Sabtu, 24 Januari 2015

Pengingat diri dan hati sendiri...


Apa kabar hati?
Masihkah ia embun,
Merunduk tawadhu di pucuk-pucuk daun.

Masihkah ia karang?
Berdiri tegar,
Menghadapi gelombang ujian.

Apa kabar iman?
Masihkah ia bintang,
Terang benderang menerangi kehidupan.

Apa kabar saudara-saudariku?
Di manapun engkau berada semoga Allah senantiasa melindungi dan menjaga dirimu, hatimu dan imanmu hari ini dan untuk selamanya.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah ketulusan..
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang sebuah keikhlasan..
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau belajar tentang memaafkan..
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau belajar tentang ketangguhan..
Ketika kau harus membayar sesuatu yang seharusnya tidak kau tanggung, maka saat itulah kau belajar tentang kemurahan hati..
Bersyukurlah karena Allah selalu memberikan terbaikNya tuk tiap kita..

Tersenyumlah dan dunia kan tersenyum padamu, temukan pelangi yang berarti senyum lingkungan yang menunjukkan bahwa kau telah bisa menyeimbangkan antara hati dan diri..

Batas kesabaran adalah rasa syukur, batas kesyukuran adalah rasa sabar, semua terangkum dalam tawakal pada-Nya.
 
Jangan pernah menyerah pada sebuah keadaan, akan selalu ada harapan baru selama kita berada di jalan-Nya dan mau terus belajar arti kehidupan.
 
Bismillahirrahmanirrahim...
Innallaha Ma'ana.

Minggu, 18 Januari 2015

Di Proyek ini Saya Belajar....


Menjadi seorang Engineer. Insinyur. Ternyata memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Menjadi konsultan bidang MEP bukan perkara mudah. Tak ada dunia teknik yang mudah. Yang menurut saya paling rumit menjadi konsultan MEP adalah karena berbagai disiplin ilmu teknik yang berbeda: Mesin, Elektrikal, Elektronik, Sanitari, dan Pemadam kebakaran ada disini. Memang akan dibagi per divisi sesuai jurusan kita, tapi kita harus mencoba mempelajari dasar-dasar ilmu yang lainnya. Bukan apa dan mengapa harus mempelajarinya, ini lebih karena ketika kita mewakili rapat atas nama kantor, kita diharuskan bisa menjawab permasalahan-permasalahan terkait MEP, bukan sekedar divisi kita saja. Oke, disini saya mulai belajar.

Tidak ada senior yang tidak melewati tahap junior. Dulu di beberapa proyek sebelumnya saya suka ikut rapat untuk menjelaskan sistem yang saya dan tim buat untuk proyek. Hanya sebagai pelengkap. Tapi disini saya dituntut untuk tidak sekedar mengetahui sistem yang divisi saya buat, tapi seluruh divisi, seluruh MEP. Hmm... oke disini saya belajar. Meskipun terasa sangat berat, disertai tekanan dari berbagai macam pihak.

Semua rasa ada disini. Air mata sudah sekian kali jatuh membasahi kertas-kertas ini. Tapi tak jarang senyum dan tawa juga menghiasi perjalanan proses pembelajaran ini. Dan saya menikmatinya meskipun hanya sekedar memuaskan rasa penasaran akan dasar-dasar ilmu ME lainnya.

Di proyek ini saya belajar. Bahwa diantara MEP, arsitek, dan struktur merupakan sebuah kesatuan dengan tujuan yang sama, membangun gedung. Tak ada yang utama dibandingkan yang lainnya, semua penting, meskipun pada akhirnya akan ada yang mengalah dalam sebuah permasalahan, namun disini saya belajar bahwa permasalahan akan cepat teratasi ketika kita mengoordinasikan dengan seluruh pihak dan perlunya sikap pengertian antar bidang.
Seperti contoh permasalahan tinggi bersih area parkir yang kurang akibat dimensi ducting yang besar dan balok yang besar juga. Berbagai macam opsi muncul, dari perubahan layout ducting hingga usulan ducting yang menembus balok. Bila tidak ada koordinasi maka akan ada masalah pada saat pembangunan. Di proyek ini saya belajar akan pentingnya koordinasi dan kejujuran akan prediksi masalah yang akan timbul. Serta cara terbaik mengatasi masalah yang ada.

