mahasiswa. Syarat dan ketentuan berlaku.

Saya berharap alat ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, serta dapat setidaknya membantu mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan alat tersebut untuk menyelesaikan tugasnya.

Untuk lebih lanjut dapat menghubungi saya melalui email di srirhs@yahoo.com

Sekian, salam mahasiswa.




Minggu, 09 Agustus 2020

Salah Jurusan??

Banyak sekali orang melihat latar belakang pendidikan seseorang dari lingkup besar jurusannya. Ketika berubah dari lingkup besar jurusannya, akan langsung dicap sebagai 'salah jurusan'.

Itu yang saya sering alami ketika ditanya jurusan yang saya ambil saat ini. Terlihat tidak nyambung.

Saya memutuskan belajar sebagai analis kimia (SMAKBo) pada jenjang sekolah kejuruan, dilanjutkan teknik lingkungan (UI) pada jenjang strata 1, dan teknik mesin (UI) pada jenjang strata 2. Terlihat tidak nyambung ya?? Terlebih orang mengaitkan dengan prospek lapangan pekerjaan yang bisa saya ambil akan sangat terbatas. Tapi keseluruhan jenjang ini merupakan ilmu-ilmu yang saya sangat ingin ketahui. Ilmu yang bisa saya rajut menjadi sebuah tema bernama 'waste-to-energy'. Lebih dari sekedar proses kimia yang terjadi didalamnya, penanganan emisi yang dihasilkannya, namun juga keseluruhan instalasi yang dibutuhkan. Ketika kata 'waste-to-energy' ini disebutkan, sebagian orang yang bertanya mulai mengerti arti dari semua jurusan yang saya ambil.

Terkadang lelah dengan pertanyaan 'salah jurusan' hingga saya sempat memutuskan untuk tidak perlu menjelaskan kepada setiap orang yang bertanya, cukup jawab "Mungkin, salah ya?" sembari tersenyum. Namun dengan tulisan ini saya kira dapat memberikan jawaban pada orang-orang yang bertanya terkait latar belakang pendidikan yang saya ambil.

Pun terkait pekerjaan yang saya lakukan. Pada dasarnya saya memang mengambil keputusan untuk freelance per proyek, tidak lagi bekerja kantoran.

Saya masih menerima jasa konsultasi untuk bidang MEP (sesuai pekerjaan saya selama hampir 6 tahun sebelumnya), serta jasa pembuatan laporan maupun kajian-kajian yang sejalan dengan waste-to-energy. Bila ada yang berminat untuk meng-hire jasa konsultasi saya, dapat langsung menghubungi saya disini maupun melalui email ke srirhs49@gmail.com.

Untuk harga saya bisa bernegosiasi, khususnya untuk kajian tema waste-to-energy. Kenapa? Karena pada dasarnya, dari ilmu yang saya miliki, saya sangat ingin berbagi dan bersama mengaplikasikan waste-to-energy di Indonesia.

Menjadikan yang terbuang lebih bernilai tanpa melebihi daya dukung lingkungan.

Semoga deskripsi singkat ini membawa kemajuan untuk teknologi maupun menambah pengalaman saya mewujudkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi yang ramah lingkungan.

Salam.

Sabtu, 24 Februari 2018

Tugas Komputasi Teknik 1


Soal 1 Perhitungan Luas Lingkaran

Hitunglah luas sebuah lingkaran dengan jari-jari R menggunakan metode:
  1. Analitis 
  2. Komputasi Software EES 
Jawab:

1. Analitis

Perhitungan luas lingkaran secara analitis menggunakan persamaan umum luas lingkaran πR^2. Pada soal ini diasumsikan nilai R=1, maka didapatkan luas lingkaran adalah sebesar:

Luas Lingkaran (Lʘ) = πR^2
                                   = π x 12
                                   = 3.14

2. Komputasi Software EES

a. Identifikasi Permasalahan dan Pembentukan Persamaan
Dalam perhitungan luas lingkaran metode komputasi, perlu dilakukan pendekatan dengan membentuk sebuah model persamaan. Pada kasus ini, model persamaan yang dibentuk ialah dalam bentuk segitiga, sehingga luas lingkaran akan diwakili oleh luas segitiga. Semakin banyak segitiga yang dibentuk, semakin kecil nilai kesalahan. Nilai kesalahan diwakili oleh luas tembereng yang terbentuk akibat luas lingkaran. Ilustrasi dapat dilihat pada gambar berikut:


Sehingga persamaan model komputasi yang digunakan adalah:

Luas Segitiga (L∆) = 1/2 R^2 sin θ

Luas Lingkaran (Lʘ) = jumlah segitiga yang dibentuk (n) x luas segitiga (L∆)

Jumlah segitiga yang dibentuk (n) =

Dari persamaan ini, akan didapatkan nilai θ minimum dan nilai n minimum dimana nilai luas lingkaran mendekati dengan nilai sebenarnya. Nilai sebenarnya didapatkan dari persamaan umum luas lingkaran πR^2

b. Buka software EES (Engineering Equation Solver).

c. Ketikkan persamaan yang akan dihitung serta batasannya, pada soal ini diasumsikan batasan nilai R = 1, seperti pada tampilan berikut.


d. Cek bentuk persamaan dengan menekan tombol Formatted Equation pada taskbar, atau menekan ctrl+F, atau memilih Windows → Formatted Equation.


e. Cek jumlah persamaan dan jumlah variabel dengan menekan tanda ceklis pada taskbar, atau menekan ctrl+K atau memilih Calculate → Check/Format.


