Kebutuhan pokok manusia terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan sandang dan pangan saat ini dapat dikatakan telah terpenuhi. Kebutuhan papan sebenarnya tidak terlalu mendesak untuk dipenuhi saat ini, secara saya masih berada dibawah tanggung jawab orang tua. Namun, melihat kondisi sekarang, dengan harga yang kian meninggi, dengan ketersediaan tanah yang semakin berkurang, saya menyadari bahwa sudah waktunya untuk 'berburu rumah'.
Rumah yang menjadi impian bukan semata melihat dari rumah itu sendiri, tapi harus dilihat dari segala aspek. Rumah impian tiap orang akan berbeda-beda. Bagi saya aspek yang penting untuk rumah impian antara lain:
1. Master plan lingkungan sekitar rumah.
Master plan lingkungan sekitar rumah menjadi pertimbangan pertama ketika menentukan lokasi rumah impian. Mau seperti apa daerah itu kedepannya, jangan sampai lokasi yang dipilih memiliki masalah kedepannya.
2. Akses menuju perumahan.
Akses menuju perumahan itu penting. Secara saya sadar diri mengingat mobil, motor, bahkan sepeda pun saya tidak bisa mengendarainya (kasian banget sih). Akses angkutan umum sangat menjadi pertimbangan penting. Jam operasional angkutan umum juga harus dipertimbangkan, jangan sampai ketika pulang kemaleman tidak ada kendaraan dan memaksa harus jalan kaki.
3. Jarak dengan pusat aktifitas.
Jarak menjadi pertimbangan selanjutnya. Pusat aktifitas saat ini adalah kantor, sehingga jarak antara rumah dan kantor sebisa mungkin masih bisa dicapai maksimum 2-3 jam (kebiasaan PP jakarta-ciawi). Sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan rumah yang terlalu dekat kantor, khawatir disuruh lembur terus (haha).
4. Fasilitas umum yang tersedia.
Fasilitas umum seperti masjid atau mushola, lapangan olahraga, rumah sakit, terminal, taman, hingga pusat perbelanjaan penting untuk dipertimbangkan. Lokasi dekat mesjid agar suara azan terdengar dan dapat ikut serta memakmurkan masjid. Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi pelengkap rumah idaman.
5. Developer yang membangun.
Bagi saya ini penting untuk mengetahui kualitas rumah yang dibangun. Spesifikasi material rumahpun harus dipertimbangkan demi umur rumah yang tahan lama.
6. Desain rumah.
Desain rumah sebenarnya tidak terlalu penting diperhatikan ketika awal memburu rumah. Desain dapat diubah seiring berjalannya waktu. Namun saat ini beberapa perumahan (khususnya cluster) tidak memperbolehkan untuk merubah desain tampilan tampak depan, sehingga desain awal dapat dijadikan pertimbangan juga.
Tambahan khusus rumah yang menjadi impian saya antara lain:
- Punya kolam ikan atau sejenisnya,
- Punya spot untuk bisa menikmati pesta bintang dan bulan,
- Punya area untuk latihan memanah,
- Menerapkan sistem bangunan rumah hijau (aspek persampahan, air bersih, air kotor, air hujan, hingga udara)
Pada akhirnya harus kita sadari, sebenarnya rumah hanyalah sebuah fasilitas, yang paling penting adalah isi dari rumah itu sendiri. Rumah idaman sejatinya adalah tempat kita bersama membangun keluarga yang bahagia. Semoga suatu hari nanti saya bisa mewujudkan rumah impian ini.
Mari mulai berburu rumah! :)
Sabtu, 15 Agustus 2015
Sabtu, 08 Agustus 2015
Mimpi
"Atau.. Lw udah ga punya mimpi?"
Kalimat tanya yang membuat saya menyadari,
'Apa mimpi saya saat ini?'
......................
Mungkin saat ini saya berada di zona nyaman, dimana tidak ada tekanan untuk melakukan sesuatu.
"Mengalir seperti air"
Tidak ada yang salah ketika nyaman berada di zona nyaman, meskipun seringkali merindukan tantangan yang bisa membuat jantung ini berdetak lebih cepat alias sport jantung. Tapi hingga saat ini saya belum menemukan mimpi yang benar-benar menarik hati.
Mungkin saat ini saya sedang berada di fase datar dalam hidup. Saat yang tepat untuk memperbaiki diri. Mempersiapkan kembali diri ini untuk menghadapi fase hidup selanjutnya. Hanya ingin dan berharap setiap hari bisa semakin baik lagi dan tidak menjadi orang yang merugi.