Koordinasi akan sangat optimal ketika pihak owner ikut memahami permasalahan. Disini saya melihat pentingnya tim owner yang terdiri dari arsitek, struktur, dan MEP agar didapatkan hasil terbaik dari seluruh opsi-opsi yang ada. Disini saya belajar menghargai dan memahami bahwa ini adalah hasil bersama, bukan karena salah satu pihak, tapi seluruh pihak yang termasuk dalam tim yang terdiri dari pihak owner dan konsultan ikut terlibat. Koordinasi ini juga sangat erat kaitannya dengan metode komunikasi. Memang di awal terasa berlebihan ketika tim owner mengusulkan membuat grup whatsapp, tapi seiring berjalannya waktu, sangat terbukti efektif dalam mengoordinasikan masalah yang ada sehingga cepat selesai. Memang sebelumnya ada metode koordinasi yang menggunakan email, namun email lebih membutuhkan waktu untuk mengunggah, mengunduh, dan menjawab masalah yang disampaikan. Dibandingkan whatsapp yang tinggal langsung foto dan unggah, selain itu juga otomatis diketahui apakah pesan sudah dibaca atau belum. Memang dibeberapa waktu pernah mengganggu saat istirahat dan waktu libur. Apalagi ketika dateline penyerahan gambar, konsultan selalu diburu tim owner, haha... Disini saya belajar pentingnya komunikasi yang baik dan efektif serta bersahabat sehingga tidak menimbulkan kesan kaku tapi tetap saling menghargai.

Di proyek ini saya belajar, untuk berani berpendapat, berani berbicara. Karena sejujurnya dulu saya lebih suka bekerja dibalik layar, tapi sekarang saya menikmatinya meskipun Bahasa Inggris yang saya gunakan tidak sebaik orang lain.

Saat ini tahap desain sudah selesai. Sekarang kita bisa sedikit bernafas lebih tenang karena gedung ini sedang dibangun. Saat ini waktunya mengecek pekerjaan kontraktor, mengawal desain yang kita buat sebelumnya. Disini saya belajar mengecek tiap item yang diajukan kontraktor, mulai dari tipe, spesifikasi, surat dukungan, hingga distributor-distributor terkait.

Di proyek ini saya belajar, dan saya menikmati proses ini. Proses menjadi engineer seutuhnya.

Hal ini benar-benar akan menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk saya.

Tak lupa saya berharap gedung yang kami rancang ini memiliki manfaat yang besar bagi kebaikan lingkungan sekitar, sehingga ini jadi salah satu bentuk aplikasi ilmu yang bermanfaat.

Di proyek ini saya belajar. Ya, saya belajar di proyek ini. Proyek Lot 10.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Terima kasih tim Lot 10 atas kerjasama yang baik ini.

Tahun 2017, kita tunggu pembukaan gedung ini.

Minggu, 11 Januari 2015

Jika Aku Jatuh Cinta...

 Puisi Sayyid Qutub

Ya Allah ... Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan
Cintanya pada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin... Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah ... Jika aku jatuh cinta,
Ijinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar tidak jatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana ... Jika aku jatuh cinta,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari-Mu

Ya Rabbul Izzati... Jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah... Jika aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalui aku merindui syurga-Mu.

Ya Allah... Jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
Indanya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.

Ya Allah... Jika aku jatuh hati pada kekasih-mu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
Perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah... Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
Jangan biarkan aku melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi
Hanya kepada-Mu

Ya Allah... Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa
Dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
Telah berpadu dalam membela syari’at –Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatanya, kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah padam.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan
Keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu......


semoga tahun ini semua tak lagi menjadi misteri di kehidupan ini.
Bismillah, Luruskan niat, dan....
"Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqina imama"
Innallaha Ma'ana

Minggu, 28 September 2014

Menanti...


 sebut saja ini curahan hati saya, silahkan...

Entah harus darimana tulisan ini kumulai,
Hanya ingin mengungkapkan beberapa permintaan dari hati yang mulai resah.
Tentang siapa dirimu, dimana dirimu, dan kapan dirimu akan hadir.