Pastikan tidak ada kesalahan (error) yang dideteksi oleh software.

f. Selesaikan persamaan dengan menekan tombol Solve pada taskbar, atau menekan F2 atau memilih Calculate → Solve.


Didapatkan hasil nilai luasan lingkaran. Nilai A segitiga merupakan nilai luasan segitiga yang dihitung dengan jumlah segitiga sebesar n, dan sudut sebesar θ.

g. Untuk menentukan titik kritis dimana nilai θ minimum dan nilai n minimum, perlu dilakukan diskritisasi dari persamaan tersebut. Pada proses diskritisasi, harus ada variabel yang bebas. Pada jawaban ini dilakukan diskritisasi pada variabel θ, sehingga persamaan θ harus dihilangkan. Diskritisasi dapat juga dilakukan pada variabel n. 
Diskritisasi dapat dilakukan dengan menggunakan Parametric Table. Tekan tombol New Parametric Table atau memilih Table → New Parametric Table. Tambahkan variabel theta, n, A segitiga dan A lingkaran pada variabel dalam tabel.


Didapatkan tampilan sebagai berikut:


h. Lakukan diskritisasi dengan beberapa variasi batasan. Variasi batasan dilakukan untuk mendapatkan nilai luas lingkaran yang semakin mendekati dengan nilai perhitungan analitis.







Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai θ minimum dan nilai n minimum untuk mendapatkan hasil yang mendekati analitis adalah θ = 3.6 dan n = 100, sehingga didapat persamaan:
Luas Lingkaran (Lʘ) =

merupakan persamaan yang paling mendekati nilai luas lingkaran.


Pengecekan Hasil Perhitungan Luas Lingkaran:

Kesimpulan

Perhitungan luas lingkaran dapat menggunakan pendekatan model persamaan luas segitiga. Untuk mendapatkan hasil akhir yang mendekati analitis, dalam menentukan nilai asumsi jari-jari (R) diawal sebaiknya menggunakan nilai yang mendekati dengan persoalan yang akan diselesaikan.

Kamis, 28 Desember 2017

Resolusi

Pertama kali saya membuat sebuah resolusi adalah saat acara Achievement Motivation Training (AMT) yang diadakan oleh sekolah. Disana saya baru menyadari pentingnya sebuah resolusi atau tujuan untuk DITULIS.

Tuliskan resolusi yang ingin dicapai, resapi, dan simpan. Buka tulisan itu pada waktu-waktu tertentu dan biarkan alam bawah sadar yang menggerakkan kita menuju resolusi atau tujuan yang kita inginkan. Pastikan semua resolusi atau tujuan mengarah pada hal-hal yang positif. Insya Allah semua dapat terwujud.

Alhamdulillah, dari semua resolusi yang pernah saya catat, semua terwujud dengan baik dan menyenangkan kecuali satu hal. Satu hal yang selalu ada dalam setiap resolusi, dan bertahun-tahun belum terwujud, namun saya yakin suatu hari nanti hal ini akan dapat terwujud dan menjadi indah pada waktunya. Aamiin.

Kini saatnya kembali menuliskan resolusi untuk tahun-tahun selanjutnya. Dan memiliki MRF (Material Recovery Facilities) yang beroperasional menjadi satu resolusi yang ingin diwujudkan pada tahun 2020, selain itu,,,, saya belum menuliskannya.... Ada ide lain?

Rabu, 10 Mei 2017

Sebuah Perjalanan

Hari ini, rabu 10 mei 2017 adalah hari terakhir saya bekerja. Banyak cerita dan rasa yang saya alami selama bekerja di tempat ini. Biarkan itu semua jadi kenangan yang takkan terlupakan dalam hidup saya.

Senin, 17 oktober 2011, hari pertama saya berangkat sebagai karyawan di kantor itu. Tak ada pikiran apa-apa, hanya sekedar mengikuti arus setelah kuliah, ya kerja. Di sana saya mendapatkan banyak teman yang sudah seperti keluarga. Menyenangkan.
Hari-hari diisi dengan tawa canda, tak lupa kadang tangis ikut serta mengisi hari-hari itu. Untuk mencapai target, seringkali harus bekerja di hari sabtu dan atau minggu. Bahkan pernah harus menginap si kantor untuk memenuhi target yang telah disepakati.

Hari ini, semua kenangan itu muncul kembali.

Disaat kami, para karyawan merencanakan liburan bersama. Dari ke pulau seribu Pulau Untung Jawa, ke pemandian air panas sentul, ke Nusa kambangan Cilacap, rafting citatih sukabumi, hingga keliling kota Jogjakarta. Semuanya menyenangkan. Berlibur di sela-sela pekerjaan yang menumpuk, sehingga dinamakan 'escape from the project'.

Hari ini, serasa baru kemarin saya memulainya.