"Aku tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidaklah setabah Fatimah,
Aku cuma seorang wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi shalihah"
Kalimat tanya yang membuat saya menyadari,
'Apa mimpi saya saat ini?'
......................
Mungkin saat ini saya berada di zona nyaman, dimana tidak ada tekanan untuk melakukan sesuatu.
"Mengalir seperti air"
Tidak ada yang salah ketika nyaman berada di zona nyaman, meskipun seringkali merindukan tantangan yang bisa membuat jantung ini berdetak lebih cepat alias sport jantung. Tapi hingga saat ini saya belum menemukan mimpi yang benar-benar menarik hati.
Mungkin saat ini saya sedang berada di fase datar dalam hidup. Saat yang tepat untuk memperbaiki diri. Mempersiapkan kembali diri ini untuk menghadapi fase hidup selanjutnya. Hanya ingin dan berharap setiap hari bisa semakin baik lagi dan tidak menjadi orang yang merugi.
"Aku tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidaklah setabah Fatimah,
Aku cuma seorang wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi shalihah"
Selasa, 14 Juli 2015
Konsep Drainase : Swale
Saluran ini berfungsi sebagai pembawa air hujan (small rain) dan umumnya memiliki
kemiringan yang landai. Selain itu, dengan adanya saluran ini, kecepatan aliran
permukaan dapat dikurangi karena limpasan yang melaluinya sebagian akan masuk ke dalam tanah
melalui penyaringan dan infiltrasi. Saluran ini memungkinkan untuk terjadinya
pengendapan sedimen sehingga dapat mengurangi polutan yang dibawa oleh limpasan
tersebut. Saluran rumput efektif apabila kedalaman air minimum, sedangkan waktu
tinggalnya maksimum. Stabilitas saluran rumput dan kemampuan pengurangan
polutan dipengaruhi oleh erodibilitas tanah, kemiringan saluran, dan kerapatan
tanaman.
Beberapa area sering menggunakan swale
dalam desain drainase kawasannya. Kawasan yang penulis perhatikan menggunakan
desain ini sebagian besar adalah kawasan taman. Salah satu contohnya adalah di
daerah Taman Bunga Nusantara. Berikut merupakan swale yang berada di TBN
Cipanas :
Selain itu di sepanjang jalan tol
jagorawi menggunakan sistem swale di area badan jalannya. Namun sayangnya
pelebaran ruas jalan mulai menggusur konsep drainase ini. Exit tol bogor masih
mempertahankan sistem ini. Bila kita melewati daerah ini ketika sedang hujan
dapat terlihat jelas aliran airnya. Namun bila hari tidak hujan maka saluran
ini terlihat seperti taman berumput yang indah.
Di beberapa titik kawasan Universitas
Indonesia juga menerapkan sistem swale.
Pemilihan bentuk drainase yang tepat
dapat menambah aksen natural pada sisi landscape. Namun jangan pernah mengira
bila pembuatan desain swale seperti ini ‘hanya yang penting ada saluran’. Pada dasarnya, dalam
mendesain saluran drainase harus diperhatikan aspek-aspek seperti curah hujan,
kemiringan, bentuk saluran, hingga material saluran. Pada desain swale yang
diubah hanyalah faktor material saluran, namun faktor lainnya tetaplah sama.
Desain ini seharusnya dapat
diaplikasikan pada konsep landscape suatu bangunan hijau. Terlebih lagi pada
regulasi terakhir terkait kolam resapan dapat berbentuk saluran resapan. Swale
merupakan salah satu bentuk saluran resapan.
Sabtu, 20 Juni 2015
Hidrologi : Pengelolaan Limpasan Hujan
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
penataan air. Siklus hidrologi adalah sistem global yang menyediakan dan
menghilangkan air dari permukaan bumi (Mackenzie L. Davis dan A.
Cornwell,1998). Variabel hidrologi mencakup seluruh komponen dari daur hidrologi. Komponen
daur hidrologi antara lain :
1. Curah HujanCurah hujan adalah banyaknya hujan yang turun pada suatu luasan tertentu yang dinyatakan dalam mm. Curah hujan yang diperoleh pada stasiun hujan kemudian dianalisa dengan analisa frekuensi untuk melihat sebaran yang ada. Analisa frekuensi adalah analisa yang dilakukan untuk menentukan atau memperkirakan kejadian curah hujan berdasarkan masa ulang peristiwa yang dapat diharapkan menyamai atau lebih besar dari pada rata-rata curah hujan. Pada analisa frekuensi hasil yang diperoleh tergantung pada kualitas dan panjang data, semakin pendek perhitungan data curah hujan, maka semakin besar penyimpangan yang terjadi.