Aku hanya seorang wanita yang berharap
Engkau adalah salah satu dari orang yang ada didekatku saat ini,
Sehingga aku tak perlu memulai dari nol proses mengenal dirimu.

Aku juga berharap
Engkau katakan apa yang menjadi harapanmu padaku,
Sehingga aku bisa berusaha menjadi seperti yang kau mau
Selama tak bertentangan dengan perintah-Nya.

Aku pun berharap
Kita belajar bersama membentuk keluarga yang telah (akan) kita sepakati bersama
Sehingga keluarga ini bisa menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak.

ya itu harapan utamaku...

Aku bukanlah manusia yang sempurna.
Akupun tak mencari kesempurnaan dari dirimu.
Yang kuharap dari ketidaksempurnaan ini adalah saling melengkapi antara kita menuju kesempurnaan.

Siapa dirimu?

Kamis, 31 Juli 2014

Pintar dan (atau) Beruntung

"Lu itu pinter, tapi ga beruntung.kebalikan ama dia, dia itu ga pinter, tapi beruntung."

Kata-kata yang sampai hari ini masih terngiang dibenakku. padahal kalimat itu diungkap hampir beberapa tahun yang lalu. Pertama diungkapkan di selasar ketika kami sedang berkumpul.

Pernyataan yang membuatku sadar akan arti kepintaran dan keberuntungan.
Kepintaran yang hanya terisolasi pada kepuasan diri sendiri untuk menemukan suatu jawaban atas segala pertanyaan.
Kepintaran yang hanya dipendam sendiri untuk idealisme pribadi.
Kepintaran yang hanya dibagi pada yang bertanya saja.
Kepintaran yang pada akhirnya sedikit mendatangkan keberuntungan.
Yang akhirnya terungkap kalimat "sombong", "naif", hingga "aneh".
Ya aneh, berbeda dengan unik.

Mungkin disitulah letak ketidakberuntungan itu.

Pintar tapi jarang mendapatkan nilai sempurna, karena idealismenya, karena kenaifannya.
Pintar tapi tidak memiliki teman untuk sekedar makan siang bersama, karena kesombongannya,.
Berbeda dengannya, dia yang beruntung itu.

Tapi biarlah itu menjadi masa lalu.

Beribu terimakasih kuucapkan pada teman unik yang bisa dengan jujur membuka mata ini, menyadari masalah ini.
Terima kasih pula pada dia yang selalu beruntung, yang bisa menjadi cermin untukku berbuat lebih baik.

Sesungguhnya pada saat-saat ini kejujuran, keterbukaan, hingga ketegasan sangat kubutuhkan.
Saat ini ditengah hiruk pikuk dunia dengan segala topeng monotonnya, sebuah 'tamparan' akan rutinitas ini sungguh dinantikan.

Entah dimana akan kutemukan teman seperti mereka lagi.
Satu hal, ketika kita bertemu lagi aku sudah tak se-aneh dulu, sedang berusaha menjadi unik. Aku berusaha mengejar keberuntungan itu, menjadi beruntung sepertimu. Semoga.

Merindukan kejujuran dari sebuah kenyataan.
Bogor, kontemplasi libur lebaran 1435 H