Pergi pagi, pulang petang (P4). Bertemu, berkenalan dengan orang-orang yang senasib nglaju tiap harinya. Bahkan supir dan kenek bis pun sudah hafal dengan jam-jam saya pergi dan pulang, serta kebiasaan saya yang selalu minta duduk (kalo ga duduk, ga naek bis, cari alternatif laen). Memang hanya sekedar hafal wajah, bukan nama. Saya sering dipanggil 'teteh yang dibawah pohon ceri', 'teteh yang pake jilbab', atau hanya sekedar 'mba' atau 'teteh'. Dengan mereka, saya tidak dipanggil 'bu', karena saya masih terlihat sepantaran dengan anak-anak mereka.
Seringkali ketika hari sudah terlalu malam dan bis terakhir telah terlewati, atau ketika jalanan Sukabumi terlalu macet, mereka menawarkan tumpangan berbayar (omprengan) sampai ciawi atau sampai kantor. Saya sangat bersyukur berkenalan dengan mereka. Mereka pun tau kalau saya tidak suka dengan perokok. Mereka selalu menjauhkan diri ketika hendak merokok atau menahan untuk tidak merokok ketika didekat saya dikala kondisi bis penuh.

Serasa baru beberapa hari saya mengenal mereka.

Tukang ojek yang selalu siap sedia ketika melihat saya turun dari bis. Berbincang tentang banyak hal dengan mereka. Sangat menginspirasi saya. Bahkan ada bapak ojek yang sering memberikan saya tebakan, jika saya benar maka beliau mengratiskan ongkos ojeknya. Hihihi. Saya selalu senang berbincang-bincang dengan mereka. Dan lagi-lagi, kami hanya hafal wajah, saya belum sempat menanyakan nama mereka.

Bahagia itu sederhana.

Bertemu dengan owner-owner yang sudah jauh memiliki jam terbang, dengan senior-senior engineer dari berbagai perusahaan, hingga dengan supplier yang tak kalah bersemangat menjelaskan produk yang mereka bawa. Iya, itu semua mengajarkan saya tentang menjadi seorang engineer sejati. Meskipun seringkali beberapa waktu saya merasa sangat minder berhadapan dengan mereka. Tapi saya hanya berfikir, 'kita sama-sama manusia' itu yang bisa membuat saya bertahan.

Curhat tentang beban kerjaan pada senior engineer dikantor. Saya ingat selalu ada tangisan untuk setiap proyek yang saya tangani, minimal satu kali. Hehehe. Tertekan oleh kondisi. Senior dan teman-teman satu divisi yang sangat membantu saya keluar dari tekanan itu. Kadang kesal, kadang marah, tapi ya sudah, memang harus dijalani. 

Semua kenangan itu muncul kembali. Mengingatkan saya bahwa sudah 5 tahun lebih saya berada disana. Waktu yang singkat untuk seorang engineer muda memahami permasalahan di lapangan. Tapi bagi saya cukup untuk menuntut ilmu kembali untuk menyelesaikan masalah di lapangan.

Saya hanya ingin belajar sementara waktu ini.
Karena banyak hal yang seringkali menjadi pertanyaan yang menggaung di kepala saya. 'kenapa begini', 'kenapa begitu'. Saya ingin mencari jawaban atas pertanyaan itu semua. Memanaskan otak kembali. Karena ke-monoton-an ini membuat otak saya serasa berhenti berfikir.

Hanya ingin mewarnai hidup dengan warna lainnya.

Pada intinya, seluruh kegiatan saya selama 5 tahun terakhir takkan pernah terlupakan. Saya sangat berharap silaturahmi ini akan tetap terjaga.
Dan satu hal yang saya usahakan. Memasukkan mereka yang pernah mewarnai hidup saya ke dalam daftar untaian do'a-do'a saya. Semoga kami semua selalu diberikan keberkahan hidup dan selalu berada di jalan yang benar.

Salam sayang, salam sahabat untuk semua orang yang berperan di perjalanan hidup saya, khususnya perjalanan saya di kantor ini.

Sukses untuk kita semua. :)
Semangat!!!

*Terharu banget dapet kue ini... T_T
Makasih banyak tuk Piti, atas segala-galanya. Wish you all the best. Semangat!

Senin, 10 April 2017

Memesona Itu Unik

Setiap wanita itu cantik, dengan segala apa adanya mereka. Iya. Dengan segala apa adanya mereka. Karena dengan apa adanya mereka, mereka akan berbeda dan memancarkan pesona yang ada dalam dirinya. Unik. Unik berarti khas untuk setiap individu. Tidak ada yang menyamai, bahkan pada pasangan kembarpun memiliki keunikan yang menjadi ciri khas tiap individunya.

Memesona itu unik. Pada setiap orang, khususnya wanita, ada pesona memancar yang berasal dari dalam dirinya. Pesona dari berbagai sisi kehidupan yang meliputi sisi kecerdasan, kemandirian, ketangguhan, hingga ketegasan dalam melewati berbagai macam kondisi. Wanita yang memesona pada sisi kecerdasan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi kemandirian, akan berbeda dengan wanita yang memesona pada sisi ketangguhan, dan akan berbeda pula dengan wanita yang memesona pada sisi ketegasan. Karena apa? karena memesona itu unik.

Pesona tidak terbatas pada satu sisi saja. Seseorang dapat memiliki pesona pada beberapa sisi sekaligus. Pesona itu terbentuk dari keseharian yang dilewati, ujian hidup yang dihadapi, serta dukungan lingkungan sekitar yang didapati.