2. Intensitas Hujan
Intensitas hujan
adalah tinggi atau kedalaman air hujan per satuan waktu. Intensitas hujan
menyatakan besarnya curah hujan dalam jangka pendek yang memberikan gambaran
derasnya hujan perjam. Sifat
umum hujan adalah makin tinggi dan makin besar periode ulangnya makin tinggi
pula intensitasnya. Hubungan antara intensitas, lama hujan, dan frekuensi hujan
biasanya dinyatakan dalam lengkung Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) (Suripin,
2004).Pembuatan lengkung IDF dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari beberapa persamaan berikut:
a. Persamaan Talbot, biasanya digunakan untuk hujan antara 5 menit-2 jam.
b. Persamaan Sherman, biasanya digunakan untuk hujan kurang dari 2 jam.
c. Persamaan Ishiguro, biasanya digunakan untuk hujan lebih dari 2 jam.
d. Persamaan Mononobe, biasanya digunakan untuk durasi hujan yang beragam.
3. Debit Banjir
Banjir adalah suatu keadaan dimana saluran drainase mengalirkan air
diatas kondisi batas normalnya. Debit banjir adalah besarnya kelebihan volume
air dari batas normal yang melalui saluran drainase persatuan waktu.
4. Laju Infiltrasi
Infiltrasi adalah aliran air
ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral,
sebagai aliran antara (interflow) menuju mata air, danau, dan sungai, atau
secara vertikal, yang
dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah. Terdapat beberapa
faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi laju infiltrasi adalah (Bambang
Triatmodjo, 2008):
a. Genangan di
atas permukaan tanah dan tebal lapisan yang jenuh
b. Kelembaban
tanah
c. Pemampatan
tanah oleh curah hujan
d. Penyumbatan
oleh bahan yang halus (bahan endapan)
e. Pemampatan oleh
orang dan hewan
f. Tumbuh-tumbuhan
g. Topografi
Data hidrologi dapat dimanfaatkan dalam
penelitian terhadap potensi air permukaan atau air tanah dan pengembangannya
serta digunakan sebagai studi untuk perencanaan proyek-proyek pemanfaatan,
pengendalian, dan pelestarian air.
Konsep Konvensional
Metode konvensional pengelolaan hujan pada prinsipnya adalah
mengalirkan air permukaan ke badan
air terdekat secepatnya dengan cara membuat
sudetan, normalisasi sungai, pembuatan talud, dan berbagai macam konstruksi
sipil lainnya. Penyelesaian banjir
dan permasalahan drainase dengan konsep penanganan banjir secara konvensional
yang hanya mengutamakan faktor hidraulik, bertitik tolak pada penanganan dampak
banjir secara lokal. Menurut Haryono (1999), drainase adalah suatu ilmu tentang
pengeringan tanah. Drainase (drainage)
berasal dari kata to drain artinya
mengosongkan air. Dalam bidang teknik sipil, drainase secara umum dapat
didefinisikan sebagai suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air,
baik yang berasal dari hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi kawasan
atau lahan sehingga fungsi dari kawasan atau lahan tidak terganggu (Suripin,
2004). Drainase menyangkut pengaliran kelebihan air permukaan dan air
tanah ke badan air atau ke bangunan peresapan.
Konsep Terintegrasi
Konsep terintegrasi atau Low Impact Development (LID) merupakan
teknik pengelolaan air hujan lokal dalam skala mikro yang dibuat di suatu
lokasi atau sekitar daerah tangkapan hujan. LID dikembangkan dari teknologi
yang telah ada dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Beberapa teknologi yang dapat diaplikasikan untuk konsep LID ini,
antara lain :
a. Bioretention (Rain Garden )
b. Saluran rumput (Swale)
c. Perkerasan yang lulus air (Porous Pavement)
d. Green roof
e. Kolam retensi
Minggu, 24 Mei 2015
Pemikir Analitis
Tipe Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.
Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.
Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!
Sumber: http://www.ipersonic.net/id/15.html
Kemarin mencoba mengetes kepribadian via ipersonic (rekomendasi temen), dan hasilnya cukup sesuai. Bisa untuk bahan kontemplasi dan pengingat supaya tidak terlalu berlebihan menjadi tipe yang satu ini. :)
Sabtu, 02 Mei 2015
Pesta Bintang
Bintang. Benda langit yang selalu memancarkan cahaya.