Kamis, 06 Juni 2013

Pengenalan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Pada manajemen pengolahan limbah B3 perlu diketahui tentang proses-proses yang dapat terjadi untuk mengurangi limbah tersebut yang meliputi proses fisika, kimia dan biologi. Limbah B3 seringkali bereaksi kimia yang berpengaruh pada lingkungan yang disebut karakteristik fisika-kimia. Beberapa karekteristik fisika-kimia yang akan dibahas di antaranya:
1. Solubility
Solubility atau kelarutan merupakan derajat sebuah zat untuk melarut dalam suatu pelarut. Satuan unit dari kelarutan suatu zat adalah (mg/L atau ppm), (1 µg/L = 1 ppb). Material memiliki derajat kelarutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai Ksp (moles/L). Metode yang digunakan untuk mengolah limbah B3 yang menggunakan kelarutan adalah hydroxide precipitation. Apabila nilai solubility zat sangat kecil maka hydroxide precipitation sulit digunakan.
2. Vapor Pressure
Molekul akan berubah menjadi uap atau gas apabila terjadi proses evaporasi. Kondisi kesetimbangan terjadi apabila jumlah molekul yang meninggalkan cairan sama dengan jumlah molekul yang mulai terlarut kembali. Vapor pressure atau tekanan uap adalah tekanan yang digunakan oleh uap dalam kesetimbangan cairan. Pada kondisi ideal untuk menentukan tekanan total digunakan Raoult’s Law :
Ptotal = Pa + Pb
Dimana Pa dan Pb merupakan tekanan parsial yang didapat dari
Pa = Pvp.a x Xa
dan
Pb = Pvp.b x Xb
Pvp.a = tekanan uap zat atau komponen a
Pvp.b = tekanan uap zat atau komponen b
Xa = fraksi mol zat a dalam larutan , dapat dihitung dengan mol a/(mol a + mol b)
Xb = fraksi mol zat b dalam larutan, dapat dihitung dengan mol b/(mol a + mol b)
Pada realitanya jarang sekali terjadi larutan dalam kondisi ideal sehingga pada larutan yang tidak ideal seperti pada ikatan polar (methanol-water) menyimpang dari hukum Raoult karena interaksi molekul yang kuat.
3. Henry’s Constant
Henry’s law menjelaskan kelarutan gas pada cairan, dia menyatakan bahwa dalam kondisi kesetimbangan tekanan parsial gas yang berada di atas cairan sebanding dengan konsentrasi kimia pada cairan tersebut. Pernyataan tersebut diekspresikan dengan persamaan:
Pg = HCL
Pg = tekanan parsial gas (atm)
H = konstanta Henry (atm.m3)/mol
CL = konsentrasi kimia di dalam cairan (mol/m3)
4. Diffusion Coefficient
Difusi adalah pergerakan kontaminan yang dipengaruhi oleh gradient konsentrasi. Jumlah kontaminan yang melewati suatu unit area pada waktu tertentu dapat dihitung dengan Fick’s Law :
J = -D(dC/dx)
J = flux (mol/cm2.s)
D = koefisien difusi (cm2/s)
C = konsentrasi (mol/cm3)
X = jarak perpindahan (cm)
5. Partition Coefficients
Koefisien partisi merupakan rasio konsentrasi dengan asumsi terpisahnya suatu zat menjadi dua fase yang berbeda.
6. Bioconcentration Factor
Bioconcentration factor (BCF) merupakan jumlah zat kimia yang terakumulasi oleh organisme air. BCF pada organisme masuk lewat rantai makanan yang masuk dalam jaringan karena adanya proses metabolism pada tubuhnya dan juga ekskresi.
7. Sorption
Sorption atau penyerapan adalah proses pergerakan kontaminan terkumpul pada suatu tempat yaitu pengisap. Beberapa macam hal yang mempengaruhi cepatnya proses penyerapan yaitu : reaksi elektrik, gaya Van der Waal, ikatan kovalen, ikatan hydrogen, sifat lyophobic dari kontaminan.
8. Concentration
Unit dari konsentrasi adalah mg/L atau ppm dan biasanya yang digunakan dalam proses kimia adalah molalitas yang merupakan rasio jumlah mol pelarut dengan massa zat yang terlarut. Molalitas sering digunakan untuk mengekspresikan konsentrasi daripada ppm karena ppm masih mengandung unsure perkiraan. Namun dalam suatu kasus ppm digunakan untuk mengetahui konsentrasi uap di udara :
Cppmv = ((Cµg/L)x(24.1))/((mw)x(p))
Cppmv = konsentrasi uap (ppm)
Cµg/L = konsentrasi uap (µg/L)
24.1 = volume molar ambient pada suhu kamar 700F (L.atm/mol)
mw = molekul weight (g/mol)
P = tekanan atmosfer (atm)


Referensi:
La Grega.Section 3-2 PHYSICAL-CHEMICAL PROPERTIES.
Rangkuman Engga Rahmawati, Teknik Lingkungan Universitas Indonesia 2007.