#MemesonaItu tentang Kualitas Diri. Kualitas diri dilihat dari kepribadian dan keindahan. Kepribadian identik pada setiap diri seseorang. Seseorang yang memiliki prinsip akan menguatkan karakter pribadinya. Sedang keindahan tidak selalu mengenai tampilan fisik. Keindahan dapat disandingkan dengan kebersihan, kebugaran, dan kesesuaian. Menjaga kebersihan diri, melatih diri untuk tetap bugar, dan menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar akan menampilkan keindahan yang ada dari dalam diri seseorang. Kepribadian yang kuat dan keindahan yang terjaga akan membangkitkan pesona dalam diri.


#MemesonaItu tentang Kapasitas Diri. Kapasitas diri untuk menakar hal yang mampu dan tidak mampu dilakukan. Tingkatkan kapasitas diri dengan mengoptimalkan kemampuan diri. Pesona itu akan terlihat saat seseorang berjalan pada bidang yang mampu dilakukannya. Seperti pesona guru yang sedang mengajar, seperti pesona atlet yang sedang berlaga, hingga seperti pesona traveller yang sedang menjelajah. Setiap orang itu unik. Tak perlu melakukan sesuatu diluar kapasitas diri hanya untuk mendapat pengakuan semu. Cukup optimalkan kapasitas diri dan pesona itu akan memancar dari dalam diri.



  #MemesonaItu tentang Keberlanjutan Diri. Usia bisa membatasi hidup didunia ini, namun pesona yang melekat erat akan dapat hidup sepanjang waktu. Seperti pesona para pahlawan yang tetap hidup hingga hari ini. Keberlanjutan diri erat kaitannya dengan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar. Memesona diantara lingkungan yang memesona. Memesonakan lingkungan akan secara tidak langsung memesonakan diri.



Memesona itu unik tidak hanya pada individu, tetapi memesona itu juga unik terhadap dimensi waktu. Pesona gadis belia, wanita dewasa, ataupun nenek-nenek akan berbeda. Keseluruhannya memiliki pesonanya masing-masing. Pesona yang tak hilang dimakan zaman akan terpancar dari tutur kata, pemikiran, dan tatapan mata yang memesonakan lingkungan sekitar. Pandangan pertama merupakan bagian dari pancaran pesona bagi lingkungan sekitar yang belum pernah bertemu. Pancarkan pesona dengan kualitas diri yang sempurna, kapasitas diri yang optimal, dan diri yang bermanfaat bagi sekitar.

Pada akhirnya, bagiku memesona itu ialah dengan menjadi diri sendiri, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri, serta sadar menempatkan diri dan terus berjuang menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi sekitar. Memesona akan abadi ketika dalam setiap perjalanan hidup ditemani dengan senyum keikhlasan. Senyum keikhlasan yang terpancar dari tatapan mata akan menambah pesona diri.

Tersenyumlah. Pancarkan Pesona Unikmu.



Tulisan ini diikutsertakan pada lomba pancarkan pesona #MemesonaItu.



Rabu, 12 Oktober 2016

Bergerak

Ada yang datang, ada yang pergi
Ada yang senang, ada yang sedih
Kenangan yang takkan terganti.

Kenangan dan harapan
Masa lalu dan masa depan

Berhentilah memberi harapan, ketika harapan itu sudah terkunci
Cukuplah, biar ku cari harapan yang baru
Karena masih ada harapan yang terbuka
Yang terbaik untukku.

Pada akhirnya, semua akan menjadi ukiran kehidupan yang takkan terganti.

Rabu, 10 Agustus 2016

Proses Mewujudkan Impian - Bagian 1 Prolog

Mimpi, akhirnya saya putuskan untuk mewujudkan impian ini. Impian yang ditargetkan beroperasi di tahun 2020 (aamiin). Bismillahirrahmannirrahim.

Sampah. Bagi saya, sampah merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Tapi ke-kompleks-an sampah dapat diuraikan menjadi benda-benda yang sangat sederhana. Karena pada dasarnya, sampah merupakan hasil samping dari proses produksi. Selain itu, sampah juga tercipta dari faktor waktu. Benda yang saat ini dianggap berharga, bisa jadi benda yang tidak berharga dikemudian hari.

Instalasi pengolahan sampah atau bahasa asingnya Material Recovery Facilities. Bagi saya, instalasi ini merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan. Kreatifitas dan inovasi akan selalu dibutuhkan untuk dapat mengelola sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai. Bukan hal mudah, tapi bukan berarti tak bisa dilakukan. Terlebih lagi skala pengolahan akan sangat memengaruhi bentuk kreasi yang akan diwujudkan. Pengembangan ini merupakan wujud nyata dari slogan "Think Globally, Act Locally".

Keinginan memiliki, mengembangkan, serta menyebarkan instalasi pengolah sampah menjadi target pencapaian yang ingin saya raih. Tapi saya sadar bila ilmu mengolah tiap bentuk sampah itu perlu. Karena dengan mengetahui bentuk akhir sampah yang akan diolah, termasuk melihat dan membaca pangsa pasar, maka pengolahan sampah terpadu akan lebih teratur dan optimal.

Dalam perjalanan menuntut ilmu, mencari inspirasi, serta membaca situasi sangat diperlukan diskusi, kritik, dan saran untuk kemajuan pengolahan ini. Karena garda terdepan dari pengolahan sampah adalah masyarakatnya. Secara masyarakatnya-lah penghasil sampah utama. Bila masyarakat sudah terbiasa dengan pengelolaan sampah, maka pengolahan sampah akan menjadi kebiasaan yang baik.