Berbeda dengan bulan dan planet lain yang bertugas memantulkan cahaya sang
bintang. Secara kasat mata perbedaan bintang dan planet dapat kita lihat dari kerlipan-nya
di bumi. Bila sinar itu berkelip pastilah itu bintang, bila sinar itu tidak
berkelip bisa jadi itu adalah planet.
“,,,,
Walau kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat dihati”
:D
Minggu lalu, 25-26 april 2015, saya diajak untuk melihat pesta
bintang. Bukan bintang televisi, tapi bintang yang sebenarnya. Kebetulan pada
saat itu akan ada hujan meteor. Terbayang indahnya langit ketika saya menerima
ajakan itu. Berlokasi di salah satu balai di daerah Cimanggu, Bogor kami tiba disana. Banyak
peserta lain yang ikut serta, bahkan anak seusia sekolah dasar-pun ada yang
turut hadir. Mereka datang atas keinginan mereka sendiri, dengan diantar orang
tuanya.
Disana kami larut dalam diskusi tentang astronomi, tentang
benda langit hingga tentang cara mengamati benda langit. Memang saya masih
sangat amatir untuk materi ini, tapi dengan diskusi ini banyak hal yang saya pelajari,
dari cara mengamati bintang, cara menggunakan peta langit, cara menterjemahkan
peta langit, cara menggunakan teleskop, hingga cara merakit teleskop. Sungguh
menarik :D. Meski secara keseluruhan pesta bintang kali ini terhitung tidak
lengkap karena awan menutupi langit malam itu, namun teori di pesta bintang
terasa dapat menebusnya karena setelah mengetahui teori tersebut dimanapun kita
berada, kita dapat selalu melihat pesta bintang.
Acara ditutup dan kami-pun beranjak tidur, kami memilih tidur
di lapangan terbuka, sambil berharap bintang kan terlihat ketika kami membuka
mata. Tapi awan masih menutupi langit hingga pagi tiba. Tak apa, kami cukup
puas dengan pesta bintang hari itu. Sampai jumpa di pesta bintang selanjutnya.
NB:
Ketika memandang langit entah kenapa lagu itu sering hinggap
di pikiranku.“,,,,
Walau kau kini jauh disana
Kita memandang langit yang sama
Jauh dimata namun dekat dihati”
:D
Kamis, 26 Maret 2015
Sepenggal Kisah di Hari Air
Minggu 22 Maret 2015, saya mengagendakan untuk berkunjung ke
Komunitas Ciliwung yang berada di Bojong. Sudah hampir sebulan sudah tidak
bermain disana. Sebenarnya pada hari itu ada perlombaan Riverboarding yang akan
diadakan disana, jadi sekalian saja saya ikut memeriahkan acara walau hanya
sebagai penonton setia.
Banyak hal yang saya sukai ketika berada di komunitas
seperti ini, antara lain saya bisa belajar ilmu hayati tentang tanaman, tentang
hewan khususnya reptil, dan tentang sejarah, ya sejarah sungai. Banyak hal yang
menjadi inspirasi saya dalam melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu untuk
lingkungan.
Ketika sampai disana perlombaan sudah dimulai. Saya dan
teman-teman menyusuri pinggir sungai dari garis start hingga garis finish.
Huff, cukup jauh juga... haha. Ketika babak penyisihan sudah selesai, kami beristirahat di warung yang ada
disana. Berbincang-bincang dan bermain dengan reptil yang ada disana.
Seringkali ketika ada kegiatan seperti ini, reptil-reptil ikut dipamerkan.
Hanya ingin sedikit membuka mata. Bahwa orang-orang yang
masih peduli dengan lingkungan itu masih ada. Dan saya akan selalu berusaha
menjadi salah satu dari orang itu.
Semangat!!!
Semangat!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
Energi (kehidupan)
Apa yang kita ketahui tentang definisi energi? Secara terminologi, banyak definisi energi yang bisa kita ambil. Seperti yang saya ambil da...
-
Bendungan Jatigede merupakan bendungan yang berlokasi di Desa Cijeunjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Suatu desa yang amat indah...
-
Material recovery facility merupakan subuah bangunan yang digunakan untuk menerima, memilah, memroses dan minyimpan bahan daur ulang untuk d...
-
Kompos sebagai hasil dari pengomposan dan merupakan salah satu pupuk organik yang memiliki fungsi penting terutama dalam bidang pertanian an...