Sabtu, 19 Januari 2013

Parameter Kimia Awal Pengujian Kualitas Air

Pada awal perencanaan suatu instalasi, perlu diketahui kualitas air yang akan diolah. Namun pada aplikasi teknis, tidak langsung seluruh parameter uji kulaitas air dilakukan pada air yang akan diolah. Terdapat parameter-paremeter awal yang digunakan sebagai acuan untuk uji kualitas air selanjutnya. Parameter awal dalam pengujian kualitas air antara lain:

1. Dissolved oxygen (DO)
Dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut adalah banyaknya oksigen yang terkandung dalam air. Oksigen terlarut ini merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas air. Air yang memiliki DO tinggi menunjukkan tingkat pencemaran yang rendah, dan sebaliknya air yang memiliki DO rendah menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi. Oksigen terlarut dibutuhkan oleh mikroorganisme air sebagai sumber oksigen dalam proses pernafasan. Semakin sedikit oksigen ditunjukkan dengan mikroorganisme air yang semakin sedikit, bahkan seringkali tumbuh mikroorganisme anaerob. Bila mikroorganisme anaerob yang tumbuh, maka air tersebut seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap.
Metode pengujian dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut:
a. Titrasi Iodometri
Prinsip : Kebutuhan O2 dikonsumsi oleh mikroba untuk mendegradasi zat-zat organik ditetapkan dengan mengukur jumlah O2 yang terlarut. Oksigen dalam sampel akan mengoksidasikan MnSO4 yang ditambahkan ke dalam larutan dalam keadaan basa, sehingga terjadi endapan MnSO2. Dengan penambahan H2SO4 pekat dan alkali azida maka akan dibebaskan I2 yang setara dengan O2 terlarut. Iod yang dibebaskan tersebut kemudian dianalisa dengan metode titrasi Iodometri yaitu dengan larutan standar tiosulfat dan kanji.
b. Analisis Instrumental
Prinsip : (spektronik, pengukuran berdasarkan panjang gelombang)

2. Total suspended solids (TSS)
Total suspended solids (TSS) atau total padatan tersuspensi adalah jumlah padatan berukuran lebih besar dari 10-3 mm yang terkandung dalam badan air. Padatan tersuspensi erat kaitannya dengan kekeruhan dan keberadaan bakteri. Bakteri dapat bersembunyi pada padatan tersuspensi, hal ini dapat menyebabkan bakteri berkembangbiak.
Metode pengujian:
Metode Gravimetri
Prinsip : Zat padat dalam sampel dipisahkan dengan menggunakan saringan 10-3 mm atau saringan serabut kaca (filter fiber glass). Zat padat yang tertahan dikeringkan pada suhu ±105oC. Berat stabil zat padat sesudah pengeringan adalah total padatan tersuspensi.

3. Biochemical oxygen demand (BOD)
Biochemical oxygen demand (BOD) atau kebutuhan oksigen biokimiawi adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik pada kondisi aerobik. Kebutuhan oksigen biokimiawi ini berbanding terbalik dengan keberadaan oksigen terlarut. Bila nilai BOD tinggi berarti oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air banyak, sehingga sisa oksigen yang berada dalam air sedikit, sebaliknya bila nilai BOD rendah berarti oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air sedikit, sehingga sisa oksigen dalam air banyak. Tingginya nilai BOD mengindikasikan bahwa banyaknya senyawa organik yang harus diuraikan oleh mikroorganisme. Proses pengujian BOD dilakukan selama lima hari (BOD5) untuk mengetahui pola kebutuhan oksigen biokimiawinya. Pada umumnya nilai BOD akan menurun dari hari ke hari karena senyawa organik yang harus diuraikan semakin sedikit sehingga kebutuhan oksigen untuk proses penguraian semakin sedikit.
Metode pengujian:
Titrasi Iodometri

4. Chemical oxygen demand (COD)
Chemical oxygen demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimiawi adalah pengukuran jumlah senyawa organik dalam air yang setara dengan kebutuhan jumlah oksigen untuk mengoksidasi senyawa organik secara kimiawi. Kedua parameter (BOD dan COD) ini mengukur jumlah senyawa organik, namun nilai COD umumnya lebih besar dari nilai BOD, hal ini dikarenakan terdapat senyawa yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme namun masih dapat diurai oleh proses kimiawi.
Metode pengujian:
Metode refluks dan titrasi