Tulisan disini akan menjadi teman perjalanan saya serta wadah diskusi yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi yang sejalan.
Mari mengolah sampah...

Minggu, 24 Juli 2016

Anak-ku

Seorang anak tak memilih dimana ia dilahirkan
Seorang anak pun tak memilih orang tua yang akan membesarkan
Orang tua pun seperti itu...

Seorang anak dibentuk oleh orang tua
Anak merupakan cerminan orang tua
Cerminan keluarga yang ia tinggali
Arti awal baik dan buruk yang ia ketahui

Ketika mulutnya belum berbicara,
Kau harus membaca tangisnya,
Kau harus membaca matanya,
Kau harus membaca gerak tubuhnya,
Dan kau akan tau apa yang diinginkannya

Terkadang dari tangisnya kau lihat emosi yang tak tertahan
Terkadang dari matanya kau lihat kerinduan yang tak bisa diucapkan
Terkadang dari gerakannya kau lihat penerimaan ataupun penolakan akan suatu hal

Setiap anak sama
Mereka terlahir polos
Seperti kertas putih
Orang tua dan lingkunganlah yang akan membentuk dirinya

Teruntuk semua orang tua
Bersyukurlah memiliki anak yang merupakan titipan dari Sang Maha Pencipta
Jangan pernah sia-siakan mereka

Teruntuk semua anak
Jadilah anak yang dapat membanggakan orang tuamu
Yang kelak dapat memberikan amalan yang tak akan putus hingga orang tuamu tiada
Jadilah generasi penerus bangsa yang dapat memberikan pengaruh positif untuk keberlangsungan hidup manusia

Tetaplah ceria, tetaplah tersenyum, dan tetaplah bersinar
Selamat Hari Anak Nasional.

Minggu, 17 April 2016

Tetap Seorang Analis

"Warga analis semua bersatu
Yang lama, yang baru semuanya sama
Guna meraih hidup sederhana
Semua sama pelajar analis
Pelajar pelajar analis"
-Mars Analis-

Dulu, laboratorium merupakan lokasi favorit. Dimana banyak suka dan duka didalamnya, termasuk cinta.
Dulu, bahan kimia merupakan teman sehari-hari. Dari asam basa pekat pro analisis hingga asam basa sintetis.
Dulu, alat gelas dan instrumen selalu menemani setiap langkah. Dari piala gelas, labu ukur, gelas ukur, buret, spektrometer, hingga AAS.

Kini, melangkah ke laboratorium saja hampir tak pernah.
Kini, makanan sehari-hari hanyalah desain bangunan.
Kini, teman setia adalah komputer dan autocad.

Tapi, saya tetap seorang analis.
Dan akan tetap menjadi analis.
Meski kompetensi di laboratorium semakin pudar.
Namun pola pikir analis akan tetap ada dalam jiwa.

Disini, disekolah ini, terlalu banyak hal yang takkan dilupakan. Karna semua kenangan telah bersatu merangkai hidup saya. Disini saya belajar bukan hanya materi semata, namun lebih dari itu.
Ada pelajaran tentang arti kehidupan, arti persahabatan, dan arti cinta sejati. Karena semua aspek hidup perlu analisis untuk menentukan kualitasnya, kualitas hidup.

Lustrum. Temu alumni akbar yang selalu diadakan setiap 5 tahun sekali. Lustrum XIII menjadi kali kedua saya ikut hadir di acara ini. Acara yang selalu membangkitkan semangat analis dalam jiwa, meskipun kini tidak terjun dalam dunia industri.

Segala kenangan bersekolah disini menyadarkan saya bahwa saya tetap seorang analis.


Sabtu, 02 April 2016

Karna Waktu akan terus Berlalu

Kumulai tulisan ini dengan basmalah.
Bismillahirrahmannirrahim..

Tepat sepuluh tahun yang lalu. Senin, 3 April 2006.

Secara fisik, hari itu adalah hari terakhir aku yang dulu.
Karena esok aku mencoba menjadi aku yang baru.
Perubahan itu bukan sebatas keinginan. Perubahan itu melalui sebuah proses yang panjang. Perubahan yang membutuhkan kemantapan hati, persiapan jiwa, serta adaptasi lingkungan sekitar.

Butuh keberanian ketika aku menyatakan keinginan itu. Dan butuh waktu untuk mempersiapkan segala keperluan itu.

Kuingat saat aku menyatakan keinginanku pada orang tuaku. Tak sanggup aku menatap matanya. Cara aku nyatakan ialah dengan memeluk ibuku. Cara paling terakhir untuk membujuk dan menunjukkan keseriusanku.

Bukan mereka melarang, tapi pada saat itu banyak contoh kurang baik tentang keputusan serupa yang tidak konsisten. Mereka tidak ingin aku melakukan hal serupa. Mereka hanya meminta aku tetap dalam keputusanku.
Pada dasarnya mereka menyetujuinya.

Perubahan itu butuh persiapan. Dari pernyataanku hingga akhirnya terwujud, butuh persiapan. Karena perubahan ini bukan hanya untuk satu hari atau beberapa saja, namun perubahan ini untuk selamanya.

Sepuluh tahun yang lalu. Selasa, 4 April 2006.

Kumantapkan hati mulai mengenakannya untuk berangkat menuju sekolah. Banyak teman terkejut melihatnya, menyangka hari itu adalah hari jum'at. Namun, banyak pula teman yang langsung mendo'akan.

Hari itu mulai aku lewati dengan ketenangan. Hari itu adalah hari pertama aku menjalani keputusanku.
Keputusan menggunakan jilbab.

Bukan jilbab fashion, bukan jilbab lebar, bukan jilbab langsung. Jilbab yang kukenakan ialah sebuah kain segiempat sederhana. Karna itu yang nyaman bagiku. Dan bagiku yang terpenting adalah sesuai dengan syariatnya.

Jilbab tidak menunjukkan ilmu agama seseorang. Jilbab adalah kewajiban setiap muslimah.
"Orang yang berjilbab tidak selalu muslimah yang taat, namun muslimah yang taat pasti berjilbab."

Saya hanya berusaha tidak menjadi orang yang fasik, mengetahui tapi tidak mengamalkan. Saya sadar ilmu yang saya miliki masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Masih harus banyak belajar.

Tak terasa sepuluh tahun saya lalui. Semoga saya tetap istiqomah untuk menjalani hari-hari dalam keputusan ini.

Tulisan ini dibuat dalam rangka menunaikan nazar agar dapat menginspirasi muslimah lainnya. :)






Rabu, 09 Maret 2016

Bulan dan Matahari

Hari ini, 9 Maret 2016, di sebagian besar daerah Indonesia mengalami fenomena gerhana matahari. Gerhana matahari adalah suatu peristiwa dimana bulan menutupi matahari dari arah bumi. Sehingga terjadi garis sejajar antara Bumi-Bulan-Matahari.
Pada fenomena kali ini, saya ingin mencoba mengabadikannya melalui deretan gambar antara bumi dan matahari. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk mengabadikan gambar yang saya ambil menggunakan aplikasi Sky Map.  Pada prinsipnya pergerakan antara bulan dan matahari terlihat jelas disini.
Berikut foto screenshots pergerakan bulan dan matahari pada pagi tadi


Setting lokasi GPS berada di area Ciawi Bogor, secara saya mengabadikannya dari rumah. Di Ciawi terlihat tidak mengalami gerhana matahari total, hanya gerhana matahari sebagian. Dimulai dari pukul 04.00 hingga pukul 09.30. Terpotong beberapa saat untuk melaksanakan shalat gerhana yang diadakan di mushola komplek.
Setidaknya kegiatan hari ini mengobati hati yang sedang gundah.
Semoga suatu saat dapat bertemu dengan fenomena alam lainnya, yang mengajak kita untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah swt.

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat (tanda) diantara ayat-ayat Allah. Tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdo'alah kepada Allah dan shalatlah hingga tersangka kembali"
HR. Bukhari dan Muslim

Kamis, 18 Februari 2016

Boneka Horta

Pada postingan kali ini saya hendak memperkenalkan sebuah produk daur ulang yang ramah lingkungan serta sebagai bahan pembelajaran bagi anak-anak dan dapat pula digunakan sebagai hiasan disudut meja kera. Produk ini bernama Boneka Horta.

Horta terbuat dari serbuk kayu yang merupakan limbah industri kayu. Serbuk kayu ini dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat yaitu sebagai media taman rumput. Rumput yang tumbuh pada boneka juga sangat bermanfaat bagi lingkungan serta sebagai salah satu metode pembelajaran bagi anak-anak 3 tahun keatas.

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba menjadi reseller untuk produk ini. Ingin mencoba hal baru yang belum pernah saya lakukan. Sebelumnya, saya juga sudah mencoba menumbuhkan beberapa horta yang saya teruh di kantor dan di rumah. Horta yang saya tanam tumbuh dengan baik. Sangat senang melihatnya. Namun, horta ini harus dihindari dari ancaman yang bernama kucing. Kemarin rumput horta yang saya taruh di rumah dimakan oleh kucing peliharaan kakak saya :(. Ternyata rumput ini disukai oleh kucing!.

Bila ada yang berminat, dapat menghubungi saya melalui laman ini atau inbox FB.
Semoga langkah saya melalui produk ini bisa ikut membantu usaha teman-teman dalam menjada dan melestraikan lingkungan.

Horta yang di rumah

Horta yang di kantor

Stock Horta di rumah


Salam Hangat. :)

Senin, 18 Januari 2016

Sepenggal Kenangan Masa Sekolah

SMAKBo merupakan singkatan dari Sekolah Menegah Analis Kimia Bogor. Pada saat saya bersekolah di sana, status sekolah ini berada dibawah Kementrian Perindustrian dan Perdagangan. Ketika kementrian ini dipecah jadi Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan, sekolah ini berada di bawah Kementrian Perindustrian. Hal ini sangat berpengaruh pada logo sekolah yang berubah. Terutama emblim yang menempel di saku baju sekolah. :D

Banyak hal yang berbeda dari sekolah ini. Kurikulum yang ada di sekolah ini juga berbeda (ga mau disamain haha :D). Kurikulum lebih mengedepankan skill atau kemampuan di laboratorium. Praktikum selalu ada di tiap tahun dan selalu meningkat tingkat kesulitannya untuk mencapai taraf kompeten.

Pada tahun pertama kami dihadapkan oleh Praktikum Gravimetri. Sebuah analisis yang berdasakan berat demi mencapai bobot tetap. Penetapan kadar Cu, Fe, Al, dan Ni merupakan penetapan dasar yang harus dikuasai. Selain itu, adapula Praktikum Meniup Kaca. Praktikum yang menyenangkan karena kita diberikan bekal cara membuat alat-alat gelas laboratorium sederhana, seperti pipet, pengaduk, tabung reaksi, hingga labu ukur. Hal yang menarik adalah bila kita memecahkan alat di lab lain, kita bisa memperbaikinya di lab meniup kaca (khusus untuk alat-alat sederhana).