5. Suhu
Suhu air memiliki rentang yang luas. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu air antara lain volume air, lokasi badan air, kedalaman badan air, dan iklim. Air yang selalu mendapatkan pencahayaan dari matahari memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan air yang tidak mendapatkan pencahayaan. Semakin dalam air maka suhu air semakin rendah. Suhu air yang rendah mengakibatkan kandungan oksigen sedikit karena oksigen semakin sulit untuk melarut dalam air.
Metode pengujian:
Pengujian langsung (termometer)

6. pH
Parameter pH digunakan sebagai penentu awal tingkat keasaman badan air.
Metode pengujian:
a. Kertas pH
b. Analisis Instrumental (pH meter)

7. Nutrien (terutama N dan P)
Nutrien dalam air yang menjadi parameter kunci pada pengujian kualitas air adalah N (Total Nitrogen) dan P (Total Phospor). Keberadaan Nitrogen (N) dalam air dapat menunjukkan keberadaan senyawa organik seperti protein, urea, hingga hasil proses penguraian. Turunan Nitrogen dalam air dapat berupa ammonia nitrogen (NH3), ion ammonia (NH4+), ion nitrit (NO2-), dan ion nitrat (NO3-). Bila keberadaan total nitrogen dalam air tidak ada, maka seluruh turunan nitrogen juga tidak ada. Bila keberadaan total nitrogen ada, maka diperlukan pengujian lanjut untuk mengidentifikasi turunan nitrogen yang berada dalam badan air.
Keberadaan Phospor tidak berbeda jauh dengan keberadaan Nitrogen. Phospor juga menunjukkan keberadaan senyawa organik seperti protein, urea, dan hasil proses penguraian. Keberadaan Phospor dapat menyebabkan perkembangan pesat alga dan tanaman air yang mengakibatkan turunnya nilai oksigen terlarut karena pengonsumsian berlebihan di waktu bersamaan.
Kedua parameter nutrien ini menunjukkan jenis senyawa organik yang ada dalam badan air.
Metode pengujian Total Nitrogen:
a. Metode Kjeldahl
b. Analisis Instrumental
Metode pengujian Total Phospor:
a. Metode Gravimetri
b. Analisis Instrumental

8. Total dissolved solids (TDS)
Total dissolved solids (TDS) atau total padatan terlarut adalah jumlah padatan berukuran lebih kecil dari 10^-3 mm yang terkandung dalam badan air. Parameter padatan terlarut erat kaitannya dengan parameter kesadahan, alkalinitas, dan daya hantar listrik, yang keseluruhannya menguji keberadaan kation dan anion dalam air. Konsentrasi padatan terlarut sangat beragam bergantung pada iklim, kondisi geologis, dan waktu. Total padatan terlarut jarang digunakan sebagai parameter pengujian awal kualitas air karena sifatnya yang tidak membahayakan kesehatan. Efek dari padatan terlarut ini lebih bersifat teknis dalam proses-proses penjernihan badan air.
Metode pengujian:
Metode Gravimetri
Prinsip : Zat terlarut dalam sampel dipisahkan dengan menggunakan saringan 10-3 mm atau saringan serabut kaca (filter fiber glass). Zat terlarut kemudian diuapkan dan dikeringkan pada suhu ±105oC. Berat stabil zat padat sesudah pengeringan adalah total padatan terlarut.



Referensi:
1.Qasim, Syed R., Edward M. Motley, dan Guang Zhu. Water Works Engineering: Planning, Design & Operation.
2.Kiely, Gerard. Environmental Engineering. 1996. Singapore:McGraw-Hill Book.
3.Reynolds dan Richards. Unit Operations and Processes in Environmental Engineering, 2nd Edition. 1995. USA:PWS Publishing Company.
4.Laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan. Modul Praktikum Laboratorium Lingkungan. 2009. Depok:Universitas Indonesia.

Energi (kehidupan)

 Apa yang kita ketahui tentang definisi energi?  Secara terminologi, banyak definisi energi yang bisa kita ambil. Seperti yang saya ambil da...