Tahun kedua kami dihadapkan oleh Praktikum Volumetri. Sebuah analisis berdasarkan volume dengan menggunakan metode titrasi. Pada tahun ini kami semakin berwarna, bukan karena hidup yang berwarna tetapi indikator yang kami gunakan semakin beragam warnanya. Hingga jas lab pun mulai dipenuhi oleh bercak warna indikator :D haha. Di tahun kedua ini pula kami mendapatkan Praktikum Mikrobiologi. Bertemu dengan bakteri-bakteri, mewarnai bakteri, melihat dibawah mikroskop, hingga tugas akhir membuat yoghurt.

Tahun ketiga semakin berat lagi. Praktikum semakin kompleks. Praktikum kali ini adalah Praktik Kimia Terpadu. Penetapan dasar yang diwajibkan antara lain analisis karbohidrat, gula, dan asam lemak. Di tahun ini kami mulai menggunakan alat instrument analisis di Praktikum Analisis Instrumental. Alat yang digunakan antara pH meter berbagai merk, spektrofotometer, flamefotometer, hingga AAS. Menggunakan instrumen lebih sangat membutuhkan kehati-hatian dalam pengerjaannya. Sebenarnya lebih karena mahal dan sensitif-nya instrumen. Bahkan untuk sebuah pH meter twin B-212 yang rusak sensornya saja membuat kami satu angkatan harus patungan menggantinya. Selain itu adapula Praktikum Analisis Fisika, Praktikum Organoleptik, dan Praktikum Analisi Jenis. Setiap kali praktikum diwajibkan menyerahkan Laporan Khusus (Lapsus) praktikum sebelumnya, dan bagan kerja Laporan Harian (LapHar) praktikum yang akan dikerjakan. Beraneka macam lapsus ini membuat begadang hampir setiap hari dan hingga menginap di kosan teman. Belum lagi di tahun ketiga ini kami harus mengikuti Ujian Nasional. Angkatan pertama di sekolah ini yang mengikuti UN. Kami sempat mengajukan protes, karena UN di sekolah ini tidak menentukan kelulusan, kami masih harus menjalani satu tahun lagi bersekolah (kelas empat). Meskipun demikian kami tetap menjalani dengan hasil yang memuaskan. :D

Tahun keempat merupakan tahun terakhir kami. Kami sekolah hanya satu semester saja, satu semester lagi digunakan untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin). Pada semester awal kami diberikan sebuah proyek untuk mensitesis dan menganalisis sebuah produk. Produk diserahkan pada masing-masing kelompok. Di postingan lain saya akan coba ceritakan terkait kelas empat ini. :)


Pada dasarnya, saya sangat bersyukur bersekolah ini. Dari teman satu angkatan, sahabat, praktikum, PMR, gurunya, laboratoriumnya, semua benar-benar membuat rasa rindu akan suasana sekolah. Untungnya, pada tahun ini Lustrum akan segera digelar. Reuni akbar. Mari ramaikan Lustrum XIII. :)

Tulisan ini dibuat dalam rangka persiapan menjelang Lustrum XIII.

Minggu, 10 Januari 2016

Windrow Composting

Kompos sebagai hasil dari pengomposan dan merupakan salah satu pupuk organik yang memiliki fungsi penting terutama dalam bidang pertanian antara lain (B. Zaman dan E. Sutrisno, 2007):
1. Memperbaiki struktur tanah
2. Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
3. Meningkatkan kondisi kehidupan dalam tanah
4. Mengandung nutrien bagi tanaman

Kompos berfungsi meningkatkan daya cengkram air tanah (Water Holding Capacity) selain kesuburan biologi, kimia dan fisik tanah. Semakin banyak kompos digunakan di Daerah Aliran Sungai maka air yang ditahan tanah akan semakin banyak. Tanah yang semakin subur menghasilkan tanaman yang semakin
sehat, berarti dapat menahan air lebih banyak lagi (Hakim, Wijaya, dan Sudirja, 2006).

Metode pengomposan terdiri dari berbagai macam cara. Salah satu metode yang akan dibahas pada saat ini adalah metode Open Windrow Composting. Metode open windrow composting telah diteliti oleh Leam Chabang, Thailand pada tahun 1997. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sistem ini akan mengurangi volume sampah organik menjadi sepertiga volume semula dan berat sampah berkurang sampai 50% dari berat semula. Suhu windrow mencapai optimal dalam satu hari setelah penumpukan dan mikroorganisme berhasil menyeragamkan bahan organik dalam selang waktu dua hari (S. M. Suratama, 2008).

Sistem windrow composting merupakan penumpukan yang dilaksanakan secara memanjang. Menurut Tchobanoglous et al (1993), windrow composting dengan proses high rate mempunyai tinggi tumpukan 6-7 ft dan lebar tumpukan 14-16 ft (S. M. Suratama, 2008).

Di Indonesia metode ini sudah diterapkan oleh beberapa Unit Pengelolaan Sampah (UPS) yang ada. Beberapa yang pernah saya kunjungi ketika kami melakukan studi lapang (ekskursi) di Pulau Bali.

 
 Open Windrow Composting skala besar di TPA Temesi, Bali

Open Windrow Composting skala harian di MRF Jimbaran Lestari, Bali




Kamis, 31 Desember 2015

Sepenggal Do'a untukmu


Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui,
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam dakwah-Mu, dan
berjanji setia untuk membela syari’at-Mu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,
Ya Allah, kekalkanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu, dan
matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.


Bahkan hingga berakhir tahun 2015 ini, saya masih harus bertanya,
Siapa dirimu?

Sabtu, 15 Agustus 2015

Perjalanan Mencari Rumah

Kebutuhan pokok manusia terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan sandang dan pangan saat ini dapat dikatakan telah terpenuhi. Kebutuhan papan sebenarnya tidak terlalu mendesak untuk dipenuhi saat ini, secara saya masih berada dibawah tanggung jawab orang tua. Namun, melihat kondisi sekarang, dengan harga yang kian meninggi, dengan ketersediaan tanah yang semakin berkurang, saya menyadari bahwa sudah waktunya untuk 'berburu rumah'.

Rumah yang menjadi impian bukan semata melihat dari rumah itu sendiri, tapi harus dilihat dari segala aspek. Rumah impian tiap orang akan berbeda-beda. Bagi saya aspek yang penting untuk rumah impian antara lain:

1. Master plan lingkungan sekitar rumah.
Master plan lingkungan sekitar rumah menjadi pertimbangan pertama ketika menentukan lokasi rumah impian. Mau seperti apa daerah itu kedepannya, jangan sampai lokasi yang dipilih memiliki masalah kedepannya.

2. Akses menuju perumahan.
Akses menuju perumahan itu penting. Secara saya sadar diri mengingat mobil, motor, bahkan sepeda pun saya tidak bisa mengendarainya (kasian banget sih). Akses angkutan umum sangat menjadi pertimbangan penting. Jam operasional angkutan umum juga harus dipertimbangkan, jangan sampai ketika pulang kemaleman tidak ada kendaraan dan memaksa harus jalan kaki.

3. Jarak dengan pusat aktifitas.
Jarak menjadi pertimbangan selanjutnya. Pusat aktifitas saat ini adalah kantor, sehingga jarak antara rumah dan kantor sebisa mungkin masih bisa dicapai maksimum 2-3 jam (kebiasaan PP jakarta-ciawi). Sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan rumah yang terlalu dekat kantor, khawatir disuruh lembur terus (haha).

4. Fasilitas umum yang tersedia.
Fasilitas umum seperti masjid atau mushola, lapangan olahraga, rumah sakit, terminal, taman, hingga pusat perbelanjaan penting untuk dipertimbangkan. Lokasi dekat mesjid agar suara azan terdengar dan dapat ikut serta memakmurkan masjid. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi pelengkap rumah idaman.

5. Developer yang membangun.
Bagi saya ini penting untuk mengetahui kualitas rumah yang dibangun. Spesifikasi material rumahpun harus dipertimbangkan demi umur rumah yang tahan lama.

6. Desain rumah.
Desain rumah sebenarnya tidak terlalu penting diperhatikan ketika awal memburu rumah. Desain dapat diubah seiring berjalannya waktu. Namun saat ini beberapa perumahan (khususnya cluster) tidak memperbolehkan untuk merubah desain tampilan tampak depan, sehingga desain awal dapat dijadikan pertimbangan juga.

Tambahan khusus rumah yang menjadi impian saya antara lain:
- Punya kolam ikan atau sejenisnya,
- Punya spot untuk bisa menikmati pesta bintang dan bulan,
- Punya area untuk latihan memanah,
- Menerapkan sistem bangunan rumah hijau (aspek persampahan, air bersih, air kotor, air hujan, hingga udara)

Pada akhirnya harus kita sadari, sebenarnya rumah hanyalah sebuah fasilitas, yang paling penting adalah isi dari rumah itu sendiri. Rumah idaman sejatinya adalah tempat kita bersama membangun keluarga yang bahagia. Semoga suatu hari nanti saya bisa mewujudkan rumah impian ini.

Mari mulai berburu rumah! :)

Sabtu, 08 Agustus 2015

Mimpi

"Atau.. Lw udah ga punya mimpi?"

Kalimat tanya yang membuat saya menyadari,
'Apa mimpi saya saat ini?'
......................

Mungkin saat ini saya berada di zona nyaman, dimana tidak ada tekanan untuk melakukan sesuatu.
"Mengalir seperti air"

Tidak ada yang salah ketika nyaman berada di zona nyaman, meskipun seringkali merindukan tantangan yang bisa membuat jantung ini berdetak lebih cepat alias sport jantung. Tapi hingga saat ini saya belum menemukan mimpi yang benar-benar menarik hati.

Mungkin saat ini saya sedang berada di fase datar dalam hidup. Saat yang tepat untuk memperbaiki diri. Mempersiapkan kembali diri ini untuk menghadapi fase hidup selanjutnya. Hanya ingin dan berharap setiap hari bisa semakin baik lagi dan tidak menjadi orang yang merugi.



"Aku tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidaklah setabah Fatimah,
Aku cuma seorang wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi shalihah"

Energi (kehidupan)

 Apa yang kita ketahui tentang definisi energi?  Secara terminologi, banyak definisi energi yang bisa kita ambil. Seperti yang saya ambil da...